Pengamatan warna pastura (catatan anak kandang)

Pastura….padang gembala…..padang rumput…ranch…..

Ya memang berisi tanaman yang dipergunakan untuk pakan ternak, dimana ternak menghampiri pakan.

Ada hal yang menarik yang dapat diamati dari pola warna pada padang rumput.

Pola warna kuning dan warna tanah muncul saat pastura dalam kondisi off / over grassing.

Demikian pula saat masa istirahat ada pola warna yang menarik juga :

Rumput yang sedang tumbuh berwarna hijau muda sd kekuningan

Rumput yang sudah sepenuhnya tumbuh berwarna hijau gelap

Jadi dengan memperhatikan warna pada pastura dapat menjadi acuan dalam manajemen padang rumput.

Salam entelemi

Leave a comment »

Lahan vs kebutuhan…kalkulasi sederhana anak kandang

Banyak yang menanyakan…..

Saya punya lahan luas sekian meter persegi…..bisa untuk ternak berapa ekor ya???

Daya tampung pastura tiap wilayah bisa beragam/berbeda tergantung vegetasi rumput yang ditanam dan kondisi daerahnya (tanah, cuaca dll).

Pastinya tiap peternak dapat mengetahuinya dengan cara simple berikut (sangat bisa ditambah dan dikurangi demi perbaikan) :

1. Mengetahui luasan area yang disediakan untuk padang gembala, misal 20 x 20 m

2. Sampling dulu produktivitas pastura per meter….tentunya setelah kita tanami….berapa kg hasilnya, misal 2kg/m. Sampling dilakukan seperti kondisi optimal ternak memakan.

3. Menentukan dan mengamati masa tumbuh optimal kembali hijauan, misal 30 hari

4. Mengetahui produksi pastura 400 m x 2 kg = 800 kg per/30 hari ……kalau produktivitas per hari kira kira 27 kg/hari….

5. Mengetahui kebutuhan ternak yang akan dipelihara, misal kambing rataan bobot 30 kg….asumsi 10%…kebutuhan pakan 3kg

6. Jadi pada area rumput tadi per hari dapat digunakan merumput ternak 27 kg / 3 kg = 9 ekor dapat merumput diarea tadi selama 30 hari.

7. Langkah antisipasi maka minimal kita hrs punya 2 x luasan area awal tadi. Untuk perpindahan lokasi merumput dan memberikan masa istirahat padang rumput.

8. Evaluasi berkala mutlak dilakukan untuk melihat kualitas dan kuantitas produksi pastura. Perawatan rumput harus dilakukan saat istirahat. Perlu penambahan pakan penguat dikandang apabila diperlukan.

9. Sediakan air minum diarea padang rumput, sediakan mineral dan pemberian obat cacing berkala.

10. Untuk koreksi bisa juga mengamati bite size…ukuran rumput yang digigit ternak saat grassing.

Mohon koreksi dan masukan dari guru, senior, praktisi dan akademisi yang saya hormati.

Salam entelemi

Leave a comment »

Housing Struktur, Pendukung Padang Gembala Ternak

Padang rumput dan pagar merupakan komponen utama dalam padang gembala namun perlu dukungan infrastruktur dalam operasionalnya, diantaranya :

# Kandang : untuk melindungi ternak dari kondisi yang menganggu seperti terlalu dingin/panas. Bangunan ini sebagai pusat aktivitas saat ternak dikumpulkan.

# Area Service : area terbatas dengan pagar yang cukup kuat untuk mengumpulkan ternak sebelum dilakukan tindakan lanjutan. Area ini disetting untuk memudahkan mengumpulkan ternak dan menggiring ke arah tertentu guna kepentingan pendataan serta tindakan lain.

# Kandang Jepit : kandang dengan pergerakan ternak yang terbatas digunakan untuk penanganan per individu ternak (pemeriksaan, pengobatan dll). Unit ini terkadang terintegrasi dengan timbangan ternak.

# Deeping Unit : unit sanitasi dan biosecurity ternak dengan melewatkan ternak ke dalam kolam sanitasi maupun spray. Unit ini bertujuan untuk menjaga kesehatan ternak dari sisi penyakit luar-parasit sekaligus kebersihan badan ternak.

Salam entelemi

Leave a comment »

Kambing Boer…..Mahal?

Eeeitsss……liat dulu spesifikasi kambingnya, baru justifikasi. Kalau anda membeli kambing ada beberapa tujuan (produksi yaa….)

1. Produksi susu

2. Produksi daging

3. Produksi anak untuk dikembangkan lagi

4. Produksi anak untuk dipotong

5. Produksi natural alamiah utk edukasi ,wisata

Nah……kalau tujuan sudah langkah berikutnya menentukan pilihan jenis kambing mana yang cocok….grade apa yang pas???Kalau cukup dengan cross..pilih cross saja jangan paksa harus fb…. tapi kalau harus fb ya..usahakan.

Kalau produksi anakan untuk dikembangkan lagi pasti mencari bibit unggul karena berharap anakannya juga unggul…dan harga indukan bisa tidak murah karena anda jual anakan nanti juga tidak murah….kecuali anda banyak stok. Pada usaha ini biasanya anakan akan dibesarkan dan dikembangkan lagi..(masa hidup panjang)

Trus…kalau produksi anak untuk dipotong, ada istilah bakalan penggemukan, tentunya perlu arif memilih kambing yang secara hitungan karkas sebanding dengan harga bakalan awal…..jadi kalau mengambil anakan bibit unggul lalu dipotong….itu pilihan blunder……kecuali anda banyak uang. Solusinya pilih hasil silangan kambing yg diincar tadi dengan kambing jenis lain. Pada usaha ini anakan biasanya akan dipelihara dalan waktu lebih pendek..karena akan berakhir digolok jagal.

Kalau bicara breeding….semua poin dapat dikerjakan tinggal tinggal manajemen yang main.

Jadi….kambing mahal atau murah perlu ada analisa mendalam lagi…perlu dianalisa ekonomis juga atas sekian mahalnya kambing tadi dengan potensi hasilnya tanpa melewatkab hitungan waktu peliharanya. Nah….kalau jeli anda sdh akan ketemu kapan balik modal. …kalau sdh baru bisa justifikasi mahal ato tidak….

Dan kalau membandingkan agar apel sama apel…..jangan apel sama jeruk….

Wong sesama apel saja varian banyak…….

Bukan mahal bagi yg tdk “punya”

Murah bagi yang “punya”.

Aahhh itu hanya hobby….

No……!!!Analisa dulu……..Smoga analogi cetakan kue ini membantu dalam alur berfikir….

.Salam entelemi

Leave a comment »