Bahaya Plastik Bagi Ternak

Plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Mereka terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain. Plastik adalah polimer; rantai panjang atom mengikat satu sama lain. Rantai ini membentuk banyak unit molekul berulang, atau “monomer”. Plastik yang umum terdiri dari polimer karbon saja atau dengan oksigen, nitrogen, chlorine atau belerang di tulang belakang (wikipedia)

Plastik sangat familiar dalam keseharian di era ini karena sifatnya yang fleksibeL, ringan, mudah didapat dan praktis. Plastik umum digunakan sebagai bahan kemasan makanan dll. Plastik membutuhkan puluhan bahkan ratusan tahun untuk terurai secara alami. Bahan ini yang terbuang begitu saja dilingkungan apalagi yang bersinggungan dengan hewan ternak akan dianggap sebagai makanan. Banyak kasus hewan ternak yang memakan plastik akhirnya mati karena tidak dapat mencernanya.

domba makan plastik

Ternak memakan plastik biasanya terjadi pada ternak yang digembalakan dipadang penggembalaan dan tidak terawat, digembalakan dilapangan atau dipadang rumput yang bersinggungan dengan aktivitas masyarakat umum. Plastik yang sebelumnya dipakai sebagai bungkus makanan, banyak yang menarik ternak untuk memakannya karena masih ada sisa makanannya. Namun kejadian ini bisa terjadi juga dari pakan konsentrat pabrikan yang kurang bagus dalam manajemen mutunya. Potongan tali rafia dari karung bahan pakan terkadang turut serta dalam pakan.

Plastik yang dominan dari polimer memiliki kekurangan seperti beberapa bahan yang berbahaya bagi kesehatan. Selain itu bahan kemasan berupa bahan yang mengandung senyawa organis volatil, fenil isosianat dan banyak bahan lain yang berbahaya jika masuk ke dalam pencernaan menimbulkan diare, keracunan, muntaber. Penggunaan bahan yang melibatkan liqnin sulfonate dapat menyebabkan kanker.

domba makan plastik2

Plastik yang masuk kedalam perut ternak kemudian ternak tidak dapat memproses pakan karena saluran pencernaan tertutup atau terblokir plastik tersebut. Pada ternak ruminansia biasanya plastik tidak tercerna akan terkumpul dirumen namun apabila terpotong potong biasanya akan berlanjut ke usus dan menutup dinding usus. Akumulasi jumlah atau waktu dalam saluran cerna perlahan menyebabkan kelaparan, akhirnya lemas dan mati. Plastik mengandung bahan kimiawi atau bakteri patogen dalam jumlah banyak dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan sehingga menyebabkan kematian.

Hal ini dapat dihindari dengan menggembalakan ternak dipadang pengembalaan yang terawat dan terjaga, menyajikan pakan langsung dikandang dengan memperhatikan tiap bahan saat dicampur dan menggunakan pakan konsentrat pabrikan yang terjaga kualitasnya seperti Profeed produksi Bersama Ben Berkah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: