Ampas Sagu….Solusi Bahan Berserat, Pendamping Konsentrat Pada Ruminansia

Rasa penasaran karena berapa kali melewati usaha kecil menengah yang mengolah batangan aren-Sagu menjadi tepung sagu. Ada hal yang cukup menarik  bukan karena prosesnya melainkan limbahnya.  Ya….beberapa tempat yang membuat tepung sagu sering kali ditemui menggunungnya limbah sagu, ada beberapa yang terpakai tapi nyaris sebagian besar tidak termanfaatkan.

Pada saat musim banyak rumput dan hijauan bahan ini tentunya sangat mudah untuk dilewatkan. Begitu memasuki musim dimasa rumput susah dan stok pakan hijauan/serat kekurangan, beberapa kali terbersit untuk memanfaatkannya sebagai pakan ternak.

Berdasarkan hasil penelitian dari beberapa sample ampas sagu dibeberapa wilayah    bahwa kandungan proteinnya 0,83 – 3 % (tentunya melihat  seberapa bersih ampas ini dipisahkan dari sari sagu), serat kasar 11,4-18,8% (pertanian.go.id dan Kasmirah D). Melihat angka tersebut kesimpulan awal adalah sebuah bahan dengan kandungan protein rendah dan serat kasar tinggi.  Apakah masih dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak? Bahkan beberapa peneliti menyatakan bahwa kandungan pati yang masih terkandung dalam ampas sagu cukup besar dan dapat mendukung pemenuhan energy.

 

ampas sagu

Pengolahan Sagu

Jawabannya sangat bisa. Komoditas yang paling memungkinkan untuk memanfaatkan adalah ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba). Tingkat optimalisasi pemakaian bahan ini pada ternak ruminant sangatlah besar dengan adanya proses fermentasi rumen.

Nilai guna ampas sagu sebagai pakan ternak dapat ditingkatkan dengan melakukan proses tambahan berupa fermentasi bahkan sekaligus amoniasi.  Kasmirah D. (Fak Pertanian  Bengkulu) menyatakan bahwa dengan melakukan proses fermentasi ampas sagu dengan aspergilus niger  dan menambahkan urea sampai dengan 3% dapat meningkatkan kandungan protein kasar hingga 14%. Pemilihan proses pengolahan ampas sagu  dengan fermentasi yang paling utama untuk mengatasi permasalahan pada tingginya kandungan serat kasar.

ampas sagu2.jpg

Ampas Sagu

Cukup pas apabila limbah ampas sagu yang telah terolah tadi disandingkan bersama dengan konsentrat ruminasia pada konsep peternakan yang mengaplikasikan complete feed.  Dalam hal ini ampas sagu kita posisikan sebagai sumber pakan serat (walaupun kandungan nutrisi lain masih cukup bagus)  untuk system bulky pada rumen sekaligus pemenuhan serat dan konsentrat sebagai sumber nutrisi utama dalam pemenuhan gizi ternak. Langkah ini akan sangat membantu peternak pada saat ketersediaan bahan sumber serat sulit didapatkan dan pada masa kemarau.

Pada hasil penelitian dapat diketahui pemberian ampas sagu pada sapi onggole diberikan sampai level 45% dari ransum. Hasil penelitian Loka Penelitian Kambing Potong oleh Simanuhuruk dkk menyatakan bahwa ampas sagu dapat digunakan sampai 40% dalam campuran pakan pellet komplit pakan kambing. Bahan ini diposisikan sebagai bahan alternative pengganti sumber energy dan serat pakan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: