Pakan Ayam VS Pakan Ruminansia

data distribusi jenis pakan

Berdasarkan data Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) tahun 2016, distribusi jenis pakan ternak didominasi oleh sector unggas yaitu 97% (  46 % Pakan Broiler, 40% Pakan layer dan 10 % Breeder).  Angka 3 persen terbagi pada jenis pakan ikan, udang, sapi dan babi. Angka ini nyaris sama dengan data pada tahun sebelumnya 2015.
Melihat data tersebut banyak pertanyaan yang muncul…..Apakah sector non unggas (terutama ruminansia)  tidak menguntungkan?

Angka produksi pakan unggas sangat tinggi dan telak dibanding jenis pakan ternak lain; mengindikasikan banyaknya populasi unggas dan antusias usaha ternak unggas. Ternak non unggas kemudian diberikan pakan apa?Bagaimana dengan ternak non unggas  (terutama ruminan) ? Apakah tidak membeli pakan pabrikan? Pakannya darimana?

Untuk ternak ruminansia seperti sapi, kambing, domba…..cukup ada alasan dengan banyaknya konsumsi pakan hijauan (dedaunan, rumput, limbah pertanian dll).Pada pola pemeliharaan  ternak tradisional, alasan tersebut masuk akal. Akan tetapi pada peternakan intensif yang sudah memperhatikan perhitungan biaya, HPP, untung rugi tentu banyak tuntutan harus dipenuhi sehingga perlu memberikan pakan pabrikan.

Jadi peternak ruminansia sebenarnya juga memanfaatkan pakan pabrikan dalam budidayanya.

Pakan pabrikan ruminansia disini dalam  artian pakan dan atau bahan pakan tunggal dari hasil produksi perusahaan (PT, CV, Koperasi dll) dikemas sedemikian rupa sehingga meningkat nilai ekonomisnya.Pakan ruminansia secara umum yang sering kali dimanfaatkan peternak ruminansia terkategori menjadi :

1) Bahan pakan hasil samping pengolahan gandum

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Berbagai contoh bran polar

Jenis bran dan polard, nama yang tidak asing ditelingga peternak ruminan. Ya, jenis bahan hasil samping pengolahan biji gandum menjadi gandum ini banyak diminati untuk dimanfaatkan sebagai pakan tunggal dan atau campuran pakan. Kandungan Protein 14-16% dan tingkat kecernaan yang bagus sehingga memikat pemilik ternak sapi kambing dan domba menjadikan komoditas ini melambung harganya.

 
2) Pakan konsentrat

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Contoh Konsentrat

Campuran berbagai bahan pakan yang sudah diformulasikan secara lengkap kandungan nutrisinya yang terkonsentrasi menjadi satu bahan yang homogen. Varian yang biasanya ada pada jenis ini adalah pakan ternak potong dan pakan perah. Secara nasional produsen pakan jenis ini rata rata belum berbentuk Perseroan bahkan ada beberapa yang perorangan. Dengan harga ekonomis dan kualitas kompetitif pakan jenis ini sangat familiar pada peternak intensif.

 

3) Pakan pellet ruminansia

p

pakan pelet

Pakan jenis ini hampir sama dengan pakan konsentrat yang membedakan adalah pakan ini tercetak dalam bentuk pellet. Sebuah bentuk yang kompak sehingga ternak tidak mungkin untuk memilih salah satu bahan pakan. Ada beberapa  pabrikan besar yang memproduksi pakan ruminan jenis ini walaupun jumlahnya relative sedikit.

Rata rata produsen pakan ruminansia tersebut belum bergabung dengan GPMT sehingga angka produksi tidak terlihat.  Sehingga bisa jadi (sangat bisa) angka produksi pakan non unggas diatas 3%.

Iklan

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    Ani Suwatin said,

    ini alamat di daerah mana bos


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: