Kebangkitan Peternak Kambing Perah

Peternak ruminansia kecil (kambing domba) beberapa saat lalu suaranya nyaris tidak terdengar hingga sayup sayup terdengar di Kementerian Pertanian. Alangkah lebih tidak terdengar lagi apabila ini ditarik ke lembaga wakil rakyat DPR RI………tapi ini sekarang sudah menjadi sejarah.

Beberapa tahun terakhir perhatian besar kementerian pertanian dalam hal ini Dirjen Peternakan terhadap peternak kambing domba menjadi totalitas. Terbukti beberapa kali event acara pertanian dan peternakan selalu dihadiri oleh Dirjen, Silaturahmi Nasional Peternak Kambing Indonesia contohnya .

Fakta ini menimbulkan semangat yang luar biasa dikalangan peternak kambing domba untuk bangkit dan bergerak dalam suasana persaingan bebas saat ini (MEA). Eksekutif sudah mulai bergerak menuju ruminansia kecil, saatnya juga kita harapkan lembaga legislatif berperan baik dalam fungsinya dalam budgeting maupun pengawasan, agar kesejahteraan peternak kambing dan domba dapat diperjuangkan.

dpr.png

Hadir dalam acara Pelatihan Kewirausaan Peternak Kambing Domba di Cibodas Jawa barat, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ir. H. E. Herman Khaeron, MSi. Beliau menyampaikan bahwa sudah saatnya diperlukan diversifikasi dalam penyediaan protein hewani (daging terutama disamping susu) ditengah perlombaan lari antara pertumbuhan konsumsi versus tingkat produksi. Gagasan ini muncul agar energi kita tidak habis dan target produksi tercapai.

Diversifikasi ini sangat mungkin dilakukan pada komoditas kambing dan domba, termasuk didalamnya kambing perah bahkan beliau siap support penuh peternak sampai sisi pendanaan melalui mekanisme budgeting dewan. Arahan kebijakkan Komisi IV DPR RI :

  • Meminta agar pemerintah menyediakan benih dan bibit kambing perah yang berkualitas dan menjamin ketersediaan dan kontinuitas pakan dan hijauan yang berkualitas.
  • Meminta agar pemerintah meningkatkan kapasitas SDM peternak melalui penyuluhan dan pendampingan sebagai amant UU SP3K untuk meningkatkan populasi kambing dan produksi susu yang berkualitas.
  • Meminta agar pemerintah melakukan promosi kepada masyarakat agar perspektif negatif produk kambing hilang

Pada penutupnya beliau menyampaikan orientasi pengembangan subsektor peternakan sebaiknya tidak terfokus pada satu jenis ternak tertentu, kambing perah merupakan ternak yang mampu menjadi substitusi sapi perah baik secara ekonomis maupun biologis. Potensi pengembangan kambing perah dan produksi susu kambing sangat tinggi, mengingat ternak kambing sangat adaptif terhadap berbagai jenis lokasi. Pemerintah perlu mereformulasi kebijakan peternakan dan menciptakan skema penggembangan kambing perah sesuai karakter agroekosistem sesuai lokasi dan pengembangan. Dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan ternak kambing perah untuk meningkatkan produksi susu kambing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: