Posts tagged kambing dekomposer

Natural Dekomposer

Peternak Kambing-Domba masih banyak yang mindset nya belum berubah terkait pakan. Pemberian pakan masih mengacu pada apa yang ternak (Kambing-Domba)   “amat” sukai. Meski sudah menggunakan pakan pabrikan (konsentrat) sekalipun.

Padahal di dalam lembaran kertas yang menempel pada karung pakan sudah tertera jelas komposisi bahannya. Pun ketika kita coba ambil segenggam dan kita teliti satu persatu, akan ditemukan bahan-bahan  yang secara nalar umum tidak bakal diberikan pada kambing-dombanya. Sebut saja janggel jagung, kulit kacang tanah, kulit kopi, bagase, dll.
Kambing-domba sebagai natural dekomposer  memang pada dasarnya adalah herbivora, alias pemakan tanaman (dan produk turunannya). Artinya sebenarnya Kambing-Domba bisa dan mau diberikan semua jenis tanaman dan produk turunannya. Tinggal kitanya bisa apa tidak membentuk dan menyajikan tanaman dan turunannya tersebut untuk bisa dikonsumsi oleh kambing-domba.
Fix, mindset kita harus diubah dari pakan kambing-romba hanya yang disukai saja menjadi Kambing-Domba doyan semua jenis tanaman.

Kambing-domba doyan semua jenis daun, dan hanya 4 jenis daun yang Kambing-Domba tidak doyan.
Keinginan tidak ingin ribet dan repot, menjadikan peternak Kambing-Domba hanya memberikan yg ternaknya mau saja, misal diberikan daun nangka, sengon, lamtoro, rumput lapangan, rumput budidaya saja… Padahal dengan logika yang sama akan ditemukan bahwa perlakuan pemberian pakan yang seperti itulah yang membuat semakin ribet dan repot. Kontinyuitas bahan pakan seperti tersebut jelas tidak memadai, lahan juga tidak bertambah luas untuk tumbuhnya tanaman tersebut. Bersaing dengan sesama pencari tanaman tersebut sudah bukan keniscayaan lagi. Yang ujungnya adalah kekalahan harga jual ketika pada waktunya kesulitan tanaman pakan pada kemarau dan ketiadaan tanaman tersebut.
Bahan pakan yang tidak disukai ternak, artinya  ternak tidak langsung mau memakannya sedari dulu sudah tersedia dan jumlahnya banyak. Pada akhirnya banyak yang dilupakan, sehingga sifat gumunan muncul ketika ada yg mulai memanfaatkannya sebagai pakan ternak. Dengan pengelolaan dan pengolahan tertentu, jenis bahan pakan tidak disukai ternak bisa menjadi pakan, hanya membutuhkan langkah pengelolaan dan pengolahan supaya  Kambing-Domba  menjadi doyan dan suka.

Anggapan proses pengolahan pakan adalah menjadikan ribet sebenarnya tidak betul juga, justru dengan melakukan pengolahan bahan pakan peternak akan mampu menciptakan kemandirian dalam hal harga jual dan kontinyuitas pakan. Karena tidak akan lagi ada namanya kerepotan mencari pakan.
Yang perlu dipelajari adalah teknik dan cara yang harus dilakukan untuk menjadikan bahan pakan tidak disukai ternak tersebut menjadi bahan yang Kambing-Domba mau memakannya:

1.  Bahan dengan kandungan serat kasar tinggi (Lignin), dengan ciri fisik ulet tidak mudah putus/patah dengan langkah mekanik memperluas permukaan dgn chooping sesuai ukuran kesukaan kambing-domba. Jika dengan langkah ini saja kambing-domba sudah doyan berarti sudah bagus hanya dengan 1 langkah selesai. Langkah berikutnya ketika dengan chooping saja belum doyan, lakukan langkah fermentasi menggunakan bakteri yg berasal dari perut ruminansia yg sifat utamanya lignolitik. Jangan menggunakan bakteri selainnya.
2. Bahan yang beracun semisal dedaunan segar. Ya daun yang masih segar/baru petik mengandung antinutrisi/zat racun, semua jenis dedaunan ada racunnya dan bersifat spesifik. Makanya ulat pemakan daun Gamal tidak akan sampai dengan ulat pemakan daun jeruk.

Untuk jenis dedaunan/pepohonan yang memiliki antinutrisi/radun lakukan penghilangan racun dengan pemanasan (jemur atau rebus) dan atau pencampuran dengan bahan-bahan lain minimal 4 macam dedaunan. Sesuaikan dengan ukuran yang disukai ternak dengan dicacah, lalu campur-campur sebelum diberikan ke Kambing-Domba. Aman sentosa….
3. Pemberian atraktan, atau zat yg merangsang Kambing-Domba untuk doyan makan. Kambing-domba itu buta warna, jadi tidak akan peduli dengan warna tanaman. Yang mereka makan berdasar pada rasa dan bau. Asin, manis dan masam adalah rasa yang disukai Kambing-Domba.

Silakan pergunakan salah satu untuk menarik kesukaan makan pada pakan yang kita berikan . Manis dengan gula, asin dengan garam, masam dengan pengasaman, cuka, atau buah asam itu sendiri.
To be continue..,.
Demikian sekilas tentang kenapa beternak itu sudah ribet, maka jangan dibikin tambah ribet… See you next trip, kapten..!
#salamternak kapten…..
Lukman Farmer & Co.Peternakan Ruminansia, Konsultan & Pendampingan Peternakan

Cp. 081808153767 – 085640954548 (WA) IG: lukman_farmer

Leave a comment »