Posts tagged Kesehatan

CEMPE MABOK

Hari terakhir sya’ban 1437H, sore itu ketika sedang otw ke makam ibu saya (almh Hindun binti Qatrun) ada dering HP cukup lama. Tidak saya angkat, karena kebiasaan saya “no hp” saat drive.
Sampai makam baru saya cek, call lama tadi ternyata dari salah seorang petinggi organisasi ka-do (tdk saya callback krn sdh di dalam restricted area).

Ada beberapa pesan hijau dari Washlap juga (gitu ibu mertua saya menyebut WhatsApp), saya cek yg terbaru berisi pesan dari beliau petinggi organisasi ka-do bahwa cempenya bermasalah. Malam hari sehabis tharawih baru saya balas washlap dari beliau. Selepas itu kembali otw pulang ke rumah.
Demikian juga pagi ini, puasa hari pertama ketika saya sedang nambah jam tidur sehabis subuh, ada istri dari peternak binaan mengabarkan kasus yg sama. Anaknkambingnya seperti orang mabuk. Lamat² saya dengar percakapan istri saya dan si ibu tadi sambil setengah tidur.

Padahal saya sudah PeDe kalau si ibu tadi pasti hanya akan berurusan dengan istri saya untuk masalahnya (biasanya sih gitu, ada ibu2 bermasalah dgn kesehatannya, pasti urusannya dgn istri saya saja).

Ternyata istri saya masuk kamar sambil nepuk² kaki saya, “ayah, itu ada ibu² butuh dibantu kambingnya”
Kironologi:

– cempe terlihat sehat  dan bulu licin bagus

– masih menyusu dan dapat tambahan susu dari dot

– cempe mulai icip2 dan makan hijuan segar

– tiba² tubuh sempoyongan kayak orang mabuk, bahkan sampai tergeletak.

– sorot mata bagus masih jernih

– tidak ada kesulitan pernafasan

– agak kembung

– kejadian sempoyongan alias gliyeng tidak cuma sekali

– bukan tetanus
Cek TKP, langsung berasa deja vu…. perasaan pernah deh kasih advice yg kayak gini ke seseorang (efek kurang tidur jadi badan dan otak belum sinkron).

Setelah agak sinkron baru inget, semalam washlap-an dgn beliau petinggi organisasi perihal yg sama dengan kasus pagi ini.

– cempe di taruh di tempat yg kena cahaya matahari

– cekok probiotik (+arang aktif)

– injeksi vitamin

– tubuh cempe di pijit2 biar hangat dan efek kembung biar reda.
Kasus gliyeng-an kayak orang mabok pada cempe biasanya diawali dari kosongnya perut dari susu induk. Bisa jadi telat ngedot atau induk tidak mau / tidak berkenan menyusui atau karena si cempe kalah saing dengan saudara kembarnya saat berebut susu.

Cempe karena merasa lapar kemudian berusaha memenuhi perutnya agar kenyang, salah satunya dgn makan hijauan yg tersedia. Karena kondisi perut cempe secara alamiah memang belum sempurna (struktur dan bakteri lambungnya), maka kemudian hijauan tdk sempurna terolah, menjadikan kembung dan atau bikin gejala keracunan ringan pada cempe tsb….

Kalau kejadian ini berlangsung, maka selanjutnya cempe langsung bisa menerapkan jurus mabok.
Demikian laporan dari TKP…
#salamternak, kapten…..

#farmconsultant

#goatsheep

#lukmanfarmer

#maniakbilah
Lukman Farmer Rumminant Farm & Consultant

Cp. 081808153767 – 085640954548 (WA)

Mail: lukmanpeternak06@gmail.com ; akhmadlukman@yahoo.com

Site: binasatwamandiri.blogspot.com : lukmanpeternak.blogspot.com

 

Iklan

Leave a comment »

Kebersihan Kandang Sebagai Bagian Biosecurity

Biosecurity Ternak

Biosecurity Ternak

Sudah sangat familiar dalam bidang peternakan yaitu segitiga penentu keberhasilan usaha peternakan.  Breeding, Feeding dan Manajemen……ya itulah konsep yang rata rata sudah sangat familiar ditelinga para pelaku ternak. Namun pada era kini perlu disempurnakan dengan biosecurity.  Biosecurity  merupakan upaya menghindari dan meminimalkan adanya penyakit. Peternakan yang mengaplikasikan biosecurity pada dasarnya melakukan efisiensi  pada biaya kesehatan ternak. Konsep utama dalam biosecurity adalah isolasi pada suspect ternak yang diduga terjangkit penyakit, pengawasan lalulintas orang dan barang diarea peternakan serta sanitasi.

 

Sanitasi merupakan bagian yang relative mudah sekaligus juga langkah preventif. Hal yang paling simple dan sederhana dalam konsep biosecurity adalah menjaga kebersihan.  Pada peternakan unggas biosecurity menjadi sebuah kebutuhan. Namun pada peternakan ruminansia relative belum total dalam aplikasinya.

Pada peternakan ruminansia  dengan system kandang panggung  ada beberapa poin kebersihan yang harus dilakukan: Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Pengamatan Kesehatan Ternak

Ternak sehat dapat diamati dari tingkah lakunya baik dari jarak dekat maupun jarak jauh. Tingkah laku ternak sehat ditunjukkan dengan kelincahan, kegesitan gerak dan tingkah laku makan/ruminasi. Ternak yang sehat menggambarkan gerakan yang aktif, sikapnya sigap selalu sadar dan tanggap terhadap perubahan situasi sekitar yang mencurigakan. Sudut matanya bersih tanpa adanya perubahan warna diselaput lendir dan kornea matanya. Ekor selalu aktif mengusir lalat. Kulit bulu halus dan mengkilat, pertumbuhan bulu merata dipermukaan tubuhnya. Secara fisik, ternak sehat dinilai dari frekuensi pernafasannya yang normal, antara lain untuk ternak kuda 8-10 kali/menit, sapi 10-30 kali/menit, domba dan kambing 10-20 kali/menit. Suhu tubuhnya juga berada diambang normal, yaitu kuda 38 0C; sapi 38,5 0C; kerbau 38,2 0C; dan domba 39 0C.

Pemeriksaan umum hewan penderita penyakit dimulai dari jarak yang tidak menganggu ketenangan dan sikap ternak. Seringkali ternak mengalami kegelisahan karena langsung didekati saat memeriksa. Pemeriksaan dari jauh harus dilakukan dari berbagai arah tubuh ternak. Tingkah laku ternak perlu diperhatikan, dalam keadaan berdiri atau tiduran, adanya rasa sakit yang ditandai dengan cara berdiri yang tidak bebas, pembagian pembebanan berat badan yang tidak merata dan sikap kaku. Posisi abnormal lain yaitu ternak berguling, menendang perutnya sendiri yang menunjukkan sakit dibagian perut. Ternak sakit yang sedang makan, ditunjukkan dengan kelainan cara mengunyah pakan, pengunyahan secara intermiten disebabkan rasa sakit saat itu. Pakan yang jatuh atau keluar lagi dari mulut dapat dikarenakan gangguan syarat pada mulut. Tingkah laku lain yang harus diperhatikan yaitu kemampuan lidah dan bibir dalam mengambil pakan.

Pemeriksaan pada ternak yang diduga sakit hendaknya dimulai dari pengamatan jarak jauh baru kemudian diperdalam dengan pengamatan dekat. Keserasian dan kesimetrisan pada kedua sisi tubuh perlu menjadi perhatian. Pemeriksaan simetri terbaik dilakukan dari sisi depan dan belakang, sedang keselarasan dilihat dari samping kiri dan kanan. Pemeriksaan terhadap wilayah tubuh ternak, kulit bulu dan kemungkinan adanya lesi/luka dan parasit. Kulit yang longgar dileher saat dicubit untuk menilai tingkat dehidrasi tubuh.

Wilayah kepala dan leher diperiksa konformasi dan simetrinya. Mata diperiksa pada kemampuan melihatnya dengan menggerakkan tangan pemeriksa. Gerakan mata abnormal (nystagmus) dan juling (strabismus) ditemukan pada penyakit syaraf. Pemeriksaan lubang hidung dilakukan terhadap adanya leleran hidungberbau tidak wajar, lesi dan pendarahan serta aliran udaranya. Saliva yang berlebihan dan berbau buuk menunjukkan adanya benda asing didalam mulut. Pemeriksaan palpasi dilakukan terhadap otot-otot pengunyah dan kelenjar limfe.

Pemeriksaan fisiologis dilakukan dengan palpasi, inspeksi visual dan penciuman disamping pendengaran dengan cara auskultasu dan perkusi. Kelainan konsistensi jaringan seperti busung dapat ditentukan dengan palpasi jaringan bawah kulit dengan tekanan jari yang tidak segera kembali ke bentuk asli. Perkusi bersama auskultasu dapat digunakan untuk menentukan diagnosa pasti terhadap jaringan yang berisi gas dalam rongga perut. Apabila terdapat gas maka terdengar suara nyaring atau ‘ping”. Auskultasu yang terbaik dengan menggunakan stetoskop. Pegukuran suhu tubuh ternak biasanya diukur melalui rektum. Termometer harus berada sedikitnya 1 (satu) menit dalam rektum. Pulsus atau mengetahui detak jantung ditentukan dari arteri doiekor atau muka pada ternak, paling mudah dengan uaskultasi jantung

Pencegahan penyakit yang terjadi pada ternak dapat dilakukan dari awal pemeliharaan sampai dengan ternak dewasa. Pemberian kolostrum dan perawatan khusus pada awal sejak kelahiran perlu mendapat perhatian; karena persentase kematian tertinggi pada masa itu. Penempatan anak yag terpisah dari induk akan mengurangi penularan penyakit dari ternak yang lebih tua serta penempatan pada ternak yang baru masuk kandang. Penempatan pada kandang yang leluasa gerak dan perawatan kebersihan kandang terutama lantai juga dapat mencegah penyakit. Perawatan bulu dan kuku serta pemberian obat cacing yang teratur perlu dilakukan. Pencegahan penyakit khusus dengan melakukan vaksinasi yaitu menjaga kekebalan tubuh, hal ini dapat dilakukan dengan memperhatikan kesehatan dan kondisi ternak. Kebersihan kandang dan lingkungan kandang, pengelolaan tata laksana reproduksi serta tata laksana pakan turut serta menyumbang dalam pencegahan penyakit.

 

Leave a comment »