Mulai dari Garis Finish, Menuju Line Start (Survival Ruminant Farm Business)

images (8).jpg

Usaha peternakan ruminansia terutama ruminansia kecil seperti kambing dan domba menjadi komoditas ternak yang banyak diminati. Bahkan dibeberapa wilayah menjadi booming dengan banyaknya usaha ternak kambing domba system kemitraan (inti-plasma).  Hingga saat ini hanya ada beberapa saja kemitraan yang masih survive.

Ternak sapi, kambing dan domba sekilas terlihat sebuah usaha peternakan yang mudah, dimana ternak hanya diberi rumput dan beberapa bahan lain.  Hitungan diatas kertas tentang potensi keuntungan menjadikan tekad makin kuat untuk beternak. Bahkan tak jarang beberapa pemula langsung memulai dengan skala yang langsung besar dengan harapan keuntungan semakin besar.

Mereka membangun kandang kemudian membeli hewan ternak selanjutnya dipelihara dengan sebaik baiknya.  Namun, banyak diantara mereka lupa tentang pakan dan penjualan hasil ternak karena semangatnya. Pada kesempatan kali ini difokuskan pada penjualan hasil ternaknya.

Sedikit ilustrasi diatas merupakan paradigma usaha yang lazim dilakukan oleh masyarakat. Dimana untuk memulai usaha mereka mengharuskan mempunyai dan atau memproduksi sendiri dahulu. Apabila dianalogikan mereka memulai berlari dari garis start menuju garis finish. Hal ini sudah banyak dan bahkan mayoritas dilakukan oleh kita. Pada era kekinian perlu dilakukan langkah yang berbeda dari kebiasaan.  Sebuah langkah berlari yang dimulai dari garis finish.

Garis finish dalam usaha peternakan adalah sebuah garis dimana hasil usaha peternakan  terkonversi menjadi nominal angka …..menjadi uang. Dan ruang untuk aktivitas ini adalah Pasar (market). Marketing pada usaha peternakan diera saat ini menjadi penentu kelangsungan usaha.

Mereka yang mengedepankan langkah ini relative lebih bertahan karena jalur tersebut belum sepadat jalur yang awam. Mereka yang berjalan pada langkah ini relative lebih terlihat dan dilirik oleh lingkaran bisnis kambing domba.

Apabila komoditas dalam kandang secara berkala terkonversi menjadi rupiah maka perputaran aktivitas dan usahanya pasti lebih lancar. Andai langkah ini belum dilakukan dapat dibayangkan ternak kambing dan domba yang tertahan dikandang karena belum terjual, maka pada saat itulah argo biaya pemeliharaan juga semakin tinggi. Dan akan sampai pada suatu titik yang mau tidak mau harus dijual rugi sekalipun karena berbagai alasan. Endingnya akan tertebak bahwa usaha tersebut tinggal menunggu waktu untuk berhenti. Salah satu cara terhindar dari kondisi tersebut adalah memikirkan masalah market diawal sebelum kandang terisi.

Pasti ada yang bertanya apakah salah memulai dari garis start? Jawabnya tidak, tetapi tantangannya lebih berat. Kalaulah harus mulai dari start ….maka hendaknya dimulai dengan skala kecil sembari memikirkan, mencari dan membuat market.

Market usaha peternakan kambing dan domba seperti  apa?

Mau Sprint…….Jarak Menengah…..atau Maraton

OK Sabar…Simak Artikel Berikutnya Tentang Serba Serbi Market Usaha Ternak Kambing Domba

W49

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: