Archive for Ruminansia

Asupan Pakan (Bagus dan Cukup) Saat Sapih

Anak kambing / cempe pada masa awal, saat  masih menyusu bersama induknya maka perkembangan saluran cerna pengolah serat belum siap. Pada masa awal mereka  hampir sama dengan ternak lambung tunggal. Dimana asupan pakan dengan serat yang tinggi menjadi kendala saat dicerna. Praktis pada masa ini susu induk maupun susu tambahan menjadi menu utama pencernaannya hingga masa sapih.

Kondisi cempe pada masa awal s/d sapih menentukan kondisi mereka nantinya saat dewasa.  Dimana kondisi tumbuh dan perkembangan yang optimal terjadi dimasa ini terutama perkembangan tulang. Pertulangan yang sempurna akan mendukung perkembangan ternak saat dewasa nantinya. Hal ini  harus didukung dengan pakan yang baik dan tepat.

Pakan pada saat cempe disapih menjadi salah satu penentu tumbuh kembangnya, karena saat sapih susu induk tidak lagi didapatkannya. Cempe harus mulai mengikuti pola pakan induknya dan individu lain yaitu hijauan/ pakan berserat sebagai asupan pokok. Namun cempe pasca sapih tidak bisa serta merta langsung diberi asupan serat dalam jumlah banyak, mengingat lambung gandanya belum berkembang optimal.

Masa transisi ini cempe perlu mendapatkan pakan yang berkualitas baik dengan kandungan serat pakan sedikit sampai dengan cukup berserat. Kombinasi pemberian hijauan dan konsentrat yang tepat akan mendukung perkembangan rumennya.  Konsentrat dengan kandungan protein kasar minimal 16—18% dengan TDN (Total Digestible Nutrien) min 70% sebagai menu penguat (pemberian 1,5-2% BB) dan hijauan berserat dominan asal leguminosa/kacang-kacangan (pemberian 10% BB) sebagai pendukung perkembangan rumen, baik diberikan pada masa sapih.

Cempe  masa sapih yang relatif terpenuhi kebutuhannya akan menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan lebih baik pada bulan bulan berikutnya. Hal ini dibandingkan dengan cempe yang mendapatkan asupan pakan pas-pasan.

Sebagai peternak pengamatan dan evaluasi mutlak diperlukan untuk perbaikan dan perbaikan dikandangnya. Kami melakukan pengamatan pada 10 ekor cempe lepas sapih  dengan perlakuan ketersediaan konsentrat. Ada dua kelompok pengamatan cempe yaitu

  • Kelompok 1 —> 5 ekor cempe dengan rataan bobot badan lebih tinggi diberikan konsentrat sesuai jadwal pemberiannya.
  • Kelompok 2 —> 5 ekor cempe dengan rataan bobot sapih lebih rendah dengan pemberian konsentrat lebih sering s/d relatif ada terus.
Persentase Pertambahan Bobot Pada Cempe

Persentase Pertambahan Bobot Pada Cempe

Hasil pengamatan kami pada cempe kelompok 1 mengalami persentase pertambahan bobot badan lebih tinggi dibanding kelompok 2 apabila dibandingkan dengan bobot sapih. Berdasarkan pengamatan ini maka asupan pakan saat sapih sangat menentukan tumbuh kembang ternak pada masa selanjutnya.

 

Iklan

Leave a comment »

Mengapa Mike Tyson butuh Pelatih

Update musim Pancaroba…

*Sebuah studi kasus antisipasi blind spot*
Semua peternak memiliki potensi berkembang berdasar kemampuan belajar mereka, keinginan untuk lebih cepat berproses, lebih baik kualitas produk ternaknya dan volume yang lebih banyak daripada sebelumnya.
Maka kemudian Standar Operasional Prosedur (SOP) di rangkai untuk masing² peruntukan usaha ternak (Breeding, fattening, milking, dll). Menyesuaikan dengan kemampuan, SDA dan potensi di diri masing² peternak.

Dilaksanakan dengan teliti, tepat dan strick untuk mendukung pencapaian target yg diinginkan. Dengan ikhtiar pelaksana kandang yg bagus dan sinergi yg se-aura dengan pengusaha ternak atau owner nya.

Hasilnya optimal dan bisa diperkirakan sesuai target dan dengan mudah dapat di evaluasi berdasar data² yg ada pada recording.
Keberhasilan seringkali menjadikan kita menjadi pribadi yg akhirnya lengah. Optimisme tinggi didukung SOP yg ketat memunculkan blind spot mendasar yg kadang terasa sedikit konyol bagi peternak setelah menyadarinya. Tetapi memang seperti itulah adanya…

Sukses sering melenakan dan memunculkan blind spot.
Berada dalam bangunan struktur farm milik sendiri, pandangan exact dan riil menjadi patokan. Tetapi tdk bisa membuka tabir titik buta kita.

Hanya mereka yg berada diluar struktur tetapi tahu langkah² yg kita lakukan lah yang bisa melihat blind spot kita.
Disanalah fungsi trainer/coach…
Demikian sekilas tentang kenapa Mike Tyson tetap butuh pelatih… See you next trip, kapten..!
#salamternak kapten…..
Lukman Farmer & Co.

Peternakan Ruminansia, Konsultan & Pendampingan Peternakan

Cp. 081808153767 – 085640954548 (WA)

IG: lukman_farmer

Leave a comment »

Inseminasi Buatan / IB

Inseminasi Buatan (IB) / Artivicial Insemination (AI)

Yang dimaksud dengan Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik adalah suatu cara atau teknik untuk memasukkan mani (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut ‘insemination gun’.

Tujuan Inseminasi Buatan

1. Memperbaiki mutu genetika ternak;

2. Tidak mengharuskan pejantan unggul untuk dibawa ketempat yang dibutuhkan sehingga mengurangi biaya ;

3. Mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul secara lebih luas dalam jangka waktu yang lebih lama;

4. Meningkatkan angka kelahiran dengan cepat dan teratur;

5. Mencegah penularan / penyebaran penyakit kelamin.
Keuntungan IB

1. Menghemat biaya pemeliharaan ternak jantan;

2. Dapat mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik;

3. Mencegah terjadinya kawin sedarah pada betina (inbreeding);

4. Dengan peralatan dan teknologi yang baik sperma dapat simpan dalam jangka waktu yang lama;

5. Semen beku masih dapat dipakai untuk beberapa tahun kemudian walaupun pejantan telah mati;

6. Menghindari kecelakaan yang sering terjadi pada saat perkawinan karena fisik pejantan terlalu besar;

7. Menghindari ternak dari penularan penyakit terutama penyakit yang ditularkan dengan hubungan kelamin.
Kerugian IB

1. Apabila identifikasi birahi (estrus) dan waktu pelaksanaan IB tidak tepat maka tidak akan terjadi terjadi kebuntingan;

2. Akan terjadi kesulitan kelahiran (distokia), apabila semen beku yang digunakan berasal dari pejantan dengan breed / turunan yang besar dan diinseminasikan pada betina keturunan / breed kecil;

3. Bisa terjadi kawin sedarah (inbreeding) apabila menggunakan semen beku dari pejantan yang sama dalam jangka waktu yang lama;

4. Dapat menyebabkan menurunnya sifat-sifat genetik yang jelek apabila pejantan donor tidak dipantau sifat genetiknya dengan baik (tidak melalui suatu progeny test).

Salam Ternak kapten….!

Comments (2) »

Sepatu Baru si Cempe

Kelahiran anak kambing/domba (cempe) yg normal dan sehat adalah dambaan setiap pernak Breeding. Setelah menunggu sekian waktu dari proses mendeteksi berahi, proses perkawinan, proses uji kebuntingan, hingga menunggu proses kelahiran selama kurleb 5 bulan.

Sungguh sebuah proses yg hanya bisa dinikmati oleh peternak sejati, suaminya ternak.

Selepas cempe lahir, ada beberapa hal yg patut dicermati perihal cempe:

– kuku cempe yg baru lahir terselimuti oleh lapisan kenyal gelatin

– fungsi lapisan kenyal ini adalah melapisi kuku asli cempe yg keras, sehingga ketika dalam rahim kuku cempe tidak menyakiti rahim/induk

– lapisan kuku kenyal ini seyogyanya akan di jilati dan digigit² oleh induk sehingga mengelupas.

– jika tidak dilakukan oleh induk, maka kita sebagai peternak perlu untuk mengelupas lapisan tersebut, fungsinya untuk mempermudah cempe menapak dan segera bisa berdiri.

– sifat kenyal dan licin pada lapisan kuku cempe baru lahir akan menghambat cempe untuk segera menapak dan mendapatkan kolostrum induk. Apalagi ketika cempe lahir di alas kandang kayu/plastik

– jika cempe lahir di atas tanah/pasir kering, maka tindakan mengelupas lapisan kuku tidak diperlukan.
Demikian sekilas tentang lapisan kuku cempe yg baru lahir… See you next trip, kapten..!
#salamternak kapten…..
Lukman Farmer & Co.

Peternakan Ruminansia, Konsultan & Pendampingan Peternakan

Cp. 081808153767 – 085640954548 (WA)

IG: lukman_farmer
Mail:

1. lukmanpeternak06@gmail.com ;

2. akhmadlukman@yahoo.com

Site:

binasatwamandiri.blogspot.com : lukmanpeternak.blogspot.com

lukmanthefarmer.wordpress.com

Leave a comment »

ESTIMASI BERANAK PADA SAPI LAKTASI PERTAMA (CASE PENGAMATAN PADA FH)

Kehadiran peternak yang sigap memberikan pertolongan pada sapi yang akan melahirkan merupakan hal yang vital, terutama pada sapi yang baru melahirkan pertama kali (laktasi pertama). Agar peternak siaga maka perlu diketahui waktu melahirkan. Pada manusia ada istilah HPL (hari prediksi lahir) hendaknya pada ternak minimal hal ini diketahui juga. Penentuan waktu kelahiran ternak merupakan sesuatu yang sulit sehingga banyak kejadian anak yang lahir tidak selamat dan atau induk kelehahan karena kesulitan melahirkan bahkan ada yang sampai mati.

Berdasar  kondisi dan keadaan tersebut diatas maka perlu diketahui  estimasi ternak melahirkan yang akurat. Sebuah pengamatan telah dilakukan di Jepang dengan mengamati suhu tubuh sapi untuk melakukan estimasi kelahiran. Pemeriksaan suhu tubuh sapi dengan menggunakan fenomena penurunan suhu, dari hasilnya dapat digunakan untuk memperkirakan waktu kelahiran.

Tabel pengukuran suhu sapi estimasi lahir

tabel pengukuran suhu sapi estimasi lahir

  • Pengukuran suhu tubuh dilakukan melalui rektal (thermo rektal)
  • Pengukuran suhu dilakukan mulai satu minggu sebelum tanggal estimasi
  • Pengukuran suhu tubuh dilakukan pada waktu yang sama misal pagi (jam 09.00) dan sore (16.00)
  • Rataan suhu tubuh sapi dari satu bulan sebelum melahirkan berkisar 38,50 C dan terus bertambah
  • Apabila pengukuran menunjukkan ketidaknormalan, perlu dilakukan pengulangan pengukuran
  • Apabila suhunya naik secara drastic, perlu perhatian khusus dikhawatirkan terjadi abortus
  • Apabila suhu tubuh sapi menurun 0,80C dengan ± 0,30C (suhu tubuh waktu pagi/sore) dari suhu normal, maka sapi tersebut dalam waktu 19 jam lagi ± 5 jam lagi akan melahirkan

    Grafik pengukuran suhu sapi estimasi lahir

    Grafik pengukuran suhu sapi estimasi lahir

(Hasil uji coba, BAlai Penelitian Ternak Iwate; Handbook Usaha Ternak Sapi Perah, youkenjou)

Leave a comment »

Merawat Cempe Pasca Lahir

Kambing/domba yang sedang bunting  akan melahirkan sekitar dua atau tiga jam setelah tanda tandanya tampak. Anak kambing/domba yang biasa disebut cempe, yang baru dilahirkan perlu diberi kehangatan  dan badannya dibersihkan. Cempe ini harus segera menyusu pada induknya dalam waktu satu atau dua jam setelah lahir karena cempe perlu segera mendapatkan kolostrum. Penyerapan antibody kolostrum oleh cempe sangat lambat, dalam waktu delapan jam setelah lahir cempe hanya mampu mengabsorbsi 50% kolostrum, sedangkan pada 36 jam setelah lahir antibody sudah tidak terdapat dalam kolostrum. Sehingga cempe yang lemah hendaknya cepat diberikan cekok/injeksi kolostrum ke lambung.

Apabila terdapat induk kurang perhatian terhadap cempe, maka yang harus dilakukan adalah

  • Mengikat leher induk sehingga cempe dapat menyusu
  • Meminta anak kandang untuk ekstra melakukan penjagaan
  • Lumuri hidung induk dengan aroma badan cempe dan lumuri hidung cempe dengan air susu induk

Kematian cempe tercatat 50-70% terjadi pada tiga sampai lima hari sejak kelahiran dan 80-90% terjadi selama bulan pertama sejak kelahirannya dapat disebabkan oleh :

  • Induk terlalu aktif dan tidak dikandangkan secara khusus
  • Cempe tidak segera mendapat susu dan atau kolostrum
  • Cempe kedinginan, menderita kelaparan atau pneumonia
  • Cempe dimangsa oleh predator
  • Cempe terhimpit induk (santosa, Undang.2006. Manajemen usaha ternak potong)

Leave a comment »

Poin Poin Vital Breeding

Breeding  secara redaksional berarti membiakkan. Breeding stock adalah sekelompok hewan yang digunakan dengan tujuan untuk dilakukan pemuliaan secara terencana untuk mendapatkan ras baru. Breeding stock dapat berupa hewan yang masih murni (purebred) maupun hewan yang bukan ras murni, yang memiliki sifat yang diinginkan sehingga ketika disilangkan diasumsikan akan dapat menggabungkan, atau mendapatkan sifat yang lebih baik dari ras sebelumnya (Wikipedia)

Breeding merupakan pilar utama dalam usaha peternakan, beberapa pakar dan pelaku peternakan bahkan mengatakan kegiatan breeding adalah jantungnya usaha peternakan. Dalam artian praktis yaitu usaha untuk mengembangbiakkan ternak dengan cara mengawinkan ternak pejantan dengan betina, baik dalam artian kawin fisik langsung dana tau menggunakan teknologi reproduksi sehingga menghasilkan anakan yang berkualitas.

Ada beberapa poin penting dan menentukan dalam kegiatan breeding diantaranya :

  • Penentuan kambing bakalan yang berkualitas baik (jenis, bobot badan, kondisi fisiologis).

perawatan pejantan

Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »