Posts tagged Peternakan

Poin Poin Vital Breeding

Breeding  secara redaksional berarti membiakkan. Breeding stock adalah sekelompok hewan yang digunakan dengan tujuan untuk dilakukan pemuliaan secara terencana untuk mendapatkan ras baru. Breeding stock dapat berupa hewan yang masih murni (purebred) maupun hewan yang bukan ras murni, yang memiliki sifat yang diinginkan sehingga ketika disilangkan diasumsikan akan dapat menggabungkan, atau mendapatkan sifat yang lebih baik dari ras sebelumnya (Wikipedia)

Breeding merupakan pilar utama dalam usaha peternakan, beberapa pakar dan pelaku peternakan bahkan mengatakan kegiatan breeding adalah jantungnya usaha peternakan. Dalam artian praktis yaitu usaha untuk mengembangbiakkan ternak dengan cara mengawinkan ternak pejantan dengan betina, baik dalam artian kawin fisik langsung dana tau menggunakan teknologi reproduksi sehingga menghasilkan anakan yang berkualitas.

Ada beberapa poin penting dan menentukan dalam kegiatan breeding diantaranya :

  • Penentuan kambing bakalan yang berkualitas baik (jenis, bobot badan, kondisi fisiologis).

perawatan pejantan

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Leave a comment »

Mulai dari Garis Finish, Menuju Line Start (Survival Ruminant Farm Business)

images (8).jpg

Usaha peternakan ruminansia terutama ruminansia kecil seperti kambing dan domba menjadi komoditas ternak yang banyak diminati. Bahkan dibeberapa wilayah menjadi booming dengan banyaknya usaha ternak kambing domba system kemitraan (inti-plasma).  Hingga saat ini hanya ada beberapa saja kemitraan yang masih survive.

Ternak sapi, kambing dan domba sekilas terlihat sebuah usaha peternakan yang mudah, dimana ternak hanya diberi rumput dan beberapa bahan lain.  Hitungan diatas kertas tentang potensi keuntungan menjadikan tekad makin kuat untuk beternak. Bahkan tak jarang beberapa pemula langsung memulai dengan skala yang langsung besar dengan harapan keuntungan semakin besar.

Mereka membangun kandang kemudian membeli hewan ternak selanjutnya dipelihara dengan sebaik baiknya.  Namun, banyak diantara mereka lupa tentang pakan dan penjualan hasil ternak karena semangatnya. Pada kesempatan kali ini difokuskan pada penjualan hasil ternaknya.

Sedikit ilustrasi diatas merupakan paradigma usaha yang lazim dilakukan oleh masyarakat. Dimana untuk memulai usaha mereka mengharuskan mempunyai dan atau memproduksi sendiri dahulu. Apabila dianalogikan mereka memulai berlari dari garis start menuju garis finish. Hal ini sudah banyak dan bahkan mayoritas dilakukan oleh kita. Pada era kekinian perlu dilakukan langkah yang berbeda dari kebiasaan.  Sebuah langkah berlari yang dimulai dari garis finish. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Perbaikan Padang Penggembalaan (Kombinasi Legume dan Rumput)

padang penggembalaan sapi soegeng entelemi 2

Padang Penggembalaan Sapi

Perbaikan padang penggembalaan dengan dominasi rumput terbatas, karena rendahnya produksi spesies rumput alam. Upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya harus dilakukan dengan menanam jenis rumput  unggul.

Sebelum melakukan langkah diatas terlebih dahulu dilakukan seleksi spesies rumput dan tingkat adaptasinya terhadap kondisi tanah setempat. Hal ini perlu dilakukan karena adanya factor penghambat produksi padang penggembalaan seperti : iklim, spesies tanaman dan kesuburan tanah. Perbaikan pada penggembalaan lain uyang dilakukan dengan penggantian spesies tanaman dan pemupukan.

Pupuk dibeberapa wilayah memberikan dampak kenaikan biaya ekonomis sehingga perlu dilakukan upaya lain untuk mengatasinya.  Perbaikan padang dengan melakukan pencampuran rumput dan legume menjadi salah satu solusi. Legume akam memberikan sumber nitrogen sehingga lahan dan rumput lebih subur dengan pupuk yang menghemat. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Percobaan : Membandingkan Pemakaian Dedak Padi, Onggok dan Polard Dalam Ransum Domba

Upaya untuk meningkatkan produksi ternak menuntut kontinuitas ketersediaan bahan pakan, baik segi kualitas maupun kuantitas.  Pakan menempati posisi yang penting dalam usaha ternak ruminansia khususnya ternak potong  karena biaya pakan mencapai 70-80 % biaya produksi sehingga untuk mencapai efisiensi produksi yang tinggi diperlukan pakan yang berkualitas. Kenyataan di lapangan,  peternak seringkali dihadapkan pada masalah penyediaan pakan baik dari segi kualitas dan kuantitas terutama pada musim kemarau. Salah satu usaha yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak dan kontinyuitas pakan yaitu dengan memanfaatkan hasil ikutan industri pertanian yang harganya terjangkau dan kualitas nutrisinya bagus.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Limbah agroindustry yang cukup familiar dikalangan peternak adalah hasil ikutan penggilingan padi (dedak – bekatul), hasil samping pengolahan pati (onggok/gamblong) dan hasil samping pengolahan gandum (bran –polard). Dedak gandum yang biasa disebut pollard merrupakan hasil sampingan dari industri pengolahan tepung terigu. Pollard memiliki kualitas nutrisi yang lebih baik daripada dedak padi maupun bekatul karena kadar air dan lemaknya lebih rendah. Pollard biasa digunakan sebagai sumber karbohidrat yang mudah tersedia (RAC) dalam ransum ternak ruminansia. Dedak padi merupakan sisa penumbukan atau penggilingan padi. Kualitas dedak padi dipengaruhi oleh banyaknya kulit gabah yang tercampur di dalamnya yang mengandung serat kasar antara 11-19 % . Onggok atau cassava merupakan sisa pembuatan tepung tapioka. Onggok merupakan sumber karbohidrat yang mudah terfermentasi. Zat pati yang terdapat dalam onggok menjadi sumber nutrisi bagi pertumbuhan mikrobia rumen. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

PAKAN TERNAK LIMBAH SAWIT

pakan limbah sawit

Perkebunan sawit meningkat sangat pesat diwilayah Indonesia terutama di luar Jawa.  Sebuah bisnis pertanian yang sangat menarik. Terlepas  dari hasil utama perkebunan ini , ada potensi limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Baik itu limbah perkebunannya maupun limbah dari industri pengolahannya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Mengacu pada data dari mongabay.com dan Luas Kelapa Sawit Indonesia; dan Volume serta Nilai Ekspor Minyak Kelapa Sawit Indonesia, Direktorat Jenderal Perkebunan dari artikel Alvian Syafrizal, terlihat demikian pesatnya dan terbayang juga berapa banyak limbahnya.  Mengacu pada sudut pandang positif dan solutif menimbulkan peluang untuk memanfaatkan sebagai potensi pakan ternak ruminansia. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Pakan Ayam VS Pakan Ruminansia

data distribusi jenis pakan

Berdasarkan data Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) tahun 2016, distribusi jenis pakan ternak didominasi oleh sector unggas yaitu 97% (  46 % Pakan Broiler, 40% Pakan layer dan 10 % Breeder).  Angka 3 persen terbagi pada jenis pakan ikan, udang, sapi dan babi. Angka ini nyaris sama dengan data pada tahun sebelumnya 2015.
Melihat data tersebut banyak pertanyaan yang muncul…..Apakah sector non unggas (terutama ruminansia)  tidak menguntungkan?

Angka produksi pakan unggas sangat tinggi dan telak dibanding jenis pakan ternak lain; mengindikasikan banyaknya populasi unggas dan antusias usaha ternak unggas. Ternak non unggas kemudian diberikan pakan apa?Bagaimana dengan ternak non unggas  (terutama ruminan) ? Apakah tidak membeli pakan pabrikan? Pakannya darimana? Baca entri selengkapnya »

Comments (2) »

BISNIS CANTIK SEKTOR PETERNAKAN (Potensi Broiler Jawa Tengah)

kandang ayam jateng

Peternakan Broiler

Tak dipungkiri bahwa setiap pelaku usaha pasti menghendaki usaha yang dipilih dan dijalankannya cepat memberikan keuntungan. Harapanya sudahlah pasti uang investasi yang ditanam segera kembali selanjutnya menikmati manisnya keuntungan. Dan langkah ini haruslah jeli untuk ditentukan diawal agar semua perencanaan dapat dijalankan. Perlu diingat juga bahwa suatu usaha akan cepat menghasilkan keuntungan akan tetapi cepat juga mengalami kerugian, kalau tanpa manajemen yang benar dan tepat.

Sektor yang tak kunjung menjemukan untuk dilirik tentunya sector peternakan terutama budidaya produksi ternak. Karena asupan susu, telur dan daging tak akan pernah menurun selagi manusia masih membutuhkan makan. Banyak pilihan dapat dipilih dari sector ini, ada unggas, ruminansia, aneka ternak maupun non ruminansia. Apabila mengacu pada prolog diawal makan sector unggas yang dapat dipilih, kemudian dikerucutkan lagi menjadi sector unggas pedaging atau yang banyak dikenal peternakan ayam broiler. Baca entri selengkapnya »

Comments (2) »