Onggok, Dedak Padi, Polard dan Rumput Gajah sebagai Pakan Domba, Mana yang Paling Baik?

Penyediaan zat pakan bagi ternak dapat berasal dari hijauan dan konsentrat. Pakan hijauan biasanya mengandung serat kasar di atas 18 %, sedangkan konsentrat mengandung serat kasar kurang dari 18 %. Hijauan yang merupakan pakan utama ternak ruminansia tidak bisa diandalkan ketersediannya terutama pada pada musim kemarau. Hijauan di daerah tropis dari segi kualitas umumnya rendah, oleh karena itu peranan konsentrat sebagai pakan ruminansia amat diperlukan. Konsentrat dapat berasal dari limbah pertanian, limbah industri pertanian, limbah perkebunan dan limbah agroindustri.

Pada kesempatan kali ini akan diperbandingkan perberian kombinasi rumput gajah dengan onggok, dedak dan polar pada ternak domba, materi ini ditulis berdasarkan penelitian saudara kami Deny Eko P (Nutrisi Makanan Ternak FAPET UNDIP 99). Dengan ransum 40% rumput Gajah+60% dedak padi, 40% rumput Gajah+60% onggok, 40% rumput Gajah+60% polar dan kontrol 100% rumput gajah yang diberikan pada domba jantan. Rumput gajah (Pennisetum purpureum) merupakan tanaman parennial yang dapat tumbuh sampai tinggi 180 – 300 cm. Rumput gajah tumbuh baik di daerah pegunungan dengan curah hujan 2500 mm/th. Pemotongan dapat dilakukan pada umur 30 – 50 hari dengan produksi sekitar 150 – 200 ton/ha .

Dedak padi merupakan sisa penumbukan atau penggilingan padi. Kualitas dedak padi dipengaruhi oleh banyaknya kulit gabah yang tercampur di dalamnya yang mengandung serat kasar antara 11-19. Onggok atau cassava merupakan sisa pembuatan tepung tapioka). Onggok merupakan sumber karbohidrat yang mudah terfermentasi. Zat pati yang terdapat dalam onggok menjadi sumber nutrisi bagi pertumbuhan mikrobia rumen. Pollard memiliki kualitas nutrisi yang lebih baik daripada dedak padi maupun bekatul karena kadar air dan lemaknya lebih rendah. Pollard biasa digunakan sebagai sumber karbohidrat yang mudah tersedia dalam ransum ternak ruminansia.

data praksimat

Parameter untuk membandingkan ransum tersebut dengan mengamati konsumsi pakan dan kecernaannya. Konsumsi bahan kering tertinggi pada ransum kombinasi rumput gajah dengan polar yaitu 622,76 gr/ekor/hari; kombinasi dengan dedak 556,19; kombinasi dengan ongggok 478,57 dan yang full rumput gajah 357,62. Konsumsi rumput gajah paling ssedikit karena sifatnya yang “bulky” yang menyebabkan saluran pencernaan cepat penuh sehingga domba tidak makan lagi. Dengan serat kasar 37 % dan NDF 72,3, kondisi tingginya kandungan serat menyebabkan kemampuan ternak untuk mengkonsumsi pakan menjadi berkurang karena ruang dalam rumen telah penuh terisi. Konsumsi tertinggi pada kombinasi polar berdasar tingkat kesukaan/palatabilitas ternak pada bahan ini. Kandungan protein polar juga paling tinggi sehingga konsumsinya juga relatif lebih tinggi, karena kandungan protein pakan yang rendah akan menurunkan nafsu makan dan menurunkan efisiensi penggunaan zat-zat pakan yang lain

Kecernaan bahan kering pada kombinasi rumput gajah dengan polar paling tinggi yaitu 66,87 %; kombinasi dengan onggok 57,08%, kombinasi dengan dedak 55,07 % dan yang full rumput gajah 51,46%. Konsumsi pada kombinasi polar karena paling tinggi sehingga mengakibatkan kecernaannya juga paling tinggi. Pollard memilki kadar pati yang tinggi dan siap dicerna oleh ternak. Pati dalam butir gandum hampir sepenuhnya dicerna dalam saluran pencernaan namun laju dan tingkat fermentasi dan kecernaannya tergantung pada jenis butiran dan tingkat perlakuan. Pada ransum dengan kandungan serat kasar lebih tinggi menyebabkan kecernaannya juga rendah. Tingginya kandungan serat pada rumput gajah menyebabkan laju pakan dalam rumen rendah sehingga pakan akan tertinggal lebih lama dalam saluran pencernaan. Laju pakan yang rendah menyebabkan mikrobia rumen memiliki kesempatan mendegradasi bahan pakan lebih besar terutama bahan organik dan komponen karbohirat dari NDF yang dapat didegradasi dari rumput.

data tabel kc

Dari ransum tersebut dapat disimpulkan bahwa pakan dengan kombinasi 40% rumput gajah dan 60 % polar menghasilkan konsumsi dan kecernaan yang paling baik dibandingkan dengan pemberian onggok dan dedak padi. Pada pemberian pakan yang 100% rumput gajah menunjukkan performa ransum yang paling rendah. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian pakan hijauan/pakan berserat dengan kualitas rendah perlu didukung dengan pakan penguat yang berkualitas untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: