Manajemen Pakan Induk

 

Manajemen Pemberian pada induk terutama ditujukan untuk menunjang agar fertilitasnya tinggi, menghasilkan produksi susu yang dapat memenuhi kebutuhan anaknya sehingga nantinya laju pertumbuhan anak menjadi optimal. Kebutuhan pakan induk tergantung pada fase fisiologisnya, apakah bunting, laktasi atau dalam posisi kering.

Pada masa antara melahirkan sampai akhir masa perkawinan, energy pakan untuk induk harus ditingkatkan sekitas 50%, sedangkan  kebutuhan protein akan meningkat hampir dua kali lipat. Saat paling kritis yang harus diperhatikan dalam pemberian pakan induk adalah  selama masa beranak yaitu pada 60 hari sebelum melahirkan dan 90mhari setelah melahirkan. Dampak dari ketidak terpebuhi kebutuhan ini antara lain terjadinya abortus, bobot lahir rendah, bobot sapih rendah dan kegagalan berahi lagi.

Tindakan yang harus dipahami dalam manajemen pakan induk adalah mempertahankan bobot induk agar konsisten. Menjaga hal ini maka langkah manajemen pemberian pakan menjadi lebih ekonomis  dibandingkan dengan menaikkan berat karena terjadinya penutunan bobot badan.

Tiga bulan pertama, induk bunting memerlukan pakan yang cukup untuk hidup pokok dengan catatan kebutuhan energy terpenuhi. Tiga bulan akhir masa kebuntingan saat kritis karena dua pertiga pertumbuhan janin terjadi selama masa ini. Pada saat inipakan harus mencapai pertambahan bobot badan 0,5kg/hari, hindari kelebihan pakan. Kelebihan pakan akan mengakibatkan kegemukan dan susah saat  melahirkan.

Setelah melahirkan dalam masa laktasi perlu diperhitungkan kebutuhan nutrisi untuk produksi susu, pemulihan alat reproduksi dan menjaga bobot badan persiapan berahi kembali. Nutrisi yang rendah pada masa ini menyebabkan bobot sapih anak menurun 5 – 10%. Dalam kondisi yang nurang induk cenderung mempertahankan kondisi anak  disbanding bobot badannya sendiri. Setelah anak  sudah siap makan hijauan dan tidak tergantung pada susu induk maka saatnya induk menuggu siklus berahi kembali untuk dikawinkan. (Santosa Undang.2006.Manajemen Usaha Ternak Potong.Penebar Swadaya)

Iklan

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    wah luar biasa mas Sugeng. apakah mas Sugeng memang berprofesi disekitar hal ini ma? terkait dengan pakan hewan ternak, tumbuh kembang hewan ternak dan seterusnya? sebenarnya apa sih kiat supaya kita bisa benar dan baik dalam merawat hewan ternak mas? adakah cara yang sederhana? terimakasih banyak Mas Sugeng.

    Suka

    • 2

      oeg said,

      Saya kebetulan anak kandang pak..sedikit banyak ada ilmu..bbrp senada dg buku buku…bbrp ada yg beda juga….utk merawat dg baik.kayaknya ya hrs dipenuhi kebutuhannya….faktor pakan memang.menjadi.perhatian khusus

      Suka


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: