Posts tagged sapi

Pentingnya Karantina Dari Sisi Pakan

Keseragaman hasil yang positif sangat diharapkan peternak….keseragaman atas penampilan fisik ternak  gemuk,  “klimis”, seger dan aktif.  Namuuun dari sekian individu ternak dikandang pastilah ada beberapa ekor dengan penampilan yang berbeda dengan lainnya. Peternak dengan  sistem perkandangan koloni sampai dengan semi individu, terutama pada ternak dilepas liarkan gembala biasanya lebih banyak menemui hal ini.

Menemui kondisi tersebut maka diperlukan karantina.  Karantina dalam arti luas ialah tempat pengasingan dari atau tindakan sebagai upaya pencegahan masuk dan tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina  dari suatu area ke area lain. Namun dari sisi pakan karantina (bahasan kita di materi ini non sakit dan penyakit yaa) diperlukan untuk mengatasi :

  • Ternak yang kalah dalam persaingan pakan
  • Ternak yang kurang toleran dengan jenis pakan tertentu
  • Ternak yang belum beradaptasi dengan pakan terjadwal
  • Ternak yang memerlukan segera asupan tertentu

So….apabila ternak sudah dalam karantina dan akar permasalah dalam hal pakan ditemukan, selanjutnya adalah memberikan pada ternak, memastikan terkonsumsi, memastikan terserap dengan optimal dan tidak ada gangguan atasnya. Tentunya langkah ini simultan dengan tindakan medik veteriner.

bobot 82penampilan sapi

Ilustrasi diatas adalah sebuah contoh usaha karantina yang dilakukan terkait penanganan pakan. Sapi diatas mengalami mal nutrisi bahkan sempat komplikasi dengan kesehatannya. Aplikasi karantina dangat membantu baik dari sisi peternak maupun ternaknya.

 

 

Iklan

Leave a comment »

Pakan Sapi Penggemukkan

Kendala lainnya dalam hal penggemukan sapi adalah bagaimana mendapatkan pakan ternak yang berkualitas dan tepat. Pakan yang diberikan berupa hijauan dan konsentrat. Pakan diberikan dengan cara dijatah/disuguhkan yang dikenal dengan istilah kereman. Konsumsi Bahan kering sapi adalah 3% bobot badan dan atau 10 % dari bobot badan untuk pemberian segar. Pemberian pakan dilakukan minimal 2 kali dalam sehari yaitu pagi dan sore dengan air minum adlibitum.. Target pertambahan bobot badan yang diharapkan adalah 0.7 – 0.9 kg/hari untuk jenis sapi local. Pada jenis sapi persilangan misal limosin dan sejenisnya maka target minimal yang harus diraih adalah pertambahan bobot badan minimal 1 – 1.3 kg/hari

Penggemukan Sapi Di Feedlot

Penggemukan Sapi Di Feedlot

Manajemen pemberian pakan yang baik perlu dipelajari karena merupakan upaya untuk memperbaiki kualitas pakan yang diberikan. Pemberian pakan yang tidak memenuhi kebutuhan ternak akan merugikan. Manajemen pemberian pakan harus memperhatikan penyusunan ransum kebutuhan zat-zat untuk ternak yang meliputi jenis ternak, berat badan, tingkat pertumbuhan, tingkat produksi, dan jenis produksi (Chuzaemi,S dan Hartutik,1988).
Penelitian menunjukkan bahwa penggemukkan dengan mengandalkan pakan berupa hijauan saja, kurang memberikan hasil yang optimal dan membutuhkan waktu yang lama. Salah satu cara mempercepat penggemukan adalah dengan pakan kombinasi antara hijauan dan konsentrat. Konsentrat diberikan lebih dahulu untuk memberi pakan mikrobia rumen, sehingga ketika pakan hijauan masuk rumen, mikrobia rumen telah siap dan aktif mencerna hijauan. Imbangan hijauan dan konsentrat yang digunakan adalah 20- 40% : 60 – 80%.

Hijauan Pakan Ternak

Hijauan Pakan Ternak

Hijauan pakan yang dapat diberikan berupa jerami padi dan rumput. Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian yang cukup besar jumlahnya dan belum sepenuhnya dimanfaatkan. Pakan ini tersedia banyak di berbagai wilayah. Kualitas awal pakan ini (jerami) rendah sehingga diperlukan pengolahan lanjutan untuk meningkatkan kegunaannya. Pengolahan yang dapat dilakukan misalnya amoniasi dan fermentasi. Hijauan basah dari rumput diberikan juga sesekali misal untuk malam hari saja.


Konsentrat pada tahap awal menggunakan konsentrat produksi pabrik yang berada diwilayah terdekat. Konsentrat dapat juga dibuat sendiri dengan mengoptimalkan pemakaian potensi limbah dilingkungan terdekat. Konsentrat sapi potong yang dipilih minimal dengan kandungan protein kasar 12%, bahan kering 88% dan TDN 65-70%. Langkah ini dilakukan dengan memperhatikan tingkat harga bahan baku diwilayah masing-masing. Penyusunan konsentrat sendiri akan dilakukan apabila secara ekonomis lebih murah dibanding konsentrat produksi pabrik.

 

Leave a comment »

ESTIMASI BERANAK PADA SAPI LAKTASI PERTAMA (CASE PENGAMATAN PADA FH)

Kehadiran peternak yang sigap memberikan pertolongan pada sapi yang akan melahirkan merupakan hal yang vital, terutama pada sapi yang baru melahirkan pertama kali (laktasi pertama). Agar peternak siaga maka perlu diketahui waktu melahirkan. Pada manusia ada istilah HPL (hari prediksi lahir) hendaknya pada ternak minimal hal ini diketahui juga. Penentuan waktu kelahiran ternak merupakan sesuatu yang sulit sehingga banyak kejadian anak yang lahir tidak selamat dan atau induk kelehahan karena kesulitan melahirkan bahkan ada yang sampai mati.

Berdasar  kondisi dan keadaan tersebut diatas maka perlu diketahui  estimasi ternak melahirkan yang akurat. Sebuah pengamatan telah dilakukan di Jepang dengan mengamati suhu tubuh sapi untuk melakukan estimasi kelahiran. Pemeriksaan suhu tubuh sapi dengan menggunakan fenomena penurunan suhu, dari hasilnya dapat digunakan untuk memperkirakan waktu kelahiran.

Tabel pengukuran suhu sapi estimasi lahir

tabel pengukuran suhu sapi estimasi lahir

  • Pengukuran suhu tubuh dilakukan melalui rektal (thermo rektal)
  • Pengukuran suhu dilakukan mulai satu minggu sebelum tanggal estimasi
  • Pengukuran suhu tubuh dilakukan pada waktu yang sama misal pagi (jam 09.00) dan sore (16.00)
  • Rataan suhu tubuh sapi dari satu bulan sebelum melahirkan berkisar 38,50 C dan terus bertambah
  • Apabila pengukuran menunjukkan ketidaknormalan, perlu dilakukan pengulangan pengukuran
  • Apabila suhunya naik secara drastic, perlu perhatian khusus dikhawatirkan terjadi abortus
  • Apabila suhu tubuh sapi menurun 0,80C dengan ± 0,30C (suhu tubuh waktu pagi/sore) dari suhu normal, maka sapi tersebut dalam waktu 19 jam lagi ± 5 jam lagi akan melahirkan

    Grafik pengukuran suhu sapi estimasi lahir

    Grafik pengukuran suhu sapi estimasi lahir

(Hasil uji coba, BAlai Penelitian Ternak Iwate; Handbook Usaha Ternak Sapi Perah, youkenjou)

Leave a comment »

Poin Poin Vital Breeding

Breeding  secara redaksional berarti membiakkan. Breeding stock adalah sekelompok hewan yang digunakan dengan tujuan untuk dilakukan pemuliaan secara terencana untuk mendapatkan ras baru. Breeding stock dapat berupa hewan yang masih murni (purebred) maupun hewan yang bukan ras murni, yang memiliki sifat yang diinginkan sehingga ketika disilangkan diasumsikan akan dapat menggabungkan, atau mendapatkan sifat yang lebih baik dari ras sebelumnya (Wikipedia)

Breeding merupakan pilar utama dalam usaha peternakan, beberapa pakar dan pelaku peternakan bahkan mengatakan kegiatan breeding adalah jantungnya usaha peternakan. Dalam artian praktis yaitu usaha untuk mengembangbiakkan ternak dengan cara mengawinkan ternak pejantan dengan betina, baik dalam artian kawin fisik langsung dana tau menggunakan teknologi reproduksi sehingga menghasilkan anakan yang berkualitas.

Ada beberapa poin penting dan menentukan dalam kegiatan breeding diantaranya :

  • Penentuan kambing bakalan yang berkualitas baik (jenis, bobot badan, kondisi fisiologis).

perawatan pejantan

Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

PAKAN TERNAK LIMBAH SAWIT

pakan limbah sawit

Perkebunan sawit meningkat sangat pesat diwilayah Indonesia terutama di luar Jawa.  Sebuah bisnis pertanian yang sangat menarik. Terlepas  dari hasil utama perkebunan ini , ada potensi limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Baik itu limbah perkebunannya maupun limbah dari industri pengolahannya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Mengacu pada data dari mongabay.com dan Luas Kelapa Sawit Indonesia; dan Volume serta Nilai Ekspor Minyak Kelapa Sawit Indonesia, Direktorat Jenderal Perkebunan dari artikel Alvian Syafrizal, terlihat demikian pesatnya dan terbayang juga berapa banyak limbahnya.  Mengacu pada sudut pandang positif dan solutif menimbulkan peluang untuk memanfaatkan sebagai potensi pakan ternak ruminansia. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Pakan Ayam VS Pakan Ruminansia

data distribusi jenis pakan

Berdasarkan data Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) tahun 2016, distribusi jenis pakan ternak didominasi oleh sector unggas yaitu 97% (  46 % Pakan Broiler, 40% Pakan layer dan 10 % Breeder).  Angka 3 persen terbagi pada jenis pakan ikan, udang, sapi dan babi. Angka ini nyaris sama dengan data pada tahun sebelumnya 2015.
Melihat data tersebut banyak pertanyaan yang muncul…..Apakah sector non unggas (terutama ruminansia)  tidak menguntungkan?

Angka produksi pakan unggas sangat tinggi dan telak dibanding jenis pakan ternak lain; mengindikasikan banyaknya populasi unggas dan antusias usaha ternak unggas. Ternak non unggas kemudian diberikan pakan apa?Bagaimana dengan ternak non unggas  (terutama ruminan) ? Apakah tidak membeli pakan pabrikan? Pakannya darimana? Baca entri selengkapnya »

Comments (2) »

Qurban …Tips dan Trik Lapak Jualan Hewan Qurban

Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, seperti yang telah disampaikan Presiden Jokowi dalam sebuah kunjungan kerja awal bulan Agustus 2017. Kenyataan ini merupakan sebuah potensi kekuatan yang harus dimanajemen dengan baik dan benar demi kemajuan bersama.

Bagi peternak ruminansia (sapi, kambing domba, kerbau) dapat juga mengambil peranan dalam hal ini. Bagaimana ? kok bisa?

Yaa…momen Idul Adha dengan ibadah qurban merupakan salah satu pasar besar lagi menggiurkan untuk melakukan penjualan hasil ternaknya. Sangat logis karena pada saat tersebut permintaan (demand) hewan untuk korban meningkat dibanding pada bulan lainnya.

Sudah banyak bahasan yang disampaikan dan ditulis mengenai bagaimana tata cara memilih hewan qurban yang baik dan benar. Misalnya  hewan qurban dipilih dari ternak yang memenuhi syarat hewan qurban, ternak harus sehat, tidak cacat, cukup umur dan gemuk. Akan tetapi relatif belum banyak yang mengulasnya dari sisi penjual/ pelapak hewan qurban.

Pasar yang menjanjikan ini terkadang menjadikan pelaku usaha qurban bertindak nyaris sporadis  spekulatif dalam mendirikan lapan dan melakukan jualannnya. Tidak salah andai banyak lapak yang memilih lokasi pinggir jalan yang ramai dan strategis, namun hal itu saat ini masih perlu dioptimalkan.

Mengapa?

Tingkat persaingan yang ada saat ini dalam hal penjualan hewan qurban sudah sangat ketat bahkan dibeberapa daerah sampai ada istilah”perang” harga.  Namun hal ini bukanlah solusi yang pas untuk menjalankan usaha. Kreatifitas seni berjualan merupakan salah satu solusinya, bagaimana tampil beda dalam membuka lapak juga bisa menjadi pilihan. Akan tetapi yang pasti perlu dipersiapkan beberapa hal yang memberikan tingkat keyakinan dan kepuasan calon pembeli.

  • Hindari lapak berada dijalur hijau, trotoar dan jalan protokol

syarat lokasi lapak

Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »