Archive for Ruminansia

Kebersihan Kandang Sebagai Bagian Biosecurity

Biosecurity Ternak

Biosecurity Ternak

Sudah sangat familiar dalam bidang peternakan yaitu segitiga penentu keberhasilan usaha peternakan.  Breeding, Feeding dan Manajemen……ya itulah konsep yang rata rata sudah sangat familiar ditelinga para pelaku ternak. Namun pada era kini perlu disempurnakan dengan biosecurity.  Biosecurity  merupakan upaya menghindari dan meminimalkan adanya penyakit. Peternakan yang mengaplikasikan biosecurity pada dasarnya melakukan efisiensi  pada biaya kesehatan ternak. Konsep utama dalam biosecurity adalah isolasi pada suspect ternak yang diduga terjangkit penyakit, pengawasan lalulintas orang dan barang diarea peternakan serta sanitasi.

 

Sanitasi merupakan bagian yang relative mudah sekaligus juga langkah preventif. Hal yang paling simple dan sederhana dalam konsep biosecurity adalah menjaga kebersihan.  Pada peternakan unggas biosecurity menjadi sebuah kebutuhan. Namun pada peternakan ruminansia relative belum total dalam aplikasinya.

Pada peternakan ruminansia  dengan system kandang panggung  ada beberapa poin kebersihan yang harus dilakukan: Baca entri selengkapnya »

Iklan

Leave a comment »

Percobaan : Membandingkan Pemakaian Dedak Padi, Onggok dan Polard Dalam Ransum Domba

Upaya untuk meningkatkan produksi ternak menuntut kontinuitas ketersediaan bahan pakan, baik segi kualitas maupun kuantitas.  Pakan menempati posisi yang penting dalam usaha ternak ruminansia khususnya ternak potong  karena biaya pakan mencapai 70-80 % biaya produksi sehingga untuk mencapai efisiensi produksi yang tinggi diperlukan pakan yang berkualitas. Kenyataan di lapangan,  peternak seringkali dihadapkan pada masalah penyediaan pakan baik dari segi kualitas dan kuantitas terutama pada musim kemarau. Salah satu usaha yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak dan kontinyuitas pakan yaitu dengan memanfaatkan hasil ikutan industri pertanian yang harganya terjangkau dan kualitas nutrisinya bagus.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Limbah agroindustry yang cukup familiar dikalangan peternak adalah hasil ikutan penggilingan padi (dedak – bekatul), hasil samping pengolahan pati (onggok/gamblong) dan hasil samping pengolahan gandum (bran –polard). Dedak gandum yang biasa disebut pollard merrupakan hasil sampingan dari industri pengolahan tepung terigu. Pollard memiliki kualitas nutrisi yang lebih baik daripada dedak padi maupun bekatul karena kadar air dan lemaknya lebih rendah. Pollard biasa digunakan sebagai sumber karbohidrat yang mudah tersedia (RAC) dalam ransum ternak ruminansia. Dedak padi merupakan sisa penumbukan atau penggilingan padi. Kualitas dedak padi dipengaruhi oleh banyaknya kulit gabah yang tercampur di dalamnya yang mengandung serat kasar antara 11-19 % . Onggok atau cassava merupakan sisa pembuatan tepung tapioka. Onggok merupakan sumber karbohidrat yang mudah terfermentasi. Zat pati yang terdapat dalam onggok menjadi sumber nutrisi bagi pertumbuhan mikrobia rumen. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

PAKAN TERNAK LIMBAH SAWIT

pakan limbah sawit

Perkebunan sawit meningkat sangat pesat diwilayah Indonesia terutama di luar Jawa.  Sebuah bisnis pertanian yang sangat menarik. Terlepas  dari hasil utama perkebunan ini , ada potensi limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Baik itu limbah perkebunannya maupun limbah dari industri pengolahannya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Mengacu pada data dari mongabay.com dan Luas Kelapa Sawit Indonesia; dan Volume serta Nilai Ekspor Minyak Kelapa Sawit Indonesia, Direktorat Jenderal Perkebunan dari artikel Alvian Syafrizal, terlihat demikian pesatnya dan terbayang juga berapa banyak limbahnya.  Mengacu pada sudut pandang positif dan solutif menimbulkan peluang untuk memanfaatkan sebagai potensi pakan ternak ruminansia. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Menghitung pakan individu atau kelompok?

Terkadang muncul keheranan diantara kita saat mengetahui sebuah feedlot dengan populasi ribuan bahkan puluhan ribu ekor. Terutama di Indonesia khususnya di Jawa yang minim lahan pengembalaan. Pasti ada yang menanyakan, bagaimana cara menyusun ransum pakannya? Bagaimana cara menghitungnya? Kan sapinya buanyakkk……

Apa  dihitung satu satu…..?   kalau demikian akan berapa lama waktu yang diperlukan hanya untuk menghitung? (keburu sapi nya kelaparan nunggu hitungan selesai) lalu bagaimana formulasi ransum nya?

Pada system penyusunan ransum ruminansia pada umumnya ada dua cara penyusunan  yaitu menyusun ransum per individu ternak dan penyusunan ransum berdasar kelompok ternak.  Penyusunsan ransum secara individu biasanya dilakukan pada sapi kereman dengan system kandang tunggal. Cara ini efektif pada populasi ternak yang sedikit misal dibawah 15 ekor, karena kebutuhan per ekor lebih terjamin, minimal persaingan pakan sehingga potensi tumbuh dan pertambahan bobot badannya optimal.

sapi sytem individu2

Formulasi Individu

Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Ampas Sagu….Solusi Bahan Berserat, Pendamping Konsentrat Pada Ruminansia

Rasa penasaran karena berapa kali melewati usaha kecil menengah yang mengolah batangan aren-Sagu menjadi tepung sagu. Ada hal yang cukup menarik  bukan karena prosesnya melainkan limbahnya.  Ya….beberapa tempat yang membuat tepung sagu sering kali ditemui menggunungnya limbah sagu, ada beberapa yang terpakai tapi nyaris sebagian besar tidak termanfaatkan.

Pada saat musim banyak rumput dan hijauan bahan ini tentunya sangat mudah untuk dilewatkan. Begitu memasuki musim dimasa rumput susah dan stok pakan hijauan/serat kekurangan, beberapa kali terbersit untuk memanfaatkannya sebagai pakan ternak.

Berdasarkan hasil penelitian dari beberapa sample ampas sagu dibeberapa wilayah    bahwa kandungan proteinnya 0,83 – 3 % (tentunya melihat  seberapa bersih ampas ini dipisahkan dari sari sagu), serat kasar 11,4-18,8% (pertanian.go.id dan Kasmirah D). Melihat angka tersebut kesimpulan awal adalah sebuah bahan dengan kandungan protein rendah dan serat kasar tinggi.  Apakah masih dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak? Bahkan beberapa peneliti menyatakan bahwa kandungan pati yang masih terkandung dalam ampas sagu cukup besar dan dapat mendukung pemenuhan energy. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Qurban …Tips dan Trik Lapak Jualan Hewan Qurban

Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, seperti yang telah disampaikan Presiden Jokowi dalam sebuah kunjungan kerja awal bulan Agustus 2017. Kenyataan ini merupakan sebuah potensi kekuatan yang harus dimanajemen dengan baik dan benar demi kemajuan bersama.

Bagi peternak ruminansia (sapi, kambing domba, kerbau) dapat juga mengambil peranan dalam hal ini. Bagaimana ? kok bisa?

Yaa…momen Idul Adha dengan ibadah qurban merupakan salah satu pasar besar lagi menggiurkan untuk melakukan penjualan hasil ternaknya. Sangat logis karena pada saat tersebut permintaan (demand) hewan untuk korban meningkat dibanding pada bulan lainnya.

Sudah banyak bahasan yang disampaikan dan ditulis mengenai bagaimana tata cara memilih hewan qurban yang baik dan benar. Misalnya  hewan qurban dipilih dari ternak yang memenuhi syarat hewan qurban, ternak harus sehat, tidak cacat, cukup umur dan gemuk. Akan tetapi relatif belum banyak yang mengulasnya dari sisi penjual/ pelapak hewan qurban.

Pasar yang menjanjikan ini terkadang menjadikan pelaku usaha qurban bertindak nyaris sporadis  spekulatif dalam mendirikan lapan dan melakukan jualannnya. Tidak salah andai banyak lapak yang memilih lokasi pinggir jalan yang ramai dan strategis, namun hal itu saat ini masih perlu dioptimalkan.

Mengapa?

Tingkat persaingan yang ada saat ini dalam hal penjualan hewan qurban sudah sangat ketat bahkan dibeberapa daerah sampai ada istilah”perang” harga.  Namun hal ini bukanlah solusi yang pas untuk menjalankan usaha. Kreatifitas seni berjualan merupakan salah satu solusinya, bagaimana tampil beda dalam membuka lapak juga bisa menjadi pilihan. Akan tetapi yang pasti perlu dipersiapkan beberapa hal yang memberikan tingkat keyakinan dan kepuasan calon pembeli.

  • Hindari lapak berada dijalur hijau, trotoar dan jalan protokol

syarat lokasi lapak

Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

BIBIT KAMBING PERAH UNGGUL,SUDAH DISEBAR

aspekpin3

Baturaden, 30 April 2016 menjadi tonggak awal langkah nyata pemerintah dalam mendukung dan mengembangkan sektor usaha peternakan kambing perah. Pada saat yang sama ditanda tangani kesepakatan kerjasama antara BBPTUHPT Baturraden dan ASPEKPIN (Asosiasi Peternak Kambing Perah Indonesia) mengenai pengembangan pembibitan kambing perah di Indonesia. Sesuai dengan apa yang disampaikan Kepala Balai Bp Sugiono beberapa waktu lalu terkait komitmen pemerintah dalam mendukung sektor kambing perah.

(Bibit Unggul Kambing Perah, MEnjawab Kebutuhan Nasional)

Langkah ini diharapkan dapat menjadi pembuka didengarnya aspirasi dari usaha ternak ruminan kecil oleh pemerintah. Tanpa ada unsur kecemburuan  dengan komoditas sapi perah yang sudah demikian berkembang, peternak kambing perah mengharapkan adanya perhatian yang berlanjut dari pemerintah. Walaupun jadwal sempat tertunda karena belum adanya peraturan pemerintah yang memayungi penyebaran bibit kambing perah ini akhirnya dapat terlaksana. Besaran harga jual pejantan bibit unggul kambing perah dari BBPTUHPT cukup terjangkau bagi peternak.

Aspekpin sebagai wadah peternak kambing perah nasional senantiasa komitmen untuk terus mendampingi dan bersama dengan peternak kambing. Komitmen pemerintah dengan menyebarkan secara perdana pejantan bibit kambing perah unggul, diapresiasi dengan positif. Penyebaran awal adalah 10 ekor calon pejantan unggul saanen yang di distribusikan ke beberapa DPD ASPEKPIN dan nantinya diharapakan dapar bergiliran antar anggota, yaitu Jateng-DIY, Jatim, Jabar, DKI, Banten. Hal ini sesuai dengan apa yang telah diusulkan dan disampaikan oleh ASPEKPIN beberapa saat lalu terkait posisi kambing perah nasional.

(Hindari Inbreed, Perbaiki Genetik….menjadi usulan ASPEKPIN)

Semoga program ini dapat berkelanjutan  dan total kambing yang disebar semakin banyak. Program penyebaran  bibit kambing perah unggul ini diharapkan menambah semangat dan kekuatan peternak kambing perah nasional dalam menghadapi MEA.

Leave a comment »