Archive for Agribiz

Nostalgia Pers Mahasiswa Peternakan……Majalah Nuansa Peternakan UNDIP

Bangsa Indonesia masih berjuang itulah yang dapat kita lihat saat ini, berjuang mengatasi kemiskinan, politik kotor, korupsi dan masalah sosial lain. Masalah-masalah ini kadang akan menimbulkan luka atau masalah lebih lanjut apabila salah dalam memandang persoalan yang sebenarnya. Pers merupakan salah satu “bamper” utama salam setiap kejadian tersebut yang senantiasa mengendhus berita.

Kondisi yang seperti ini menjadikan bagi pers mahasiswa menghadapi tantangan besar dengan keberadaan pers-pers umum yang secara usaha lebih “mampu” dibandingkan persma. Pers mahasiswa (persma) sebagai bagian dari jurnalisme secara umum tidak dapat menutup mata begitu saja. Persma sampai saat ini masih konsisten sebagai lembaga pers yang mengedepankan kebenaran Sebagai refleksi dari realitas kampus, persma merupakan salah satu wahana untuk berjuang membantu perjuangan bangsa ini.

Nuansa merupakan pengejawantahan dari pers mahasiswa di Fakultas Peternakan yang berusaha bersikap kritis dan populis dengan mengungkap fakta-fakta yang ada pada pemikiran yang tetap dalam kerangka intelektualitas. Patut kita sayangkan apabila perjuangan anak bangsa di kampus ini sampai terhenti.           Baca entri selengkapnya »

Iklan

Leave a comment »

Mulai dari Garis Finish, Menuju Line Start (Survival Ruminant Farm Business)

images (8).jpg

Usaha peternakan ruminansia terutama ruminansia kecil seperti kambing dan domba menjadi komoditas ternak yang banyak diminati. Bahkan dibeberapa wilayah menjadi booming dengan banyaknya usaha ternak kambing domba system kemitraan (inti-plasma).  Hingga saat ini hanya ada beberapa saja kemitraan yang masih survive.

Ternak sapi, kambing dan domba sekilas terlihat sebuah usaha peternakan yang mudah, dimana ternak hanya diberi rumput dan beberapa bahan lain.  Hitungan diatas kertas tentang potensi keuntungan menjadikan tekad makin kuat untuk beternak. Bahkan tak jarang beberapa pemula langsung memulai dengan skala yang langsung besar dengan harapan keuntungan semakin besar.

Mereka membangun kandang kemudian membeli hewan ternak selanjutnya dipelihara dengan sebaik baiknya.  Namun, banyak diantara mereka lupa tentang pakan dan penjualan hasil ternak karena semangatnya. Pada kesempatan kali ini difokuskan pada penjualan hasil ternaknya.

Sedikit ilustrasi diatas merupakan paradigma usaha yang lazim dilakukan oleh masyarakat. Dimana untuk memulai usaha mereka mengharuskan mempunyai dan atau memproduksi sendiri dahulu. Apabila dianalogikan mereka memulai berlari dari garis start menuju garis finish. Hal ini sudah banyak dan bahkan mayoritas dilakukan oleh kita. Pada era kekinian perlu dilakukan langkah yang berbeda dari kebiasaan.  Sebuah langkah berlari yang dimulai dari garis finish. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

MOMEN TEPAT, MEMBELI PAKAN

Sebuah kebutuhan yang tidak dapat ditunda dalam usaha ternak. Pengaruhnya dalam keberhasilan usaha sangat signifikan. Pakan memang kita penuhi persiapan lahan maupun gudang pakan sendiri, namun ada kalanya tidak bisa disupport sepenuhnya.

Langkah membeli bahan pakan dan atau pakan jadi akhirnya menjadi pilihan. Kebutuhan pemenuhan ternak dan target usaha menjadi alasan utama.

Sebenarnya kapan sih waktu yang pas dan tepat ??? Tentunya aspek ekonomis menjadi perhatian.
1. Saat bahan tersebut melimpah
Bahan yang ada saat panen raya biasanya lebih murah.Misal ketergantungan pemakaian bekatul harus disiasati dengan membeli agak banyakbsaat panen raya.

2. Saat musim panas
Beberapa komoditas baha yang perlu pengeringan biasanya saat musim panas harganya lebih murah, contoh onggok

3. Saat ombak laut bersahabat
Bahan yang terkait dengan transportasi antar pulau dengan kapal…misal bungkil sawit

4.Saat pabrik penghasil limbah melakukan aktivitas.
contoh.molases lebih.murah saat penggilingan tebu melakukan aktivitasnya

5. Orang lain belum menggunakan bahan tersebut
Bahan yang seperti ini cnderung gratis kalopun ada hanya ongkos orang yg meegangkut ato mengumpulkan contoh.limbah pasar

6.Saat ada penawaran lebih dari dua penjual
Ini dilakukan utk membandingkan harga dan pijakan tawar menawar

7. Saat pencapaian target mendekati akhir
Misall pada skema oenggemukan ….dibulan bulan akhir…cukup beralasan memasukkan bahan dengan kualitasntinggi

8. Saat kita meramu bahan dan memerlukan substitusi atau saat kita memerlukan bhn utk memperbaiki kualitas ransum kita

9.Saat kita mempunyai alat dan waktu untuk meningkatkan nilai ekonomisnya

Menyediakan bahan pakan maupun pakan sebelum ternak membutuhkan merupakan sebuah perencanaan  menuju keberhasilan usaha ternak.

Leave a comment »

Membuat Kompos Ampas Teh

Kompos merupakan pupuk organik yang tidak mempunyai efek buruk terhadap tanah maupun tanaman. Dibandingkan dengan pupuk anorganik (buatan pabrik) kompos mempunyai kandungan unsur hara yang lengkap serta kandungan bahan organik yang tinggi. Kompos mampu merubah struktur tanah menjadi remah dan mampu menahan air sehingga tanah tetap Dilihat dari segi konservasi tanah, kompos merupakan pupuk yang dapat melestarikan fungsi sumberdaya tanah karena kemampuannya dalam menyerap air dan menekan erosi.

 

Sesuai dengan perkembangan dunia pertanian di Indonesia yang kembali kepada sistem pertanian organik dan meninggalkan pertanian yang mengandalkan sarana produksi dari bahan-bahan kimiawi, kompos organik menjadi semakin diminati oleh masyarakat luas. Hal ini disebabkan semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat akan arti pentingnya kesehatan. Kerugian penggunaan bahan-bahan kimia seperti penggunaan insektisida dan pupuk anorganik, selain berbahaya bagi kesehatan juga merusak lingkungan.

KOMPOS AMPAS TEH2

Kompos Ampas Teh

Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Wow…….Market…

jb1

jb2

jb3

jb4

jb6

jb7

jb8

Leave a comment »

Masih muda Beternak…..Anda melangkah lebih awal menuju sukses (Selamat Hari Sumpah Pemuda)

pemuda.jpg

Siapa yang tidak ingin sukses? Siapa yang tidak ingin berhasil dalam usaha? Saya yakini tidak ada seorangpun dari anda menginginkan. Banyak ide, gagasan dan rencana dibuat sekaligus dibukukan. Sebuah ide yang akan mengantarkan menuju kesuksesan yang diimpikan. Tetapi apalah arti rencana kalo tidak diaplikasikan dan dilakukan. Rencana usaha apapun kalo tidak segera anda mulai   maka anda tidak akan semakin mendekati sukses tersebut.

Padahal sebuah kenyataan jalan menuju kesuksesan usaha tidaklah mulus, banyak pakar dan motivator mengatakan jalannya terjal mendaki dan curam. Jatuh dan bangun adalah aktivitas yang pasti dihadapi diawal awal proses. Semakin sering anda jatuh dan semakin sering anda bangun makan semakin dekat kesuksesan itu dibanding saat anda jatuh tidak segera bangun.

Sebuah keniscayaan proses yang mau tidak mau dilalui, ada yang menjalaninya dalam waktu singkat ada yang menjanani cukup lama bahkan ada yang mengalami nyaris sepanjang usahanya (sebelum dia berhasil). Waktu inilah yang menjadikan sebuah harga yang mahal dalam proses usaha. Apabila anda memulai usaha diwaktu usia muda maka modal yang sudah diinvestasikan adalah sebuah nilai yang besar.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Konsep ini berlaku juga dalam beternak kambing domba. Usaha yang rata rata dilirik dan mulai dilakukan oleh bliau –bliau pasca purna tugas-purna jabatan. Terbatas sekali anak anak muda yang yang berkecimpung beternak; akan tetapi apabila mereka mulai rata rata mereka sukses dalam ternaknya.

Mereka mempunyai waktu lebih panjang

Mereka lebih siap untuk jatuh dan segera bangun

Mereka mempunyai energi lebih kuat

Mereka lebih cepat menyerap

Anda masih muda, beruntunglah investasi anda sebuah investasi hebat dalam usaha ternak

SELAMAT  HARI SUMPAH PEMUDA

Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Comments (2) »

Pemilihan Bibit Sapi

Jenis Bangsa Sapi Potong

Jenis Jenis bangsa sapi potong

Sapi merupakan ternak yang memiliki sifat toleransi yang tinggi terhadap bermacam-macam pakan hijauan serta mempunyai daya adaptasi yang baik terhadap berbagai keadaan lingkungannya. Prospek pengembangan yang bagus, memenuhi kebutuhan daging di dalam negeri. Populasi dalam negeri terus ditingkatkan.

Pembibitan sapi saat ini masih berbasis pada peternakan rakyat yang berciri skala usaha kecil, manajemen sederhana, pemanfaatan teknologi seadanya, lokasi tidak terkonsentrasi dan belum menerapkan sistem dan usaha agribisnis. Kedepan kebijakan pengembangan usaha pembibitan sapi diarahkan pada suatu kawasan, baik kawasan khusus maupun terintegrasi dengan komoditi lainnya serta terkonsentrasi di suatu wilayah untuk mempermudah pembinaan dan pengawasannya (vilage breeding center).

 

Bisnis Peternakan Sapi Potong

Agar usaha ini dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi pemiliknya maka perlu diperhatikan beberapa hal yang menyangkut prinsip-prinsip manajemen pemeliharaan ternak sapi, yaitu: Bibit, Pakan, Kandang, Sistim Perkembangbiakkan, Kesehatan, dan Pemasaran.

 

Bibit

Pejantan : Seleksi menyangkut kesehatan fisik, kualitas semen dan kemampuan mengawini.

Betina : Seleksi menyangkut kondisi fisik dan kesehatan, kondisi oegan reproduksinya, ambing mempunyai puting 4 buah dan bentuk relatif besar dan simetris.

Pakan

Jenis pakan: hijauan (rumput, kacang-kacangan dan limbah pertanian), konsentrat (dedak padi, onggok, ampas tahu)  dan pakan tambahan (vitamin, mineral dan urea).

Jumlah pakan untuk seekor sapi setiap hari: Hijauan : 35 – 47 Kg, atau bervariasi menurut berat dan besar badan.Konsentrat : 2 – 5 kg dan pakan tambahan :  30 – 50 gr.

Kandang

Syarat minimal kandang sapi adalah: Bahan kandang dari kayu/ bambu serta kuat,letak kandang terpisah dari rumah dan jaraknya cukup jauh, lantai dari semen/tanah yang dipadatkan, dan harus dibuat lebih tinggi dari tanah sekitarnya, ventilasi  udara dalam kandang harus baik, drainase di dalam dan luar kandang harus baik.Ukuran kandang Sapi betina dewasa 1,5 X 2 m/ekor, sapi jantan dewasa 1,8 X 2 m/ekor dan anak sapi 1,5 X 2 m/ekor.

Sistem Perkawinan

Kawin alam (hand mating), jantan dan betina kawin alam di padang pengembalaan pasture mating). Kawin secara buatan atau disebut Inseminasi Buatan (IB).

Mengetahui tanda birahi sapi : gelisah, menaiki sapi lainnya, vulva bengkak, merah,hangat dan keluar lendir, nafsu makan menurun.

Mengetahui tanda-tanda akan melahirkan yaitu: vulva tampak mengendor, tampakterjadi legokan pada bagian kiri dan kanan pangkal ekor, ambing membesar.

 

Kesehatan Hewan

  1. Hindari kontak dengan ternak sakit
  2. Kandang selalu bersih
  3. Isolasi sapi yang di duga kena penyakit agar tidak menular ke sapi yang lain.
  4. Mengadakan tes kesehatan, khususnya penyakit  Brucellosis dan Tuberculosis.
  5. Desinfektan kandang dan peralatan.
  6. Vaksinasi teratur.

 

Pemasaran

Tersedia akses pasar untuk proses jual beli/transaksi ternak maupun hasil ternak lainnya. Mengerti perhitungan/analisis sederhana budidaya sapi poton (penggemukan). Berikut contoh analisis sederhana budidaya sapi potong kereman selama 12 bulan atau dapat dikonversikan lama penggemukan selama 4 bulan dengan kepemilikan awal 25 ekor sapi bakalan)

Biaya Produksi

  1. Pembelian sapi bakalan 25 x 250 kg (perkiraan bobot awal) x harga per kg bobot   badan (semurah-murahnya
  2. Biaya Kandang.
  3. Pakan: Hijauan: 25 x 35 kg x harga hijauan/kg x 365 hari, konsentrat: 25 x 2kg x harga konsenytrat/kgx 365 hari.
  4. Retribusi kesehatan ternak: 25 x biaya kesehatan/tahun.
  5. Total Biaya Produksi = (a+b+c+d)

 

Pendapatan

  1. Penjualan sapi setelah digemukkan selama 1 tahun. Tambahan berat badan: 25 x 365 x 0,8 kg = 7.300 kg, Berat sapi setelah setahun: Berat awal (25 x 250 kg) + tambahan berat setahun (7300 kg) = 13.550 kg
  2. Harga jual sapi hidup: Rp. …./kg x 13.550 kg.
  3. Penjualan kotoran basah: 25 x 365 x 10 kg x Rp. ….

 

Keuntungan

Keuntungan diperoleh dengan mengurangkan total hasil pendapatan dan biaya produksi. Perhitungan ini tanpa memperhitungkan biaya tenaga internal.

 

Memilih Bakalan Sapi Potong

Memilih bakalan yang akan digemukkan harus cocok untuk iklim tropis. Syarat-syarat bakalan yang baik, antara lain adalah : Umur : 1,5 – 2,5 tahun atau giginya sudal poel satu (efisien dalam penggunaan pakan). Jenis kelamin : sebaiknya dipilih jantan atau jantan kastrasi (steer), karena lebih cepat pertumbuhannya daripada betina. Kesehatan : sehat, kulit lentur dan bersih, mata bersinar, nafsu makan baik. Kondisi fisik : badan persegi panjang, dada lebar dan dalam, temperamen tenang, kondisi sapi boleh kurus tetapi sehat (body score 2). Bangsa : mudah beradaptasi dan berasal dari keturunan/genetik yang baik.

 

Pemilihan bakalan dengan melihat skor tubuh (Body Score/BS)

Untuk menentukan bakalan yang akan dipilih dalam usaha penggemukan, dapat ditentukan berdasarkan penampilan sapi dengan melakukan penilaian/scoring.

 

Skor tubuh Tanda-tanda fisik Kualitas
1 Tampak tidak ada perlemakan pada pangkal ekor dan iga terlihat pendek-pendek dan runcing. Terlalu kurus, bermutu rendah dan mungin sebelumnya pernah sakit.

 

2 Iga pendek terlihat sedikit perlemakan dan terasa sudah agak tumpul, pada pangkal ekor terhadap sedikit lemak. Tidak terlalu kurus (bagus untuk bakalan)

 

3 iga pendek sulit untuk dirasakan, pangkal ekor mulai gemuk, dan kantong pelir sudah mulai terisi.

 

Sudah gemuk
4 telah mencapai tingkat gemuk sehingga penambahan berat badan Selanjutnya akan menjadi mahal dan tidak menguntungkan

 

 

Penentuan umur sapi

Pertumbuhan gigi seri seekor ternak dapat digunakan untuk pendugaan umur ternak berdasarkan pertumbuhan gigi seri. Pendugaan umur berdasarkan gigi seri dapat digunakan pada ternak umur satu sampai enam tahun. Gigi seri susu dalam tanggal, ternak sapi tersebut berumur 1,5 tahun. Gigi lebar dua buah tumbuh sempurna, ternak berumur 1,9 tahun. Gigi seri susu luar tanggal, ternak sapi berumur 2,3 tahun. Gigi lebar empat buah tumbuh sempurna, ternak sapi berumur 2,5 tahun. Gigi susu tengah luar tanggal, ternak sapi berumur 2,9 tahun. Gigi lebar enam buah tumbuh sempurna, ternak sapi berumur 3 tahun. Gigi seri ujung tanggal, ternak sapi berumur 3,5 tahun. Semua gigi seri lebar sudah kelihatan, ternak sapi berumur 3,9 tahun. Pergantian gigi seri selesai, berumur 4 tahun. Gigi ujung memperlihatkan tanda-tanda pergeseran bedang berasah pada gigi dalam berurutan ke gigi tengah luar bertambah lebar, tiga cincin tanduk, ternak sapi berumur 5 tahun.

 

 

Cara Mengukur Bobot Badan Sapi

Penentuan bobot badan sapi dapat dilakukan dengan cara mengukur lingkar dada dan panjang badan ternak tersebut.

  1. Mengukur lebar dada, dari titik di belakang tulang belikat, ke bawah melingkari bawah tubuh, di belakang siku.
  2. Mengukur panjang badan, yakni panjang dari titik bahu ke tulang duduk (pin bone).
  3. Rumus untuk mengkonversikan panjang badan, dan lebar dada ke dalam berat badan ternak sapi adalah:
 

BB = {(LD)2 x PB)} / 300

 

BB = Berat badan ternak sapi potong (pound)

LD = Lingkar dada ternak sapi potong (inchi)

PB = Pajang badan ternak sapi potong (inchi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengukuran panjang badan dan lingkar dada ternak sapi dan pengukuran lebar dada pada adalah sebagai berikut :

 

 ukur ld

 

 

Lebar dada (LD) ditunjukkan oleh titik c (lingkaran dengan titik awal dan akhir adalah c), sedangkan panjang badan (PB) adalah panjang antara titik a dan b. Satuan pengukuran panjang yang dipergunakan adalah inchi dan berat badan dalam satuan pound.

 

 

Sapi-sapi Potong di Indonesia dan Bangsa Sapi Potong dari luar negeri

 

Dalam Negeri: Sapi Jawa, Sapi Bali, Madura, Sapi Sumba Ongole (SO), Sapi Peranakan Ongole (PO), Sapi Aceh, Limpo, Simpo. Dari Luar Negeri: Brahman, Charolais, Limousine, Simmental, Shorthorn, Hereford, Aberden Angus, Brangus, Santa Gertrudes, Drought Master, Wagyu, Ongole.

 

Performance Ternak dan Arti Pembibitan

Secara prinsip performance ternak sapi dipengaruhi genetik dan lingkungan. Kedua faktor tersebut saling berkaitan. Sehingga perlu memperoleh perhatian yang sama dalam pemeliharaan kambing/domba sehingga dapat diharapkan hasil yang yang maksimal dan tingkat efisiensi yang tinggi. Oleh karena itu dalam usaha beternak sapi seharusnya di dukung usaha pembibitan melalui program pemuliabiakkan. Arti pembibitan sendiri adalah suatu tindakan manusia untuk menghasilkan ternak bibit yang memenuhi persyaratan dan karakter tertentu untuk dikembangbiakan lebih lanjut.

 

Pengertian Seleksi dan Jenis-jenis Seleksi Ternak

Seleksi pada prinsipnya adalah memilih ternak-ternak yang mempunyai performance yang baik, yang dilakukan secara sistimatis terhadap ternak-ternak dari suatu populasi untuk dijadikan tetua agar dapat menurunkan sifat-sifat yang baik tersebut kepada generasi berikutnya.Pemilihan ternak, dan hasil seleksi tersebut dipakai sebagai tetua, kemudian dilanjutkan dengan mengawinkan ternak hasil seleksi tersebut sehingga menghasilkan keturunannya sesuai dengan sifat-sifat yang dikehendaki. Seleksi adalah kegiatan memilih tetua untuk menghasilkan keturunan melalui pemeriksaan dan/atau pengujian berdasarkan kriteria dan tujuan tertentu dengan menggunakan metoda atau teknologi tertentu. Metode yang dapat digunakan adalah seleksi dan sistim pengendalian perkawinannya.

Jenis-jenis Seleksi ternak yaitu Seleksi Alam dan Seleksi Buatan. Yang dimaksud seleksi alam adalah pemilihan secara alamiah pada ternak untuk menjadi tetua guna memperoleh generasi berikutnya. Biasanya seleksi alam berlangsung dalam waktu yang sangat lama dan dapat menghasilkan ternak yang mempunyai daya adaptasi dengan lingkungan alam sekitar yang berlaku setempat. Contohnya adalah terbentuknya bangsa sapi Bali. Seleksi Buatan adalah seleksi yang dilakukan oleh manusia dengan tujuan tertentu. Model seleksi ini dapat dirinci seperti berikut: Seleksi Individual,   Seleksi Kekerabatan,   Seleksi berdasarkan silsilah atau dikenal dengan nama pedigree selection,

 

Seleksi Individual

Adalah seleksi yang ditujukan untuk memperoleh ternak bibit. Recording/catatan tentang produktivitas seperti catatan bobot sapih anak sapi/pedet sangat diperlukan pada jenis seleksi ini.

 Seleksi Kekerabatan

Yaitu seleksi berdasarkan performance kekerabatannya misalnya suadara sekandung, saudara tiri sebapak). Biasanya seleksi kekerabatan ini di maksudkan untuk memilih calon pejantan, semisal untuk meningkatkan produksi susu maka yang diukur adalah produksi kerabat-kerabat betinanya yang menghasilkan susu.

 

Seleksi berdasarkan silsilah

Atau dikenal dengan nama pedigree selection, seleksi dilaksanakan berdasarkan pada silsilah seekor ternak untuk memilih ternak bibit pada umur yang masih muda.

 

Pemilihan Bibit Ternak Sapi

Pemilihan untuk bibit ternak bertujuan untuk memperoleh bangsa-bangsa ternak yang memiliki sifat-sifat produktif reproduktifitas yang tinggi. Contoh memilih ternak sapi yang memiliki tingkat kesuburan yang tinggi, kecepatan tumbuh yang baik serta persentase karkas yang tinggi. Syarat atau kriteria calon bibit yang digunakan adalah: bangsa, kesuburan,litter size/jumlah anak perkelahiran, temperamen, produksi susu induk, produksi daging dan susu, catatan dan status kesehatan temak tersebut.

 

Memilih Sapi Calon Induk

Tidak memiliki kecacatan fisik, tanduk kuat dan simetris, bentuk perut normal, telinga kecil hingga sedang, berbulu halus dan bersih, roman muka baik, ekor tumbuh normal, umur tidak lebih dari 2 tahun, dapat dilihat dari komposisi gigi seri, berat tubuh sekitar 250 kg.

 

Memilih Sapi Calon Pejantan

Tidak memiliki kecacatan fisik, bentuk tubuh baik dan normal, memiliki tanduk yang serasi, kaki kokoh dan otot-otot kuat, telinga kecil hingga sedang, berbulu halus dan bersih, memiliki testis/skrotum yang besar dan tumbuh normal, umur tidak lebih dari 2 tahun, berat tubuh sekitar 250-300 kg.

 

Klasifikasi Bibit Sapi

  1. Bibit dasar (elite/foundation stock), diperoleh dari proses seleksi rumpun atau galur yang mempunyai nilai pemuliaan di atas nilai rata-rata;
  2. Bibit induk (breeding stock), diperoleh dari proses pengembangan bibit dasar;
  3. Bibit sebar (commercial stock), diperoleh dari proses pengembangan bibit induk.

 

Sifat-sifat Kualitatif dan Kuantitatif

Sifat-sifat genetik yang tampak jelas atau mudah diketahui seperti bertanduk dengan yang tidak bertanduk, warna kulit tubuh merah ataupun hitam dan sebagainya dikenal sebagai sifat kualitatif dan dikontrol oleh sejumlah kecil gen.Sifat kuantitatif seperti sifat produktivitas ternak contohnya adalah produksi daging, susu, dll. Sifat-sifat tersebut bisa diketahui dengan catatan-catatan produksi yang dibuat oleh peternak.

 

(By master   Guru yang saya Hormati Bp.Yon Supri Ondho, FAPET UNDIP)

 

Leave a comment »