Archive for Industrial

Mulai dari Garis Finish, Menuju Line Start (Survival Ruminant Farm Business)

images (8).jpg

Usaha peternakan ruminansia terutama ruminansia kecil seperti kambing dan domba menjadi komoditas ternak yang banyak diminati. Bahkan dibeberapa wilayah menjadi booming dengan banyaknya usaha ternak kambing domba system kemitraan (inti-plasma).  Hingga saat ini hanya ada beberapa saja kemitraan yang masih survive.

Ternak sapi, kambing dan domba sekilas terlihat sebuah usaha peternakan yang mudah, dimana ternak hanya diberi rumput dan beberapa bahan lain.  Hitungan diatas kertas tentang potensi keuntungan menjadikan tekad makin kuat untuk beternak. Bahkan tak jarang beberapa pemula langsung memulai dengan skala yang langsung besar dengan harapan keuntungan semakin besar.

Mereka membangun kandang kemudian membeli hewan ternak selanjutnya dipelihara dengan sebaik baiknya.  Namun, banyak diantara mereka lupa tentang pakan dan penjualan hasil ternak karena semangatnya. Pada kesempatan kali ini difokuskan pada penjualan hasil ternaknya.

Sedikit ilustrasi diatas merupakan paradigma usaha yang lazim dilakukan oleh masyarakat. Dimana untuk memulai usaha mereka mengharuskan mempunyai dan atau memproduksi sendiri dahulu. Apabila dianalogikan mereka memulai berlari dari garis start menuju garis finish. Hal ini sudah banyak dan bahkan mayoritas dilakukan oleh kita. Pada era kekinian perlu dilakukan langkah yang berbeda dari kebiasaan.  Sebuah langkah berlari yang dimulai dari garis finish. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Leave a comment »

Bertemu dengan Anak Petani Yang Menjadi Profesor Riset (Kuliah singkat dengan Prof Harsisto Sardjuri)

kisah anak petani menjadi profesor riset

Harsisto Sardjuri kisah anak petani menjadi profesor riset

Alhamdulillah hari ini Sabtu 21 Oktober 2017 , siang hari berada disebuah rumah seorang mentor, akhirnya berjumpa dengan sosok fenomenal yang patut dijadikan contoh dalam bangkit meraih impian. Seorang anak petani yang berhasil dan kini membantu petani. Beliau adalah Prof Harsisto Sardjuri seorang ilmuwan caliber internasional yang sangat membumi. Dengan kisahnya Anak Petani Menjadi Profesor Riset.

Beliau Alumni ITB dan Jepang…seorang Profesor Peneliti LIPI sekaligus pemegang beberapa paten

Walau perjumpaan sesaat dan tanpa sengaja,  banyak ilmu  beliau sampaikan. Yaaa…sebuah ilmu kehidupan. Ilmu dasar yang ternyata sangat fundamental dan mengena. Beberapa hal yang sempat saya catat dalam memori yaitu

 

  • Bahasa “bumi” vs Bahasa “langit”

Kalau turun ke daerah/suatu wilayah/masyarakat gunakanlah ” Bahasa Bumi” dan kala bertemu dengan pejabat/menteri/petinggi gunakanlah “Bahasa langit”. Sebuah wejangan yang langsung membuat saya terhenyak dan tersadar, sedemikian arif dan bijaknya beliau.

Bahasa bumi dicontohkan kalaulah berkumpul akan lebih nyaman  apabila ada “tumpeng”. Sebuah konotasi bahwasanya saat bergaul dalam masyarakat  untuk upaya membangun  haruslah menggunakan Bahasa masyarakat. Kiasan “tumpeng” berarti makan berarti kenyang berarti kebutuhan dasar terpenuhi. Sebuah strategi dahsyat dalam upaya pendekatan untuk merubah masyarakat, dimana usaha yang kita lakukan harus berdampak langsung pada kesejahteraan. Kesejahteraan disini dalam kacamata masyarakat desa adalah sandang, pangan dan papan. Makna tumpeng diatas lebih ke pemenuhan kebutuhan dasar pangan, apabila itu terpenuhi niscaya masyarakat  lebih mudah menerima ide dan gagasan baru.

Masyarakat relative tidak butuh teori teori ilmiah yang muluk – muluk. Sebenar apapun teori itu tetapi mereka menginginkan karya nyata walau kecil. Bahasa teoritis tersebut digunakan saat bergaul dengan kalangan pemerintah/petinggi/menteri, dimana kita menjelaskan ide gagasan  ilmiah yang teruji teoritisnya. Bahasa “langit” tetap perlu dipergunakan untuk memikat kalangan atas agar mau melihat, peduli dan terlibat dalam karya nyata dimasyarakat.

 

Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Pakan Ayam VS Pakan Ruminansia

data distribusi jenis pakan

Berdasarkan data Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) tahun 2016, distribusi jenis pakan ternak didominasi oleh sector unggas yaitu 97% (  46 % Pakan Broiler, 40% Pakan layer dan 10 % Breeder).  Angka 3 persen terbagi pada jenis pakan ikan, udang, sapi dan babi. Angka ini nyaris sama dengan data pada tahun sebelumnya 2015.
Melihat data tersebut banyak pertanyaan yang muncul…..Apakah sector non unggas (terutama ruminansia)  tidak menguntungkan?

Angka produksi pakan unggas sangat tinggi dan telak dibanding jenis pakan ternak lain; mengindikasikan banyaknya populasi unggas dan antusias usaha ternak unggas. Ternak non unggas kemudian diberikan pakan apa?Bagaimana dengan ternak non unggas  (terutama ruminan) ? Apakah tidak membeli pakan pabrikan? Pakannya darimana? Baca entri selengkapnya »

Comments (2) »

BISNIS CANTIK SEKTOR PETERNAKAN (Potensi Broiler Jawa Tengah)

kandang ayam jateng

Peternakan Broiler

Tak dipungkiri bahwa setiap pelaku usaha pasti menghendaki usaha yang dipilih dan dijalankannya cepat memberikan keuntungan. Harapanya sudahlah pasti uang investasi yang ditanam segera kembali selanjutnya menikmati manisnya keuntungan. Dan langkah ini haruslah jeli untuk ditentukan diawal agar semua perencanaan dapat dijalankan. Perlu diingat juga bahwa suatu usaha akan cepat menghasilkan keuntungan akan tetapi cepat juga mengalami kerugian, kalau tanpa manajemen yang benar dan tepat.

Sektor yang tak kunjung menjemukan untuk dilirik tentunya sector peternakan terutama budidaya produksi ternak. Karena asupan susu, telur dan daging tak akan pernah menurun selagi manusia masih membutuhkan makan. Banyak pilihan dapat dipilih dari sector ini, ada unggas, ruminansia, aneka ternak maupun non ruminansia. Apabila mengacu pada prolog diawal makan sector unggas yang dapat dipilih, kemudian dikerucutkan lagi menjadi sector unggas pedaging atau yang banyak dikenal peternakan ayam broiler. Baca entri selengkapnya »

Comments (2) »

Perunggasan….Pasar Tenaga Kerja Yang Tak Sepi

Nyaris tidak ada kebosanan sama sekali ketika sajian menu masakan ayam disajikan. Sebuah asupan protein hewani yang cukup terjangkau setelah telur. Puluhan bahkan ratusan ton karkas ayam tiap hari diproses menjadi sumber pangan untuk manusia. Sebuah hilir yang menggiurkan untuk digarap untuk menambang pundi ekonomi.

tenaga peternakan 4

Tenaga Kerja Peternakan Unggas

Seiring dengan meningkatnya populasi penduduk meningkat pula kebutuhan asupan pangan hewani termasuk juga daging ayam. Sisi produksi dituntut untuk memenuhi kebutuhan tersebut dalam rentang waktu yang cepat pula. Berbagai penelitian dan pengaplikasian teknologi terkini telah dilakukan, namun peran manusia tetaplah menonjol dalam usaha ini. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

MOMEN TEPAT, MEMBELI PAKAN

Sebuah kebutuhan yang tidak dapat ditunda dalam usaha ternak. Pengaruhnya dalam keberhasilan usaha sangat signifikan. Pakan memang kita penuhi persiapan lahan maupun gudang pakan sendiri, namun ada kalanya tidak bisa disupport sepenuhnya.

Langkah membeli bahan pakan dan atau pakan jadi akhirnya menjadi pilihan. Kebutuhan pemenuhan ternak dan target usaha menjadi alasan utama.

Sebenarnya kapan sih waktu yang pas dan tepat ??? Tentunya aspek ekonomis menjadi perhatian.
1. Saat bahan tersebut melimpah
Bahan yang ada saat panen raya biasanya lebih murah.Misal ketergantungan pemakaian bekatul harus disiasati dengan membeli agak banyakbsaat panen raya.

2. Saat musim panas
Beberapa komoditas baha yang perlu pengeringan biasanya saat musim panas harganya lebih murah, contoh onggok

3. Saat ombak laut bersahabat
Bahan yang terkait dengan transportasi antar pulau dengan kapal…misal bungkil sawit

4.Saat pabrik penghasil limbah melakukan aktivitas.
contoh.molases lebih.murah saat penggilingan tebu melakukan aktivitasnya

5. Orang lain belum menggunakan bahan tersebut
Bahan yang seperti ini cnderung gratis kalopun ada hanya ongkos orang yg meegangkut ato mengumpulkan contoh.limbah pasar

6.Saat ada penawaran lebih dari dua penjual
Ini dilakukan utk membandingkan harga dan pijakan tawar menawar

7. Saat pencapaian target mendekati akhir
Misall pada skema oenggemukan ….dibulan bulan akhir…cukup beralasan memasukkan bahan dengan kualitasntinggi

8. Saat kita meramu bahan dan memerlukan substitusi atau saat kita memerlukan bhn utk memperbaiki kualitas ransum kita

9.Saat kita mempunyai alat dan waktu untuk meningkatkan nilai ekonomisnya

Menyediakan bahan pakan maupun pakan sebelum ternak membutuhkan merupakan sebuah perencanaan  menuju keberhasilan usaha ternak.

Leave a comment »

APAKAH MASIH UNTUNG?…BETERNAK DEGAN MEMBELI PAKAN

Jawabnya…bisa ya dan bisa juga bangkrutttt
Jujur saya sampaikan memang…kodrat awal pakan jenis ternak ini adalah rumput dan atau hijauan lain…..fakta yang benar adanya. Tetapi perlu ada evaluasi terhadap kualitas hijauan yang kita punyai. Kalo kurang ..mau tidak mau mencari dan atau membeli hijauan lain yang lebih berkualitas…..ada juga opsi membeli pakan konsentrat.

PAKAN ANTERLANTIF

Evaluasi pada pakan yang kita punya plus pakan membeli tadi dilakukan dengan
1. Seberapa tingkat implikasinya pada produksi
2. Adakah faktor teknis praktis yang meningkatkan efisiensi
3. Harga jual komoditas hasil ternak kita
contoh
tanpa pakan tambahan produksi susu kita 1 liter…setelah plus pakan membeli 1kg yg pakan berkualitas harga 3000. susu naek menjadi 1,5 liter.Apabila harga susu perliter 30 rb…maka dengan menambah 3rb…ada peningkatan pendapatan 15rb…masih untung
Kalo sebelumnya pengemukkan dg waktu 5 bln kemudian dengan pbbh sama bisa dicapai dalam 3bulan. CARI PAKAN YANG MENGUNTUNGKAN, BUKAN YANG PALING MURAH

Leave a comment »