Posts tagged kambing

Kolostrum-Susu sebagai Proteksi Pertumbuhan

Masa kecil hingga muda adalah masa masanya tumbuh dan kembang secara signifikan, demikian juga berlaku untuk ternak dimasa muda pertumbuhan maksimal optimal berlangsung. Suatu masa apabila tidak mendapat support yang optimal akan mempengaruhi tumbuh kembang pada masa masa berikutnya.

Masa “cempe” pada kambing domba….masa “pedet” pada sapi serta masa “gudel” pada kerbau merupakan peletakkan pondasi pada arah usaha ternak selanjutnya. Penentu hasil produksi baik susu, daging maupun anakan pada generasi selanjutnya. Anakan sebagai hasil breeding agar mengalami tumbuh kembang optimal harus disupport oleh

  • Feeding Program yang bagus
  • Manajemen yang tepat
  • Biosecurity yang pas.

Pada artikel berikut ini akan dikupas mengenai feeding program dimasa awal pertumbuhan anakan. Lebih khusus lagi pada asupan susu yang diperoleh anak dari induknya. Susu selama masa laktasi induk dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis berdasarkan masa produksinya dan kandungannya yaitu Baca entri selengkapnya »

Iklan

Leave a comment »

Asupan Pakan (Bagus dan Cukup) Saat Sapih

Anak kambing / cempe pada masa awal, saat  masih menyusu bersama induknya maka perkembangan saluran cerna pengolah serat belum siap. Pada masa awal mereka  hampir sama dengan ternak lambung tunggal. Dimana asupan pakan dengan serat yang tinggi menjadi kendala saat dicerna. Praktis pada masa ini susu induk maupun susu tambahan menjadi menu utama pencernaannya hingga masa sapih.

Kondisi cempe pada masa awal s/d sapih menentukan kondisi mereka nantinya saat dewasa.  Dimana kondisi tumbuh dan perkembangan yang optimal terjadi dimasa ini terutama perkembangan tulang. Pertulangan yang sempurna akan mendukung perkembangan ternak saat dewasa nantinya. Hal ini  harus didukung dengan pakan yang baik dan tepat.

Pakan pada saat cempe disapih menjadi salah satu penentu tumbuh kembangnya, karena saat sapih susu induk tidak lagi didapatkannya. Cempe harus mulai mengikuti pola pakan induknya dan individu lain yaitu hijauan/ pakan berserat sebagai asupan pokok. Namun cempe pasca sapih tidak bisa serta merta langsung diberi asupan serat dalam jumlah banyak, mengingat lambung gandanya belum berkembang optimal.

Masa transisi ini cempe perlu mendapatkan pakan yang berkualitas baik dengan kandungan serat pakan sedikit sampai dengan cukup berserat. Kombinasi pemberian hijauan dan konsentrat yang tepat akan mendukung perkembangan rumennya.  Konsentrat dengan kandungan protein kasar minimal 16—18% dengan TDN (Total Digestible Nutrien) min 70% sebagai menu penguat (pemberian 1,5-2% BB) dan hijauan berserat dominan asal leguminosa/kacang-kacangan (pemberian 10% BB) sebagai pendukung perkembangan rumen, baik diberikan pada masa sapih.

Cempe  masa sapih yang relatif terpenuhi kebutuhannya akan menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan lebih baik pada bulan bulan berikutnya. Hal ini dibandingkan dengan cempe yang mendapatkan asupan pakan pas-pasan.

Sebagai peternak pengamatan dan evaluasi mutlak diperlukan untuk perbaikan dan perbaikan dikandangnya. Kami melakukan pengamatan pada 10 ekor cempe lepas sapih  dengan perlakuan ketersediaan konsentrat. Ada dua kelompok pengamatan cempe yaitu

  • Kelompok 1 —> 5 ekor cempe dengan rataan bobot badan lebih tinggi diberikan konsentrat sesuai jadwal pemberiannya.
  • Kelompok 2 —> 5 ekor cempe dengan rataan bobot sapih lebih rendah dengan pemberian konsentrat lebih sering s/d relatif ada terus.
Persentase Pertambahan Bobot Pada Cempe

Persentase Pertambahan Bobot Pada Cempe

Hasil pengamatan kami pada cempe kelompok 1 mengalami persentase pertambahan bobot badan lebih tinggi dibanding kelompok 2 apabila dibandingkan dengan bobot sapih. Berdasarkan pengamatan ini maka asupan pakan saat sapih sangat menentukan tumbuh kembang ternak pada masa selanjutnya.

 

Leave a comment »

Natural Dekomposer

Peternak Kambing-Domba masih banyak yang mindset nya belum berubah terkait pakan. Pemberian pakan masih mengacu pada apa yang ternak (Kambing-Domba)   “amat” sukai. Meski sudah menggunakan pakan pabrikan (konsentrat) sekalipun.

Padahal di dalam lembaran kertas yang menempel pada karung pakan sudah tertera jelas komposisi bahannya. Pun ketika kita coba ambil segenggam dan kita teliti satu persatu, akan ditemukan bahan-bahan  yang secara nalar umum tidak bakal diberikan pada kambing-dombanya. Sebut saja janggel jagung, kulit kacang tanah, kulit kopi, bagase, dll.
Kambing-domba sebagai natural dekomposer  memang pada dasarnya adalah herbivora, alias pemakan tanaman (dan produk turunannya). Artinya sebenarnya Kambing-Domba bisa dan mau diberikan semua jenis tanaman dan produk turunannya. Tinggal kitanya bisa apa tidak membentuk dan menyajikan tanaman dan turunannya tersebut untuk bisa dikonsumsi oleh kambing-domba.
Fix, mindset kita harus diubah dari pakan kambing-romba hanya yang disukai saja menjadi Kambing-Domba doyan semua jenis tanaman.

Kambing-domba doyan semua jenis daun, dan hanya 4 jenis daun yang Kambing-Domba tidak doyan.
Keinginan tidak ingin ribet dan repot, menjadikan peternak Kambing-Domba hanya memberikan yg ternaknya mau saja, misal diberikan daun nangka, sengon, lamtoro, rumput lapangan, rumput budidaya saja… Padahal dengan logika yang sama akan ditemukan bahwa perlakuan pemberian pakan yang seperti itulah yang membuat semakin ribet dan repot. Kontinyuitas bahan pakan seperti tersebut jelas tidak memadai, lahan juga tidak bertambah luas untuk tumbuhnya tanaman tersebut. Bersaing dengan sesama pencari tanaman tersebut sudah bukan keniscayaan lagi. Yang ujungnya adalah kekalahan harga jual ketika pada waktunya kesulitan tanaman pakan pada kemarau dan ketiadaan tanaman tersebut.
Bahan pakan yang tidak disukai ternak, artinya  ternak tidak langsung mau memakannya sedari dulu sudah tersedia dan jumlahnya banyak. Pada akhirnya banyak yang dilupakan, sehingga sifat gumunan muncul ketika ada yg mulai memanfaatkannya sebagai pakan ternak. Dengan pengelolaan dan pengolahan tertentu, jenis bahan pakan tidak disukai ternak bisa menjadi pakan, hanya membutuhkan langkah pengelolaan dan pengolahan supaya  Kambing-Domba  menjadi doyan dan suka.

Anggapan proses pengolahan pakan adalah menjadikan ribet sebenarnya tidak betul juga, justru dengan melakukan pengolahan bahan pakan peternak akan mampu menciptakan kemandirian dalam hal harga jual dan kontinyuitas pakan. Karena tidak akan lagi ada namanya kerepotan mencari pakan.
Yang perlu dipelajari adalah teknik dan cara yang harus dilakukan untuk menjadikan bahan pakan tidak disukai ternak tersebut menjadi bahan yang Kambing-Domba mau memakannya:

1.  Bahan dengan kandungan serat kasar tinggi (Lignin), dengan ciri fisik ulet tidak mudah putus/patah dengan langkah mekanik memperluas permukaan dgn chooping sesuai ukuran kesukaan kambing-domba. Jika dengan langkah ini saja kambing-domba sudah doyan berarti sudah bagus hanya dengan 1 langkah selesai. Langkah berikutnya ketika dengan chooping saja belum doyan, lakukan langkah fermentasi menggunakan bakteri yg berasal dari perut ruminansia yg sifat utamanya lignolitik. Jangan menggunakan bakteri selainnya.
2. Bahan yang beracun semisal dedaunan segar. Ya daun yang masih segar/baru petik mengandung antinutrisi/zat racun, semua jenis dedaunan ada racunnya dan bersifat spesifik. Makanya ulat pemakan daun Gamal tidak akan sampai dengan ulat pemakan daun jeruk.

Untuk jenis dedaunan/pepohonan yang memiliki antinutrisi/radun lakukan penghilangan racun dengan pemanasan (jemur atau rebus) dan atau pencampuran dengan bahan-bahan lain minimal 4 macam dedaunan. Sesuaikan dengan ukuran yang disukai ternak dengan dicacah, lalu campur-campur sebelum diberikan ke Kambing-Domba. Aman sentosa….
3. Pemberian atraktan, atau zat yg merangsang Kambing-Domba untuk doyan makan. Kambing-domba itu buta warna, jadi tidak akan peduli dengan warna tanaman. Yang mereka makan berdasar pada rasa dan bau. Asin, manis dan masam adalah rasa yang disukai Kambing-Domba.

Silakan pergunakan salah satu untuk menarik kesukaan makan pada pakan yang kita berikan . Manis dengan gula, asin dengan garam, masam dengan pengasaman, cuka, atau buah asam itu sendiri.
To be continue..,.
Demikian sekilas tentang kenapa beternak itu sudah ribet, maka jangan dibikin tambah ribet… See you next trip, kapten..!
#salamternak kapten…..
Lukman Farmer & Co.Peternakan Ruminansia, Konsultan & Pendampingan Peternakan

Cp. 081808153767 – 085640954548 (WA) IG: lukman_farmer

Leave a comment »

Merawat Cempe Pasca Lahir

Kambing/domba yang sedang bunting  akan melahirkan sekitar dua atau tiga jam setelah tanda tandanya tampak. Anak kambing/domba yang biasa disebut cempe, yang baru dilahirkan perlu diberi kehangatan  dan badannya dibersihkan. Cempe ini harus segera menyusu pada induknya dalam waktu satu atau dua jam setelah lahir karena cempe perlu segera mendapatkan kolostrum. Penyerapan antibody kolostrum oleh cempe sangat lambat, dalam waktu delapan jam setelah lahir cempe hanya mampu mengabsorbsi 50% kolostrum, sedangkan pada 36 jam setelah lahir antibody sudah tidak terdapat dalam kolostrum. Sehingga cempe yang lemah hendaknya cepat diberikan cekok/injeksi kolostrum ke lambung.

Apabila terdapat induk kurang perhatian terhadap cempe, maka yang harus dilakukan adalah

  • Mengikat leher induk sehingga cempe dapat menyusu
  • Meminta anak kandang untuk ekstra melakukan penjagaan
  • Lumuri hidung induk dengan aroma badan cempe dan lumuri hidung cempe dengan air susu induk

Kematian cempe tercatat 50-70% terjadi pada tiga sampai lima hari sejak kelahiran dan 80-90% terjadi selama bulan pertama sejak kelahirannya dapat disebabkan oleh :

  • Induk terlalu aktif dan tidak dikandangkan secara khusus
  • Cempe tidak segera mendapat susu dan atau kolostrum
  • Cempe kedinginan, menderita kelaparan atau pneumonia
  • Cempe dimangsa oleh predator
  • Cempe terhimpit induk (santosa, Undang.2006. Manajemen usaha ternak potong)

Leave a comment »

Poin Poin Vital Breeding

Breeding  secara redaksional berarti membiakkan. Breeding stock adalah sekelompok hewan yang digunakan dengan tujuan untuk dilakukan pemuliaan secara terencana untuk mendapatkan ras baru. Breeding stock dapat berupa hewan yang masih murni (purebred) maupun hewan yang bukan ras murni, yang memiliki sifat yang diinginkan sehingga ketika disilangkan diasumsikan akan dapat menggabungkan, atau mendapatkan sifat yang lebih baik dari ras sebelumnya (Wikipedia)

Breeding merupakan pilar utama dalam usaha peternakan, beberapa pakar dan pelaku peternakan bahkan mengatakan kegiatan breeding adalah jantungnya usaha peternakan. Dalam artian praktis yaitu usaha untuk mengembangbiakkan ternak dengan cara mengawinkan ternak pejantan dengan betina, baik dalam artian kawin fisik langsung dana tau menggunakan teknologi reproduksi sehingga menghasilkan anakan yang berkualitas.

Ada beberapa poin penting dan menentukan dalam kegiatan breeding diantaranya :

  • Penentuan kambing bakalan yang berkualitas baik (jenis, bobot badan, kondisi fisiologis).

perawatan pejantan

Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

BERDAMAI DENGAN ALAM

Setiap Balada Pria Panggilan (BPP) part 40.

Mensiasati kekuatan alam di musim penghujan

Solusi ternak saat hujan

Solusi ternak saat hujan

Bersyukur peternak Indonesia yg berada disekitaran khatulistiwa, hanya mendapatkan 2 musim yaitu penghujan dan musim kemarau.
Artinya sebagai peternak hanya perlu belajar penanganan ternak hanya di 2 musim tersebut. Akan lebih rumit lagi ketika peternak berada di 4 musim sebagaimana di negara sub tropis.

Pada peternak di Indonesia membutuhkan penanganan ternak di musim penghujan sepertinya akan menjadi lebih agak kompleks dibanding saat kemarau.

Saat penghujan adalah saat dimana Kelembaban menjadi lebih tinggi, saat kondisi lingkungan kandang menjadi lebih basah, saat kemalasan peternak bertambah dan beberapa hal lain yg jika tidak disiasati akan mempengaruhi performa kandang kita.

Ada beberapa hal yg patut diwaspadai dengan kambing/domba yg ada di kandang:
– waspada banjir tentunya karena curah hujannya meningkat.
Kewaspadaan ini akan lebih2 ketika kandang kita berada di lokasi buah rendah dan datar, serta memiliki riwayat kejadian banjir.
Struktur kandang panggung dengan ketinggian tertentu dapat menjadi siasat untuk menanggulangi kemungkinan kandang terendam oleh air banjir. Pembersihan secara berkala lingkungan kandang akan membantu mengurangi dampak jika kandang benar2 terendam banjir.

– waspada hewan2 yg tidak suka air akan ikut naik ke kandang.
Kejadian naikknya hewan2 lain saai lingkungan kandang basah karena hujan sering terjadi pada beberapa kandang yg berlokasi dekat dengan pepohonan (hutan) maupun lingkungan kandang yg tidak dekat pepohonan. Hewan seperti ular, kalajengking, serangga, bahkan ayam secara langsung dan tidak langsung akan berpengaruh terhadap ternak kitabyg ada di kandang. Pada beberapa kasus, hewan2 lain iki dapat memberikan gangguan yg berarti, seperti gigitan ular atau kalajengking atau kelabang.
Cek rutin kondisi kandang bis amenjadi siasat untuk menanganinya. Segera tanggap jika ada suara-suara lain dari ternak kita harus segera mendapatkan respon. Penanganan lainnya adalah dengan rutin melakukan sanitasi kandang baik dengan desinfektan maupun dengan anti serangga. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Qurban …Tips dan Trik Lapak Jualan Hewan Qurban

Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, seperti yang telah disampaikan Presiden Jokowi dalam sebuah kunjungan kerja awal bulan Agustus 2017. Kenyataan ini merupakan sebuah potensi kekuatan yang harus dimanajemen dengan baik dan benar demi kemajuan bersama.

Bagi peternak ruminansia (sapi, kambing domba, kerbau) dapat juga mengambil peranan dalam hal ini. Bagaimana ? kok bisa?

Yaa…momen Idul Adha dengan ibadah qurban merupakan salah satu pasar besar lagi menggiurkan untuk melakukan penjualan hasil ternaknya. Sangat logis karena pada saat tersebut permintaan (demand) hewan untuk korban meningkat dibanding pada bulan lainnya.

Sudah banyak bahasan yang disampaikan dan ditulis mengenai bagaimana tata cara memilih hewan qurban yang baik dan benar. Misalnya  hewan qurban dipilih dari ternak yang memenuhi syarat hewan qurban, ternak harus sehat, tidak cacat, cukup umur dan gemuk. Akan tetapi relatif belum banyak yang mengulasnya dari sisi penjual/ pelapak hewan qurban.

Pasar yang menjanjikan ini terkadang menjadikan pelaku usaha qurban bertindak nyaris sporadis  spekulatif dalam mendirikan lapan dan melakukan jualannnya. Tidak salah andai banyak lapak yang memilih lokasi pinggir jalan yang ramai dan strategis, namun hal itu saat ini masih perlu dioptimalkan.

Mengapa?

Tingkat persaingan yang ada saat ini dalam hal penjualan hewan qurban sudah sangat ketat bahkan dibeberapa daerah sampai ada istilah”perang” harga.  Namun hal ini bukanlah solusi yang pas untuk menjalankan usaha. Kreatifitas seni berjualan merupakan salah satu solusinya, bagaimana tampil beda dalam membuka lapak juga bisa menjadi pilihan. Akan tetapi yang pasti perlu dipersiapkan beberapa hal yang memberikan tingkat keyakinan dan kepuasan calon pembeli.

  • Hindari lapak berada dijalur hijau, trotoar dan jalan protokol

syarat lokasi lapak

Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »