Perbaikan Padang Penggembalaan (Kombinasi Legume dan Rumput)

padang penggembalaan sapi soegeng entelemi 2

Padang Penggembalaan Sapi

Perbaikan padang penggembalaan dengan dominasi rumput terbatas, karena rendahnya produksi spesies rumput alam. Upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya harus dilakukan dengan menanam jenis rumput  unggul.

Sebelum melakukan langkah diatas terlebih dahulu dilakukan seleksi spesies rumput dan tingkat adaptasinya terhadap kondisi tanah setempat. Hal ini perlu dilakukan karena adanya factor penghambat produksi padang penggembalaan seperti : iklim, spesies tanaman dan kesuburan tanah. Perbaikan pada penggembalaan lain uyang dilakukan dengan penggantian spesies tanaman dan pemupukan.

Pupuk dibeberapa wilayah memberikan dampak kenaikan biaya ekonomis sehingga perlu dilakukan upaya lain untuk mengatasinya.  Perbaikan padang dengan melakukan pencampuran rumput dan legume menjadi salah satu solusi. Legume akam memberikan sumber nitrogen sehingga lahan dan rumput lebih subur dengan pupuk yang menghemat.

Kombinasi padang penggembalaan dengan tanaman kombinasi rumput dan legume, secara umum menghasilkan input lebih positif disbanding tanaman rumput saja. Fungsi legume memberikan dan menyediakan nilai nutrisi yang lebih baik terutama protein, fosfor dan kalsium. Rumput menyediakan bahan kering yang lebih banyak disbanding legume dan energy yang lebih banyak juga bagi ternak.

Persaingan tumbuh antara rumput dan legume adalah untuk emndapatkan air, unsur haran dan klimat yang baik. Rumput tinggi seperti Panicum Maximum-Pennisetum Purpureum contohnya jenis rumput gajah menjadi saingan legume yang tumbuh pendek dan merayap seperti stylo, centro dan pueraria. Rumput yang menutup tanah dengan lebat seperti Brachiaria decumbens dapat menyaingi legume.

Pada tanah yang infertile dan asam, padang penggembalaan campuran rumput Melinis minutiflora dengan legume Stylosanthes guyanensis tumbuh sangay baik. Campuran rumput Panicum maximum dengan Pueraria phaseoloides, baik pada tanah asam udic, ultisol infertile karena tanaman ini toleran terhadap curah hujan tinggi, tanah kurang subur dan bersaing dengan baik. Di tanah ustic alkalis spesies Setaria dan Desmodium intortum tumbuh dengan baik pada padang campuran. Pada tanah grumusol yang sangat basa dan bertemperatur rendah, Sorghum almum dan legume Medicago satia dapat tumbuh dengan baik. Sedangkan pada tanah tinggi dengan sifat alkalis alfisol dan bertemperatir rendah maka baik dengan kombinasi Pennisetum clandestinum dan Desmodium uncunatum. Pada tanah basah spesies yang dipakai adalah Brachiaria mutica dan Centrosema pubescens. (Pustaka : Rukmantoro Salim et al-Bandung : Dairy Technology Improvement Project in Indonesia, 2002)

 

Video Padang Penggembalaan dapat disimak disini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: