Archive for Hijauan Pakan

SILASE……(pahami prosesnya)

Silase adalah pakan yang telah diawetkan yang diproduksi atau dibuat dari tanaman yang dicacah, pakan hijauan, limbah dari industry dll dengan kandungan air pada tingkat tertentu yang diisikan dalam silo. Silo adalah wadah atau tempat pembuatan silase; sedangkan prosesnya dinamakan ensilase.

Pada silo, bakteri asam laktat akan mengkonsumsi gula pada bahan material dan akan terjadi proses fermentasi asam laktat dalam kondisi anaerob. Dengan terbentuknya silase akan lebih bermanfaat dan daya simpan menjadi lama dengan tingkat kehilangan nutrisi yang rendah. Pada dasarnya, tanaman hijauan cacahn yang dibiarkan diudara terbuka akan mengalami penurunan nilai karena aktivitas mikroorganisme aerob.

Pada saat proses ensilase terdapat beberapa perubahan yaitu

Perubahan mikroba

silase .perubahan mikroba

Perubahan mikroba pada silase

Perubahan Kimia

silase perubahan kimia

Perubahan kimia

Perubahan fisik

silase perubahan fisik

silase .perubahan fisik

(Rukmantoro Salim et al. 2002.Dairy Technology Improvement Project in Indonesia.Bandung)

Hal ini sebagai dasar lama proses pembuatan yang baik dan benar. Beberapa oknum penjual probiotik terkadang menyampaikan informasi yang kurang lengkap terkait dengan lama waktu pemeraman dan hasil optimal dari proses ensilase.

Tingkat persaingan penjualan produk probiotik sebagai bahan tambahan dalam pembuatan silase cukup ketat.  Terkadang menggunakan strategi yang kurang pas contoh diperam sejam, sehari, tiga hari saja sudah cukup….informasi terhenti disini tidak dilanjutkan sampai kapan hasil optimal. Bahkan disampaikan setelah sehari, dua hari bahkan sejam diberikan ternak langsung mau, ini konyol karena andai bahan tidak bermasalah tanpa diapakan juga ternak pasti mau.

Yang pasti silase sebagai jawaban untuk masa penyimpanan pakan tanpa adanya penurunan kualitas……

Iklan

Leave a comment »

STS (Sistem Tiga Strata), Hijauan Pakan Sepanjang Tahun

Alternatif pemanfaatan lahan sebagai basis ekologi pendukung penyediaan pakan dan lingkungan wirausaha ternak melalui Sistem Tiga Strata (STS). Sistem Tiga Strata (STS) merupakan suatu cara penanaman dan pemangkasan rumput, leguminosa, semak dan pohon, sehingga hijauan makanan ternak tersedia sepanjang tahun.

Sistem Tiga strata

sistem tiga strata

Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Prof. Dr. I Made Nitisseorang pakar nutrisi hewan dari Universitas Udayana, Bali, bersama tim dari Balai Informasi Pertanian Bali, Departemen Pertanian. Dalam penerapannya, STS ini terjadi integrasi antara tanaman pangan, tanaman perkebunan, dan ternak.

Ilustrasi Tata letak penanamannya :

  • Strata 1 terdiri atas rumput dan leguminosa untuk hijauan makanan ternak pada awal musim hujan
  • Strata 2 terdiri atas semak-semak untuk hijauan makanan ternak pada pertengahan kemarau
  • Strata 3 terdiri atas pohon pohonan untuk hijauan makanan ternak pada kahir musim kering.

Manfaat menanam hijauan dengan STS antara lain hijauan tersedia, ternak selalu dapat makan, kualitas hijauan pakan meningkat dan meningkatkan kesuburan tanah.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Ilustrasi diambil dari https://www.slideserve.com/amy/sistem-tiga-strata-sts

Contoh:

Pada lahan 2500 m (ukuran 50 x 50 m) apabila dilakukan penanaman dengan STS

Bagian tepi dengan panjang keliling 200 m ditanami 200 pohon angsana, 20 pohon lamtoro dan 2000 gamal. Jarak tanam lamtoro dengan angsana 5 m, lamtoro dengan gamal 10m

Lapis kedua seluas 900 m ditanami 1500 rumput gajah dengan jarak tanam 80 x 60cm

Lapis ketiga seluas 1600 m ditanami palawija. (pustaka : www.rare.org dan Rukmana, H Rahmat. Wirausaha Penggemukan  Ternak sapi Potong)

Leave a comment »

Legum ….Simbiosa Dengan Rumput sebagai Sumber Protein Ruminansia

Suku polong-polongan   merupakan salah satu suku tumbuhan dikotil yang terpenting dan terbesar. Banyak tumbuhan budidaya penting termasuk dalam suku ini, dengan bermacam-macam kegunaan: bijibuah (polong), bungakulit kayubatangdaunumbi, hingga akarnya digunakan manusia. Bahan makanan, minuman, bumbu masak, zat pewarnapupuk hijaupakan ternak, bahan pengobatan, hingga racun dihasilkan oleh anggota-anggotanya. Semua tumbuhan anggota suku ini memiliki satu kesamaan yang jelas: buahnya berupa polong. Dalam dunia pertanian tumbuhan anggota suku ini seringkali disebut sebagai tanaman legum(legume). Anggota suku ini juga dikenal karena kemampuannya mengikat (fiksasi) nitrogen langsung dari udara (tidak melalui cairan tanah) karena bersimbiosis dengan bakteri tertentu pada akar atau batangnya. Jaringan yang mengandung bakteri simbiotik ini biasanya menggelembung dan membentuk bintil-bintil. (Wikipedia)

Legum akan tetap hijau ketika rumput menjadi matang dan mengering seiring dengan berlangsungnya  musim kemarau. Kebanyakan spesies legume memiliki akan tunggang yang mampu menembus ke dalam tanah lebih jauh disbanding dengan rumput yang berakar serabut. Bagian akar inilah yang sekaligus menjadi nilai penting legume yaitu bagian akar yang membesar kebanyakan menyediakan hara/nutrisi dan persediaan air saat masa kemarau. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Perbaikan Padang Penggembalaan (Kombinasi Legume dan Rumput)

padang penggembalaan sapi soegeng entelemi 2

Padang Penggembalaan Sapi

Perbaikan padang penggembalaan dengan dominasi rumput terbatas, karena rendahnya produksi spesies rumput alam. Upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya harus dilakukan dengan menanam jenis rumput  unggul.

Sebelum melakukan langkah diatas terlebih dahulu dilakukan seleksi spesies rumput dan tingkat adaptasinya terhadap kondisi tanah setempat. Hal ini perlu dilakukan karena adanya factor penghambat produksi padang penggembalaan seperti : iklim, spesies tanaman dan kesuburan tanah. Perbaikan pada penggembalaan lain uyang dilakukan dengan penggantian spesies tanaman dan pemupukan.

Pupuk dibeberapa wilayah memberikan dampak kenaikan biaya ekonomis sehingga perlu dilakukan upaya lain untuk mengatasinya.  Perbaikan padang dengan melakukan pencampuran rumput dan legume menjadi salah satu solusi. Legume akam memberikan sumber nitrogen sehingga lahan dan rumput lebih subur dengan pupuk yang menghemat. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Memotong Rumput Gajah Dengan Benar (Meningkatkan Produksi Pakan)

Rumput Gajah dengan nama latin Pennisetum purpureum merupakan jenis rumput pakan ternak yang cukup familiar dikalangan peternak ruminansia. Rumput ini banyak diminati dan ditanam karena kemudahan tumbuh dan hidupnya, disamping itu juga produktivitas hijauannya.

Rumput gajah dapat tumbuh dalam berbagai kondisi tanah bahkan lahan gersang sekalipun, karena memang aslinya berasal dari daerah Afrika yang mahal air, tandus dan gersang. Sifat inilah yang menjadikannya tanaman pakan primadona di Indonesia.

Dipastikan peternak di Indonesia banyak yang menanamnya baik dilahan khusus maupun dipinggiran ataupun sela sela tanaman pangan/ tanaman keras. Untuk menghasilkan produksi rumput gajah yang optimal dan baik perlu dilakukan cara penanaman, cara perawatan dan pemotongan yang benar serta tepat. Melihat sifat diatas ada hal hal yang kurang diperhatikan peternak saat memotong rumput gajah, bahkan dibeberapa daerah terkesan asal asalan dalam memotongnya; sehingga efek buruknya menurunkan kualitas rumput itu sendiri pada periode berikutnya. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

PAKAN TERNAK LIMBAH SAWIT

pakan limbah sawit

Perkebunan sawit meningkat sangat pesat diwilayah Indonesia terutama di luar Jawa.  Sebuah bisnis pertanian yang sangat menarik. Terlepas  dari hasil utama perkebunan ini , ada potensi limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Baik itu limbah perkebunannya maupun limbah dari industri pengolahannya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Mengacu pada data dari mongabay.com dan Luas Kelapa Sawit Indonesia; dan Volume serta Nilai Ekspor Minyak Kelapa Sawit Indonesia, Direktorat Jenderal Perkebunan dari artikel Alvian Syafrizal, terlihat demikian pesatnya dan terbayang juga berapa banyak limbahnya.  Mengacu pada sudut pandang positif dan solutif menimbulkan peluang untuk memanfaatkan sebagai potensi pakan ternak ruminansia. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

STRATEGI PEMBERIAN HIJAUAN DAN KONSENTRAT

Keberhasilan suatu usaha peternakan sangat tergantung pada tata laksana pemeliharaan yang dilakukan. Hal yang perlu diperhatikan dalam tata laksana pemeliharaan ialah perkandangan, pemilihan bakalan, pemberian pakan, penjagaan kesehatan. Pakan yang dalam segitiga usaha peternakan memberikan pengaruh yang cukup besar. Jumlah pakan yang diberikan pada ternak tergantung pada tata laksana pemeliharaan, tujuan pemeliharaan dan kebutuhan ternak.

mulai

Konsumsi pakan ternak ditentukan adanya kandungan serat kasar dalam pakan, kandungan serat kasar yang terlalu tinggi dapat menurunkan konsumsi pakan. Pemberian pakan baik hijauan maupun konsentrat harus diatur dalam suatu teknik yang memberikan tingkat kecernaan ransum yang lebih tinggi. Pemberian hijauan yang hampir bersamaan waktunya dengan konsentrat dapat berkibat pada penurunan kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum.

Pemberian hijauan dilakukan secara bertahap dan minimal 4 kali dalam sehari semalam. Cara pemberian hijauan pada ternak yang digemukkan sebaiknya dihindari pemberian yang sekaligus dalam jumlah banyak. Pengaturan waktu pemberian konsentrat dan hijauan berpengaruh terhadap proses fermentasi dalam rumen. Bahan pakan konsentrat sebaiknya diberikan terlebih dahulu kemudian baru pakan hijauan dengan maksud merangsang mikroorganisme rumen. Pemberian konsentrat sebaiknya dilakukan dalam selang waktu 2 jam atau lebih dari pemberian hijauan, dimaksudkan untuk meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum. (dari berbagai sumber dan Siregar : Penggemukaan Sapi Potong; Ransum Ternak ruminansia)

Leave a comment »