Pakan Induk Laktasi

Kebutuhan pakan untuk ternak secara umum digunakan untuk hidup pokok dan produksi/reproduksi. Kebutuhan untuk hidup pokok yaitu kebutuhan zat makanan yang dibutuhkan untuk mempertahankan proses tubuh normal tanpa melakukan pekerjaan produktif. Sedangkan kebutuhan untuk produksi/reproduksi yaitu kebutuhan zat makanan yang dibutuhkan untuk mempertahankan proses tubuh yang normal dengan melakukan pekerjaan produktif.Kebutuhan nutrien untuk induk lebih kompleks dibandingkan dengan kebutuhan nutrien bagi ternak pada fase lain.

Induk yang sedang laktasi harus lebih detail pemberian nutriennya, karena selain untuk kebutuhan normal badannya nutrien pakan dipergunakan juga untuk memproduksi air susu. Kualitas air susu dipengaruhi oleh kuantitas dan kualitas ransum yang diberikan, selain kondisi induk, iklim, dan lain-lain. Produksi air susu menurun akibat rendahnya kualitas kandungan nutrisi pakan yang diberikan pada ternak tersebut.

Pada awal masa laktasi terjadi peningkatan aktivitas metabolisme kelenjar ambingnya. Pemberian nutrien yang cukup tinggi dalam upaya memenuhi kebutuhan ternak untuk sintesis air susu perlu disupport agar peningkatan metabolisme ini berjalan normal. Induk laktasi cukup sensitif terhadap kekurangan protein dan energi sebagai akibat menurunnya nafsu makan dimasa ini.

Pemberian pakan berserat berupa hijauan diperlukan agar rumen berjalan secara normal, hijauan juga sebagai sumber vitamin A,D dan E. Kualitas hijauan di daerah tropis sebagian besar relatif rendah terutama yang dari graminae, sehingga jumlah hijauan yang dikonsumsi tidak mampu memenuhi kebutuhan energi.Ketersediaan karbohidrat mudah terlarut pada hijauan juga rendah. Karena itu, suplementasi konsentrat yang mengandung campuran bahan-bahan sumberenergi, protein serta mineral (mikro dan makro) merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan produk fermentasi rumen. Hal ini akan sangat mempengaruhi penyediaan nutrien  untuk pembentukan air susu.

Pemberian air, vitamin dan mineral tak kalah penting untuk diperhatikan juga. Air hendaknya diberikan secara ad libitum, ada terus menerus dikandang dalam jangkauan induk. Air penting karena proporsi besar dalam sistesa susu adalah air. Demikian juga dengan mineral agar produksisusutetap normal. Defisiensi fosfor, kobalt, cuprum, dan NaCl mengakibatkan penurunan produksi air susu. Semakin rendah  vitamin A dan D dalam ransum menyebabkan penurunan vitamin-vitamin ini dalam air susu, Apabila kekurangan dalam jumlah banyak, akan menyebabkan gangguan fisiologi hewan. Vitamin A mempengaruhi warna kekuning-kuningan pada air susu.

Konsentrat diharapkan dapat bertindaks ebagai sumber karbohidrat mudah terlarut, protein lolos degradasi, dan sebagai sumber glukosa untuk bahan baku produksi susu. Konsentrat memperluas peluang terbentuknya asam lemak atsiri (volatile fatty acid = VFA) terutama asam propionat yang lebih banyak dengan produksi metan semakinkecil, sehingga efisiensi penggunaan energinya lebihtinggi. Pada awal laktasi, perbaikan mutu pakan dengan penambahan konsentrat, diharapkan terpenuhi nutrien yang seimbang, memenuhi kebutuhan fisiologis ternak selama laktasi. Harapan akhirnya adalah produksi susu meningkat baik itu untuk anaknya maupun diperah.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: