Hygiene Scoring ……

 

Kebersihan terutama pada ternak jenis perah sangat menentukan kualitas susu yang dihasilkan. Kebersihan kandang mutlak dilakukan selain kebersihan pada badan ternak. Tingkat kebersihan ternak perah dapat disajikan dengan scoring yaitu dengan mengamati kondisi kaki bagian bawah, ambing dan kaki bagian atas.   Skala 1 menunjukkan ternak dalam kondisi bersih dan skala meningkat seiring dengan kondisi badan ternak yang semakin kotor.

Hygiene Scoring Card

Hygiene Scoring Card

Berikut Panduan acuan dalam scoring hygienitas pada sapi:

Kaki bagian bawah, Amati kotoran  ke arah bagian atas kaki

  1. Sedikit atau tanpa kotoran diatas coronary band
  2. Percikan kecil kotoran
  3. Plak/flek yang berbeda diatas coronary band tapi bulu kaki terlihat
  4. Plak/vlek padat memanjang ke arah atas kaki

Ambing, Mengamati ambing bakian belakang dan samping

  1. Tanpa kotoran
  2. Sedikit percikan kotoran dekat puting
  3. Plak/flek yang berbeda kurang dari setengah ambing
  4. Konfluent plag atau kotoran yang bertebaran di sekitar puting

 

Kaki bagian Atas & Flank, mengamati kaki bagian tas & flank

  1. Tanpa kotoran
  2. Sedikit percikan kotoran
  3. Plag/flek kotoran dengan rambut terlihat
  4. Banyak korotan pada kaki kearah atas

 

 

Iklan

Leave a comment »

Ternak Kambing, domba, sapi…… (Apa yang harus dipersiapkan?)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Peternakan…sebuah aktivitas yang memanfaatkan ternak untuk  memenuhi kebutuhan manusia dengan berbagai interaksi aktivitas antara manusia-ternak-tanaman-lahan, dimana semua itu dilakukan untuk mendapatkan hasil ternak yang optimal.

Ternak ruminansia (hewan berlabung ganda termasuk didalamnya rumen seperti sapi, kambing, domba, kerbau) merupakan salah satu komoditas populer yang banyak dipilih. Konon ternak jenis ini mempunyai tingkat konversi yang tinggi. Dalam artian dengan memberikan asupan pakan limbah sekalipun akan dihasilkan daging-susu. Bahkan sampai muncul istilah ternak jenis ini sebagai pengolah limbah menjadi berkah (daging, susu, anakan).

Ketika dilakukan survay  pada individu yang akan memasuki masa purna kerja/pensiun banyak sekali  memilih akan membuka usaha ternak- membuat peternakan, dalam artian mereka masih menghendaki aktivitas pekerjaan sekaligus menikmati masa tuanya.

Banyak relasi yang menurut saya sukses dibidangnya (misal : bank, bengkel, karyawan swasta,  PNS aktif, dll) ternyata beberapa diantara mereka selama ini kurang menikmati rutinitasnya; pada level yang kapital sudah cukup bahkan binggung…mau dikemanakan capitalnya….dan akhirnya tertariklah dengan sektor peternakan.

 

Sedemikian kuatkah? Magnet dari usaha ternak ruminansia ini……

 

Yaaa….pasti….realitasnya kurang lebih seperti itu

Fakta dari ternak ruminansia : Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Memahami Pola Makan dan Penyediaan Pakan Ruminansia Kecil

Penggembalaan Ternak Dipadang Gembala

Penggembalaan Ternak Dipadang Gembala

Ternak ruminansia kecil (kambing dan domba) akhir-akhir ini (akhir tahun 2018 sd 2019) cukup trending dalam dunia peternakan nasional. Berita tentang telah dilakukannya ekspor komoditas domba ke luar negeri dengan jumlah  besar  dan peluang lanjutannya. Selain itu komoditas ini digadang-gadang untuk membantu pemenuhan kebutuhan daging nasional yang sampai detik ini masih mengandalkan sapi.

Kondisi ini disambut peternak kambing domba dengan antusias sekaligus sebagai salah satu parameter betapa usaha ternak ruminansia kecil masih memiliki prospek.  Namun realitas ini harus dihadapi dengan sungguh sungguh dalam artian ada kesiapan dan kesinambungan komoditas ternaknya. Tentu produktivitas ternak menjadi acuannya, misal bagaimana keberhasilan sektor breeding untuk menunjang kebutuhan bakalan pada kegiatan fattening dsb. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Padang gembala……Padang rumput…

Padang gembala merupakan sebuah areal aktif ekosistem yang digunakan untuk menggembalakan ternak. Ada beberapa yang mendefinisikan sebagai padang rumput. Hal tersebut tidak ada yang salah karena tujuan utamanya adalah pemenuhan kebutuhan pakan terutama kebutuhan hijauan pakan/serat.
Padang Gembala

Padang gembala merupakan sebuah areal aktif ekosistem yang digunakan untuk menggembalakan ternak. Ada beberapa yang mendefinisikan sebagai padang rumput. Hal tersebut tidak ada yang salah karena tujuan utamanya adalah pemenuhan kebutuhan pakan terutama kebutuhan hijauan pakan/serat.

  • Ternak menghampiri pakan

Biasanya pada sistem pemeliharaan semi intensif s/d ektensif. Apabila ternak mengambil hijauan pakannya sendiri (“grassing”) maka sebutan padang gembala lebih pas.

  • Pakan menghampiri ternak

Pada sistem kereman, intesif, feedloter.  Apabila menggunakan sistem “cut and carry” (ternak dipotongkan rumput dan disajikan dikandang) maka sebutan padang rumput lebih tepat.

Secara ekenomis dalam aspek penyediaan hijauan, padang penggembalaan relatif lebih murah dan dapat langsung dikonsumsi ternak.  Namun ada persyaratan mendasar yang harus dipenuhi yaitu terjaminnya kebutuhan ternak baik kualitas maupun kuantitas secara kontinyu. Kepastian kualitas dapat dilakukan dengan mengkombinasikan tanaman rumput, leguminosa bahkan herbal. Pemenuhan pakan secara kuantitas dilakukan dengan memastikan luasan lahan sebanding dengan ternaknya. Sedangkan jaminan kontinyuitas dilakukan dengan manajemen padang rumput yang baik dan benar.

Gembala Domba

Gembala Domba

Sistem padang gembala banyak dilakukan dinegara negara luar seperti New Zealand, Australia, Amerika dll. Berkebalikan dengan Indonesia yang lebih menerapkan sistem kereman-feedlo, padahal dahulu sistem gembala ini sudah dilakukan oleh pendahulu kita dengan menggembalakan ternak diarea rumput disekitar tempat tinggalnya.

Kenapa sekarang ditinggalkan ?

Ada beberapa alasan yang mendasarinya, yang paling utama adalah alasan lahan sehingga jumlah ternak yang harus dipelihara menjadi terbatas. Selain itu juga rendahnya produktivitas karena kualitas rumput yang apa adanya. Potensi wilayah luar Jawa masih memungkinakan untuk dilakukan sistem ini namun dengan syarat ada perbaikan pada komposisi botaninya.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal pada ternak maka padang gembala harus dioptimalkan dengan

  1.  Perbaikan lahan padang gembala : perbaikan lahan ini lebih ke perbaikan tanah tempat tumbuhnya rumput, dimana tanah harus dijaga pada kondisi yang ideal untuk tumbuh dan berkembangnya rumput.
  2.  Tata laksananya: harus diperhatikan kombinasi penanaman rumput, legume dan herbal; pemeliharaan pasca grassing. Pada sisi ternak misalnya dengan dilakukan sistem gembala bergilir-rotasi pada lahan yang dipunyai
  3. Paham betul kapasitas dan daya tampung : adanya keseimbangan antara produktivitas rumput dengan ternak yang melakukan aktivitas grassing pada waktu tertentu.

Apakah dengan menerapkan sistem gembala  berarti kemunduran?

Jawabannya tidak…dunia barat saat ini justru sudah lebih concern akan hal ini. Dengan alasan ternak lebih sehat, lingkungan lebih sehat dan manusia juga lebih sehat.

SO…….?

 

 

 

Leave a comment »

Mengangkat “value” komoditas kambing domba….

Edukasi Farm

Edukasi Farm

Peternakan kambing domba sudah saatnya bangkit dan berkontribusi nyata pada pembangunan pertanian nasional. Kala menyimak media kita mengetahui adanya farm yang maju dengan populasi ribuan ekor dan ada juga yang masih skala rakyat; ada yang dikelola secara profesional korporasi dan ada yang masih tradisional. Inilah fakta dan realita kondisi kambing domba nasional. Usaha peternakan kambing  domba saat ini (on farm) secara garis besar berdasar tujuannya dapat diklasifikasikan menjadi :

  1. Breeding : Peternakan yang mengkhususkan untuk memproduksi anakan kambing domba. Anakan ini sebagai produk utama  (bakalan) yang akan menjadi sumber untuk usaha peternakan selanjutnya yaitu penggemukan maupun perah.
  2. Fattening : Usaha peternakan dengan tujuan untuk memproduksi daging, dengan konsep membuat gemuk ternak. orientasi daging disini dapat berupa ternak hidup yang siap potong maupun daging segar yang siap olah.
  3. Dairy Farm : peternakan kambing domba yang mengkhususkan usahanya untuk menghasilkan susu.
  4. Hobby : komoditas yang lebih mengangkat jenis breed unggul yang secara kasat mata dapat dilihat dari sisi keindahan postur dan ukurannya (contoh kambing kaligesing), dari sisi kegesitan dan gagah (contoh  domba garut), dari sisi unik dan lucu (pygmy, merino)

 

sudah……………..?

 

Upssst ternyata  masih ada lagi aktivitas on farm yang belum terakomodir dalam klasifikasi diatas yaitu EDUKASI REKREASI…

5.  EduFarm : konsep peternakan yang lebih mengangkat berbagai ragam aktivitas  dikandang untuk edukasi dan wisata.

Jenis peternakan kambing domba yang kelima ini masih belum banyak dikembangkan di Indonesia, dibanding  yang lain. Dengan pengelolaan yang profesional , potensi keuntungan dari edu farm tidak kalah. Edufarm merupakan klasifikasi terunik dengan jasa sebagai produk utamanya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dan yang paling unik lagi…justru aktivitas kandang dapat dilakukan pengunjung  dengan membayar pada pengelola farm. Wajar karena konsep yang kelima ini menurut saya adalah konsep peternakan kambing domba yang paling sulit. Service edufarm tidak hanya kepada ternak dikandang tetapi juga kepada semua pengunjung. Kriteria ideal/ management  baik itu pakan, perkandangan, bibit haruslah terpenuhi dahulu. Best management on farm yang dikombinasi dengan wisata edukasi- rekreasi.

Apa saja jasa yang bisa disajikan dalam konsep edufarm (kambing-domba)?

  • Aktivitas rutin harian kandang : memberi makan, memerah susu, menggiring kambing, menyusui cempe.
  • Ragam Jenis kambing domba : melihat berbagai macam jenis, bentuk, ukuran, karakter kambing domba
  • Interaksi dengan kambing domba : menyentuh, membelai, mengajak jalan.
  • Ilmu & pengalaman : teknik perkandangan, pakan, pemeliharaan, pemasaran dll.

Apakah peternakan Breeding, Dairy, Fattening dan Hobby dapat menjadi edufarm?

Jawabnya bisa…dengan catatan perlu penataan lanjutan sedemikian rupa guna mendukung pelayanan jasa kepada pengunjung. Konsep penataan ini mengacu pada konsep memanjakan indera pengunjung secara utuh. Edufarm salah satu upaya untuk meningkatkan nilai dari komoditas ternak kambing domba.

So….bagaimana konsep farm anda?????

 

 

 

Leave a comment »

Cerita Tentang….Grassing

cropped-padang-penggembalaan-sapi-soegeng-entelemi-2.jpg

Kita adalah konduktor orkestra; rumput dan ternak……mereka musisinya yang melakukan harmonisasi sehingga terbentuk keindahan.

Anugrah Allah bermain dalam aktivitas ini yaitu matahari, tanah, rumput dan ternak; manusia hanyalah penjaga harmonisasi. Dalam tiap komponen tersebut memiliki kedahsyatan tersendiri. Matahari sebagai sumber energi utama makluk hidup sebagai sumber vitamin. Tanah dengan berbagai karakter kombinasi material dan mineral, sebagai central base activity, tanah mengkonversi sebuah bentuk kehidupan tanaman. Rumput – tanaman dengan klorofilnya mengkonversi karbon dioksida dan air menjadi material organik. Ternak ruminansia dengan rumennya yang mengandung mikroba mengkonversi serat serat rumput menjadi daging. Dan akhirnya keberkahan yang Allah ciptakan ini dinikmati manusia.

Konsep ini apabila dikelola dengan benar dan tepat, sejalan dengan buah pikiran manusia tentang konsep ternak harus mengedepankan kaidah “Animal Welfare”

  • Ternak bebas dari lapar dan haus
  • Ternak bebas dari rasa panas dan tidak nyaman
  • Ternak bebas dari rasa sakit, luka dan penyakit
  • Ternak bebas dari rasa takut dan penderitaan
Peran Ruminansia DILahan Rumput

Peran Ruminansia DILahan Rumput

Di alam, ruminansia dengan makanan utama hanyalah rumput dan herba. Hanya sebagian saja biji-bijian yang secara alami dialam. Basic inilah salah satu dasar atas grasfed, dimana konsep ternak dengan pakan yang tetap berkualitas dengan sumber utama dari jenis rumput-rumputan; dan ada proses penggembalaan. Integrasi antara rumput dan ternak mulai dari sini sudah terjalin.

Ternak memakan rumput yang kaya bahan organik dan mineral. Ternak dengan proses rumennya menghasilkan kotoran yang akan kembali ke tanah untuk mendukung pertumbuhan rumput.

Qualitas dan Quantitas Rumput

Qualitas dan Quantitas Rumput

Sebagai konduktor manusia harus mengetahui kapan dan dimana waktu yang tepat proses grassing ini dilakukan. Siklus rumput seperti layaknya siklus makhluk hidup kecil tumbuh besar dan seterusnya. Hal ini untuk mengetahui kapan rumput pada kondisi baik secara quality maupun quantity. Tanamaan pakan/rumput pada kondisi terbaik pada saat menjelang berbunga. Kondisi awal sampai menjelang berbungga baik dalam nutrisi namun quantitasnya perlahan naik. Kualitasnya akan turun pasca berbungga dan berbiji.

Produktivitas Rumput

Produktivitas Rumput

Pada rumput gembala interval waktu grassing yang paling ideal pada saat ketinggian rumput 2-8. Saat rumput dibawah ukuran ini hendaknya dilakukan penghentian dan dilakukan pemindahan ke lahan lain. Namun apabila terlalu tinggi juga hendaknya digunakan sebagai rumput potong agar siklus kembali ke awal.

Inilah salah satu gambaran yang harus dilakukan konduktor agar harmonisasi terus terjaga. Rumput tumbuh dengan baik, ternak tumbuh dengan optimal dan memberikan benefit pada manusia.

Leave a comment »

Daging Kambing Domba Indonesia AMAN dikonsumsi……

Sudah sangat pasti….kalaulah dinegara lain baru sampai poin AMAN…Indonesia apabila dilakukan dengan konsisten justru lebih dari AMAN.

Keamanan hanya salah satunya dalam kerangka produk daging yang ASUH (Aman Sehat Utuh Halal).  Aman berarti tidak mengandung penyakit dan residu, serta unsur lain yang dapat menyebabkan penyakit dan mengganggu kesehatan manusia. Sehat berarti mengandung zat-zat yang berguna dan seimbang bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh. Utuh berarti tidak dicampur dengan bagian lain dari hewan tersebut atau dipalsukan dengan bagian dari hewan lain. Halal berarti disembelih dan ditangani sesuai dengan syariat agama Islam.
Naaaahh..lebih dahsyatt kan???

Pada beberapa Farm justru kriteria ASUH ini tidak hanya melekat pada produknya saja melainkan sistem peternakannya menerapkan poin ASUH dalam pemeliharaan dan pemotongannya.

Eartag Domba Mahir Farm

Eartag pada domba sebagai data awal penulusuran

Keamanan daging seharusnya bisa dilacak dengan adanya ID (identitas) yang melekat pada ternak (misal : ear tag, microchip). Tentunya pemasangan ID ini harus berisi data yang dapat merujuk asal dari ternaknya. Untuk mengaplikasikannya harus didukung dengan sistem recording dan manajemen kandang yang tepat.

ID pada ternak selama ini masih dilihat dari sisi produsen yaitu untuk memudahkan dalam mencatat selama masa pemeliharaan. Namun sudah saatnya penggunaan ID ini dioptimalkan dari sisi konsumen, Apakah itu? Kemudahan konsumen untuk melacak daging asal ternak tersebut sehingga akan muncul value added pada konsumen saat mengkonsumsi daging.

Penelusuran yang biasa dilakukan konsumen adalah pada saat akan memutuskan membeli untuk kebutuhan yang lebih banyak. Selain faktor kondisi fisik daging yang dapat langsung diidentifikasi, biasanya ada tanda tanya pada konsumen apakah benar benar dari ternak yang bebas penyakit.  Pertanyaan ini sebenarnya dapat dijawab dengan mengetahui farm asal ternaknya (selain pengujian Lab). Pada peternakan yang memelihara dengan ASUH dengan memperhatikan kaidah biosecurity tentunya hasil ternaknya juga ASUH. Dan disinilah kredibilitas Nama Peternakan/Farm Dipertaruhkan…..Bagaimana sudah siapkan Farm anda untuk memberikan value added bagi konsumen?

Mahir farm peternakan kambing domba jabar

Mahir farm peternakan kambing domba jabar

 

 

Leave a comment »