Posts tagged sapi

Indikator Gemuk-Kurus Pada Ternak

Bagi pelaku hilir peternakan terutama pada ternak potong harus memahami potensi karkas yang dihasilkan dari seekor ternak hidup. Kemampuan ini dapat diasah dengan memerhatikan kondisi tubuh ternak sebelum dipotong. Pemahaman ini membantu pelaku usaha apakah saat membeli ternak akan mendapatkan daging yang lebih banyak atau lebih sedikit. Gambaran hasil ini dapat diperoleh dengan memperhatikan beberapa bentuk bagian tubuh ternak dan formasinya dalam tubuh.

Sebelumnya perlu dipahami beberapa istilah pada bagian tubuh ternak

Istilah pada bagian tubuh ternak

Istilah pada bagian tubuh ternak

Tiga bagian utama yang sering menjadi perhatian sebagai bahan evaluasi adalah bagian depan, belakang dan atas atau lebih jelasnya : Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Hygiene Scoring ……

 

Kebersihan terutama pada ternak jenis perah sangat menentukan kualitas susu yang dihasilkan. Kebersihan kandang mutlak dilakukan selain kebersihan pada badan ternak. Tingkat kebersihan ternak perah dapat disajikan dengan scoring yaitu dengan mengamati kondisi kaki bagian bawah, ambing dan kaki bagian atas.   Skala 1 menunjukkan ternak dalam kondisi bersih dan skala meningkat seiring dengan kondisi badan ternak yang semakin kotor.

Hygiene Scoring Card

Hygiene Scoring Card

Berikut Panduan acuan dalam scoring hygienitas pada sapi:

Kaki bagian bawah, Amati kotoran  ke arah bagian atas kaki

  1. Sedikit atau tanpa kotoran diatas coronary band
  2. Percikan kecil kotoran
  3. Plak/flek yang berbeda diatas coronary band tapi bulu kaki terlihat
  4. Plak/vlek padat memanjang ke arah atas kaki

Ambing, Mengamati ambing bakian belakang dan samping

  1. Tanpa kotoran
  2. Sedikit percikan kotoran dekat puting
  3. Plak/flek yang berbeda kurang dari setengah ambing
  4. Konfluent plag atau kotoran yang bertebaran di sekitar puting

 

Kaki bagian Atas & Flank, mengamati kaki bagian tas & flank

  1. Tanpa kotoran
  2. Sedikit percikan kotoran
  3. Plag/flek kotoran dengan rambut terlihat
  4. Banyak korotan pada kaki kearah atas

 

 

Leave a comment »

Cerita Tentang….Grassing

cropped-padang-penggembalaan-sapi-soegeng-entelemi-2.jpg

Kita adalah konduktor orkestra; rumput dan ternak……mereka musisinya yang melakukan harmonisasi sehingga terbentuk keindahan.

Anugrah Allah bermain dalam aktivitas ini yaitu matahari, tanah, rumput dan ternak; manusia hanyalah penjaga harmonisasi. Dalam tiap komponen tersebut memiliki kedahsyatan tersendiri. Matahari sebagai sumber energi utama makluk hidup sebagai sumber vitamin. Tanah dengan berbagai karakter kombinasi material dan mineral, sebagai central base activity, tanah mengkonversi sebuah bentuk kehidupan tanaman. Rumput – tanaman dengan klorofilnya mengkonversi karbon dioksida dan air menjadi material organik. Ternak ruminansia dengan rumennya yang mengandung mikroba mengkonversi serat serat rumput menjadi daging. Dan akhirnya keberkahan yang Allah ciptakan ini dinikmati manusia.

Konsep ini apabila dikelola dengan benar dan tepat, sejalan dengan buah pikiran manusia tentang konsep ternak harus mengedepankan kaidah “Animal Welfare”

  • Ternak bebas dari lapar dan haus
  • Ternak bebas dari rasa panas dan tidak nyaman
  • Ternak bebas dari rasa sakit, luka dan penyakit
  • Ternak bebas dari rasa takut dan penderitaan
Peran Ruminansia DILahan Rumput

Peran Ruminansia DILahan Rumput

Di alam, ruminansia dengan makanan utama hanyalah rumput dan herba. Hanya sebagian saja biji-bijian yang secara alami dialam. Basic inilah salah satu dasar atas grasfed, dimana konsep ternak dengan pakan yang tetap berkualitas dengan sumber utama dari jenis rumput-rumputan; dan ada proses penggembalaan. Integrasi antara rumput dan ternak mulai dari sini sudah terjalin.

Ternak memakan rumput yang kaya bahan organik dan mineral. Ternak dengan proses rumennya menghasilkan kotoran yang akan kembali ke tanah untuk mendukung pertumbuhan rumput.

Qualitas dan Quantitas Rumput

Qualitas dan Quantitas Rumput

Sebagai konduktor manusia harus mengetahui kapan dan dimana waktu yang tepat proses grassing ini dilakukan. Siklus rumput seperti layaknya siklus makhluk hidup kecil tumbuh besar dan seterusnya. Hal ini untuk mengetahui kapan rumput pada kondisi baik secara quality maupun quantity. Tanamaan pakan/rumput pada kondisi terbaik pada saat menjelang berbunga. Kondisi awal sampai menjelang berbungga baik dalam nutrisi namun quantitasnya perlahan naik. Kualitasnya akan turun pasca berbungga dan berbiji.

Produktivitas Rumput

Produktivitas Rumput

Pada rumput gembala interval waktu grassing yang paling ideal pada saat ketinggian rumput 2-8. Saat rumput dibawah ukuran ini hendaknya dilakukan penghentian dan dilakukan pemindahan ke lahan lain. Namun apabila terlalu tinggi juga hendaknya digunakan sebagai rumput potong agar siklus kembali ke awal.

Inilah salah satu gambaran yang harus dilakukan konduktor agar harmonisasi terus terjaga. Rumput tumbuh dengan baik, ternak tumbuh dengan optimal dan memberikan benefit pada manusia.

Leave a comment »

Pentingnya Karantina Dari Sisi Pakan

Keseragaman hasil yang positif sangat diharapkan peternak….keseragaman atas penampilan fisik ternak  gemuk,  “klimis”, seger dan aktif.  Namuuun dari sekian individu ternak dikandang pastilah ada beberapa ekor dengan penampilan yang berbeda dengan lainnya. Peternak dengan  sistem perkandangan koloni sampai dengan semi individu, terutama pada ternak dilepas liarkan gembala biasanya lebih banyak menemui hal ini.

Menemui kondisi tersebut maka diperlukan karantina.  Karantina dalam arti luas ialah tempat pengasingan dari atau tindakan sebagai upaya pencegahan masuk dan tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina  dari suatu area ke area lain. Namun dari sisi pakan karantina (bahasan kita di materi ini non sakit dan penyakit yaa) diperlukan untuk mengatasi :

  • Ternak yang kalah dalam persaingan pakan
  • Ternak yang kurang toleran dengan jenis pakan tertentu
  • Ternak yang belum beradaptasi dengan pakan terjadwal
  • Ternak yang memerlukan segera asupan tertentu

So….apabila ternak sudah dalam karantina dan akar permasalah dalam hal pakan ditemukan, selanjutnya adalah memberikan pada ternak, memastikan terkonsumsi, memastikan terserap dengan optimal dan tidak ada gangguan atasnya. Tentunya langkah ini simultan dengan tindakan medik veteriner.

bobot 82penampilan sapi

Ilustrasi diatas adalah sebuah contoh usaha karantina yang dilakukan terkait penanganan pakan. Sapi diatas mengalami mal nutrisi bahkan sempat komplikasi dengan kesehatannya. Aplikasi karantina dangat membantu baik dari sisi peternak maupun ternaknya.

 

 

Leave a comment »

Pakan Sapi Penggemukkan

Kendala lainnya dalam hal penggemukan sapi adalah bagaimana mendapatkan pakan ternak yang berkualitas dan tepat. Pakan yang diberikan berupa hijauan dan konsentrat. Pakan diberikan dengan cara dijatah/disuguhkan yang dikenal dengan istilah kereman. Konsumsi Bahan kering sapi adalah 3% bobot badan dan atau 10 % dari bobot badan untuk pemberian segar. Pemberian pakan dilakukan minimal 2 kali dalam sehari yaitu pagi dan sore dengan air minum adlibitum.. Target pertambahan bobot badan yang diharapkan adalah 0.7 – 0.9 kg/hari untuk jenis sapi local. Pada jenis sapi persilangan misal limosin dan sejenisnya maka target minimal yang harus diraih adalah pertambahan bobot badan minimal 1 – 1.3 kg/hari

Penggemukan Sapi Di Feedlot

Penggemukan Sapi Di Feedlot

Manajemen pemberian pakan yang baik perlu dipelajari karena merupakan upaya untuk memperbaiki kualitas pakan yang diberikan. Pemberian pakan yang tidak memenuhi kebutuhan ternak akan merugikan. Manajemen pemberian pakan harus memperhatikan penyusunan ransum kebutuhan zat-zat untuk ternak yang meliputi jenis ternak, berat badan, tingkat pertumbuhan, tingkat produksi, dan jenis produksi (Chuzaemi,S dan Hartutik,1988).
Penelitian menunjukkan bahwa penggemukkan dengan mengandalkan pakan berupa hijauan saja, kurang memberikan hasil yang optimal dan membutuhkan waktu yang lama. Salah satu cara mempercepat penggemukan adalah dengan pakan kombinasi antara hijauan dan konsentrat. Konsentrat diberikan lebih dahulu untuk memberi pakan mikrobia rumen, sehingga ketika pakan hijauan masuk rumen, mikrobia rumen telah siap dan aktif mencerna hijauan. Imbangan hijauan dan konsentrat yang digunakan adalah 20- 40% : 60 – 80%.

Hijauan Pakan Ternak

Hijauan Pakan Ternak

Hijauan pakan yang dapat diberikan berupa jerami padi dan rumput. Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian yang cukup besar jumlahnya dan belum sepenuhnya dimanfaatkan. Pakan ini tersedia banyak di berbagai wilayah. Kualitas awal pakan ini (jerami) rendah sehingga diperlukan pengolahan lanjutan untuk meningkatkan kegunaannya. Pengolahan yang dapat dilakukan misalnya amoniasi dan fermentasi. Hijauan basah dari rumput diberikan juga sesekali misal untuk malam hari saja.


Konsentrat pada tahap awal menggunakan konsentrat produksi pabrik yang berada diwilayah terdekat. Konsentrat dapat juga dibuat sendiri dengan mengoptimalkan pemakaian potensi limbah dilingkungan terdekat. Konsentrat sapi potong yang dipilih minimal dengan kandungan protein kasar 12%, bahan kering 88% dan TDN 65-70%. Langkah ini dilakukan dengan memperhatikan tingkat harga bahan baku diwilayah masing-masing. Penyusunan konsentrat sendiri akan dilakukan apabila secara ekonomis lebih murah dibanding konsentrat produksi pabrik.

 

Leave a comment »

ESTIMASI BERANAK PADA SAPI LAKTASI PERTAMA (CASE PENGAMATAN PADA FH)

Kehadiran peternak yang sigap memberikan pertolongan pada sapi yang akan melahirkan merupakan hal yang vital, terutama pada sapi yang baru melahirkan pertama kali (laktasi pertama). Agar peternak siaga maka perlu diketahui waktu melahirkan. Pada manusia ada istilah HPL (hari prediksi lahir) hendaknya pada ternak minimal hal ini diketahui juga. Penentuan waktu kelahiran ternak merupakan sesuatu yang sulit sehingga banyak kejadian anak yang lahir tidak selamat dan atau induk kelehahan karena kesulitan melahirkan bahkan ada yang sampai mati.

Berdasar  kondisi dan keadaan tersebut diatas maka perlu diketahui  estimasi ternak melahirkan yang akurat. Sebuah pengamatan telah dilakukan di Jepang dengan mengamati suhu tubuh sapi untuk melakukan estimasi kelahiran. Pemeriksaan suhu tubuh sapi dengan menggunakan fenomena penurunan suhu, dari hasilnya dapat digunakan untuk memperkirakan waktu kelahiran.

Tabel pengukuran suhu sapi estimasi lahir

tabel pengukuran suhu sapi estimasi lahir

  • Pengukuran suhu tubuh dilakukan melalui rektal (thermo rektal)
  • Pengukuran suhu dilakukan mulai satu minggu sebelum tanggal estimasi
  • Pengukuran suhu tubuh dilakukan pada waktu yang sama misal pagi (jam 09.00) dan sore (16.00)
  • Rataan suhu tubuh sapi dari satu bulan sebelum melahirkan berkisar 38,50 C dan terus bertambah
  • Apabila pengukuran menunjukkan ketidaknormalan, perlu dilakukan pengulangan pengukuran
  • Apabila suhunya naik secara drastic, perlu perhatian khusus dikhawatirkan terjadi abortus
  • Apabila suhu tubuh sapi menurun 0,80C dengan ± 0,30C (suhu tubuh waktu pagi/sore) dari suhu normal, maka sapi tersebut dalam waktu 19 jam lagi ± 5 jam lagi akan melahirkan

    Grafik pengukuran suhu sapi estimasi lahir

    Grafik pengukuran suhu sapi estimasi lahir

(Hasil uji coba, BAlai Penelitian Ternak Iwate; Handbook Usaha Ternak Sapi Perah, youkenjou)

Leave a comment »

Poin Poin Vital Breeding

Breeding  secara redaksional berarti membiakkan. Breeding stock adalah sekelompok hewan yang digunakan dengan tujuan untuk dilakukan pemuliaan secara terencana untuk mendapatkan ras baru. Breeding stock dapat berupa hewan yang masih murni (purebred) maupun hewan yang bukan ras murni, yang memiliki sifat yang diinginkan sehingga ketika disilangkan diasumsikan akan dapat menggabungkan, atau mendapatkan sifat yang lebih baik dari ras sebelumnya (Wikipedia)

Breeding merupakan pilar utama dalam usaha peternakan, beberapa pakar dan pelaku peternakan bahkan mengatakan kegiatan breeding adalah jantungnya usaha peternakan. Dalam artian praktis yaitu usaha untuk mengembangbiakkan ternak dengan cara mengawinkan ternak pejantan dengan betina, baik dalam artian kawin fisik langsung dana tau menggunakan teknologi reproduksi sehingga menghasilkan anakan yang berkualitas.

Ada beberapa poin penting dan menentukan dalam kegiatan breeding diantaranya :

  • Penentuan kambing bakalan yang berkualitas baik (jenis, bobot badan, kondisi fisiologis).

perawatan pejantan

Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »