Membuat Kompos Ampas Teh

Kompos merupakan pupuk organik yang tidak mempunyai efek buruk terhadap tanah maupun tanaman. Dibandingkan dengan pupuk anorganik (buatan pabrik) kompos mempunyai kandungan unsur hara yang lengkap serta kandungan bahan organik yang tinggi. Kompos mampu merubah struktur tanah menjadi remah dan mampu menahan air sehingga tanah tetap Dilihat dari segi konservasi tanah, kompos merupakan pupuk yang dapat melestarikan fungsi sumberdaya tanah karena kemampuannya dalam menyerap air dan menekan erosi.

 

Sesuai dengan perkembangan dunia pertanian di Indonesia yang kembali kepada sistem pertanian organik dan meninggalkan pertanian yang mengandalkan sarana produksi dari bahan-bahan kimiawi, kompos organik menjadi semakin diminati oleh masyarakat luas. Hal ini disebabkan semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat akan arti pentingnya kesehatan. Kerugian penggunaan bahan-bahan kimia seperti penggunaan insektisida dan pupuk anorganik, selain berbahaya bagi kesehatan juga merusak lingkungan.

KOMPOS AMPAS TEH2

Kelebihan kompos organik selain harganya murah dan terjangkau juga ramah lingkungan, tidak merusak tanah, sehingga produk ini masih sangat dibutuhkan, terutama bagi tanaman sayuran dan tanaman hias. Selain itu produk ini merupakan kekayaan alam yang tidak akan habis atau dapat diperbaharui, karena bahan untuk membuat kompos organik adalah limbah pabrik teh yang tidak bersaing dengan manusia.

Minuman teh baik dalam botol maupun dalam bentuk kemasan lain makin banyak dijumpai beredar di masyarakat pedesaan maupun perkotaan. Seiring dengan meningkatnya produksi minuman teh meningkat pula limbah berupa ampas teh. Ampas teh merupakan hasil sampingan dari industri minuman teh botol dan teh kotak yang tersedia dalam jumlah yang cukup banyak. Limbah ampas teh dapat dijadikan bahan baku pembuatan kompos atau pupuk organik sehingga memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan berguna mengurangi sampah industri minuman teh botol dan teh kotak. Sebagai bahan pertimbangan di perusahaan minuman teh PT Sipp Semarang saja ampas teh yang dihasilkan mencapai 100 kg/hari, padahal di Kabupaten Semarang terdapat tiga produsen teh yang cukup besar yaitu PT Sos ro, PT Cocacola dan PT Sipp. Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa kandungan protein kasar dari ampas teh adalah 26,67% (Sukria, et al, 1994). Protein kasar pada jaringan tanaman sangat mudah mengalami pelapukan. Hasil pelapukan protein kasar tersebut berupa senyawa Amonuium (NH4) dan Nitrat (NH3) yang merupakan bentuk N yang tersedia dan mudah diserap oleh tanaman dalam jumlah yang banyak (Kozlowski, 1984).

KOMPOS AMPAS TEH

Bahan organik yang terkandung dalam ampas teh dapat berpengaruh baik terhadap sifat-sifat tanah dan pertumbuhan tanaman. Bahan organik tersebut terus mengalami dekomposisi oleh peranan mikrobia tanah menghasilkan bahan yang bersifat koloid, berwarna hitam atau coklat serta mempunyai kemampuan untuk menahan air dan unsur hara (Soepardi, 1983).

Isi rumen sebagai salah satu limbah Rumah Potong Hewan (RPH) merupakan digesta yang telah sempat difermentasi tetapi belum sempat dimanfaatkan oleh ternak induk semang. Mikrobia yang terdapat dalam rumen adalah bakteri, protozoa dan “Yeast like Organism” (Hungate, 1996). Hampir semua komponen tumbuh-tumbuhan kecuali lignin dapat dicerna oleh beberapa spesies bakteri (Egan, 1980). Isi Rumen digunakan sebagai aditif dalam pembuatan kompos karena dalam pembuatan kompos bahan yang kurang mengandung N harus di tambahkan bahan yang banyak mengandung N dan mikrobia (Murbandono, 1988).

Cara pembuatan kompos ampas teh pertama-tama adalah isi rumen dicampur dengan 10% BK dedak sampai merata (A) untuk memberi kesempatan pada mikrobia rumen untuk terus berkembang biak karena tersedia karbohidrat. Langkah berikutnya adalah mengangin-anginkan ampas teh untuk mengurangi kadar air (B). A dan B dicampur merata dengan perbandingan A 15% BK ampas teh, kadar air campuran kurang lebih 35%, dapat dikira-kira campuran tersebut tidak menggumpal tetapi terlihat basah kemudian dimasukkan ke dalam bak/silo, dipadatkan (seminimal mungkin terdapat O2), kemudian ditutup rapat. Pemeraman dilakukan selama 4 minggu. Hal ini dikarenakan menurut hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh di Laboratorium Ilmu Tanaman dan Makanan Ternak, waktu 4 minggu merupakan waktu terbaik untuk menghasilkan kompos ampas teh. Pembalikan kompos dilakukan setiap 2 minggu sekali. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengontrol agar mikrobia yang terdapat dalam isi rumen tetap bekerja dalam selang waktu tersebut, sirkulasi udara dalam silo terjamin dan mikrobia dapat bekerja secara optimal..Setelah 4 minggu pemeraman kompos ampas teh sudah dapat dipanen. Hal ini ditandai dengan volume yang menyusut, warna yang berubah dari coklat menjadi hitam, tidak berbau dan bertekstur remah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: