Legum ….Simbiosa Dengan Rumput sebagai Sumber Protein Ruminansia

Suku polong-polongan   merupakan salah satu suku tumbuhan dikotil yang terpenting dan terbesar. Banyak tumbuhan budidaya penting termasuk dalam suku ini, dengan bermacam-macam kegunaan: bijibuah (polong), bungakulit kayubatangdaunumbi, hingga akarnya digunakan manusia. Bahan makanan, minuman, bumbu masak, zat pewarnapupuk hijaupakan ternak, bahan pengobatan, hingga racun dihasilkan oleh anggota-anggotanya. Semua tumbuhan anggota suku ini memiliki satu kesamaan yang jelas: buahnya berupa polong. Dalam dunia pertanian tumbuhan anggota suku ini seringkali disebut sebagai tanaman legum(legume). Anggota suku ini juga dikenal karena kemampuannya mengikat (fiksasi) nitrogen langsung dari udara (tidak melalui cairan tanah) karena bersimbiosis dengan bakteri tertentu pada akar atau batangnya. Jaringan yang mengandung bakteri simbiotik ini biasanya menggelembung dan membentuk bintil-bintil. (Wikipedia)

Legum akan tetap hijau ketika rumput menjadi matang dan mengering seiring dengan berlangsungnya  musim kemarau. Kebanyakan spesies legume memiliki akan tunggang yang mampu menembus ke dalam tanah lebih jauh disbanding dengan rumput yang berakar serabut. Bagian akar inilah yang sekaligus menjadi nilai penting legume yaitu bagian akar yang membesar kebanyakan menyediakan hara/nutrisi dan persediaan air saat masa kemarau.

Legum merupakan komponen yang diperlukan dipadang rumput dan padang penggembalaan ternak saat

  • Nitrogen dari legume merupakan factor pembatas bagi pertumbuhan optimal rumput yang tumbuh bersamaan.
  • Perlunya peningkatan protein mentah dalam tumuhan berdaun lunak ayng tersedia untuk ternak merumput.
  • Diperlukan perpanjangan waktu merumput sampai dengan musim kemarau
  • Stabilitas system padang rumput sebagai prioritas utama

Hasil produksi kering dari campuran rumput dan legume biasanya melebihi hasil dari rumput yang tumbuh tanpa legume dan tidak menerima pupuk Nitrogen. Hasil ini kan sangat bervariasi tergantung pada faktor seperti spesies rumput dan legume, kesuburan tanah, persentase legume, intensitas defoliasi, intensitas cahaya dan suhu. Pada umumnya legume tumbuh sempurna lebih lambat dibandingkan dengan rumput sehingga  rumput bisa lebih dulu tumbuh dan menyebar.

Pengaplikasian rumput dan legume pada padang rumput dan penggembalaan akan meningkatkan kadar Nitrogen dan keberadaannya relative konstan. Asupan fakultatif hijauan legume-rumput dan daya cernanya relative lebih baik dibanding hanya dengan rumput saja.

(Budidaya Legum, Dairy Technology Improvement Project In Indonesia, Rukmantoro Salim)

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: