Bentuk Olahan Pakan Ruminansia

Pada saat ini sudah sangat familiar terhadap pakan ternak yang diproduksi oleh pabrikan. Pakan ayam mulai dari fase DOC hingga finisher dan layer yang paling banyak dan mudah ditemui dipasaran atau poultry shop, menyusul pakan ikan &udang, pakan pet. Pakan ruminansia (sapi, kambing, domba) akhir-akhir ini mulai menggeliat.

Berbagai bentuk pakan ternak yang diproduksi disesuaikan dengan kebutuhan produksi ternak. Bentuk pakan ternak yang ada yaitu tepung (mash), pelet, granule, wafer dan biskuit. Akan tetapi apapun bentuknya, homogenitas menjadi faktor kunci dalam semuanya. Hal ini akan mempengaruhi konsistensi pertumbuhan (daging), produktivitas (susu) dan daya tahan ternak terhadap lingkungan.

konsentrat profeed

Pakan ruminansia yang sudah diproduksi bentuk allmash-konsentrat, pelet, wafer dan biskuit. Bentuk allmash hingga konsentrat yang paling banyak diproduksi berkaitan dengan komponen harga yang lebih ekonomis. Pakan ini berupa campuran bahan yang telah digiling dengan tingkat kehalusan tertentu. Konsentrat lebih ekonomis karena tidak adanya penambahan biaya proses lanjutan (biasanya intake-grinding-mixing-bagging).

IMG_1009

Pakan berbentuk pelet untuk ruminansia sudah diproduksi beberapa pabrikan besar, namun harganya yang relatif lebih mahal menjadikannya kurang populer. Beberapa ternak perah dan pedet / cempe tahap awal mengaplikasikan sebagai campuran dalam ransum. Pakan bentuk ini adalah hasil dari lanjutan proses bentuk mash. Campuran tersebut dicetak dengan dies (ukuran diameter tertentu 1mm sd 4 mm) yang terletak pada mesin pelet; sebelum dicetak biasanya dilewatkan dalam tabung untuk mengalami proses pra conditioning-conditioning. Keuntungan pellet ialah efisiensi baik dalam hal penyimpanan maupun pencernaan dalam ternak.

wafer

(pic:lolitkambing.litbang.pertanian.go.id)

Pakan bentuk wafer, biasanya yang dibuat adalah campuran bahan yang berserat. Hijauan pakan ternak cocok untuk disimpan dalam bentuk ini. Kunci utama dalam proses ini adalah proses pengepressan dan kepadatan. Keunggulannya adalah mudah dalam penanganan, bisa menggunakan teknologi sederhana, memberi nilai tambah pada hasil limbah pertanian, perkebunan bahkan limbah pasar. Proses pembuatan wafer limbah sayuran pasar (Yuli Retnani, 2011) untuk ruminansia berukuran 20 x 20 x 1,5 cm. Limbah sayur yang sudah dikumpulkan dipotong dengan ukuran 2-3 cm kemudian dikeringkan/ dilayukan hingga kadar air 15-17%. Campuran limbah sayur kemudian digiling, campuran sebanyak 400 g dicampur dengan tetes 20g, diaduk hingga merata. Langkah selanjutnya adalah pencetakan sesuai ukuran diatas dan dilakukan pengempaan panas selama 10 menit dengan suhu 120 C, setelah dingin sesuai suhu ruang bisa disimpan/diberikan ternak.

biskuit

(pic: pertanianku.com)

Pakan bentuk biskuit merupakan produk kering yang awet sehingga dapat disimpan dalam waktu relatif lama dan mudah dalam mobilitas. Biskuit ini hampir sama dengan wafer tetapi dengan ukuran yang lebih kecil, bntuan panas dan tekanan tetap menjadi kunci proses. Proses pembuatan biskuit (Yuli Retnani, 2011) dengan cara campuran bahan yang telah diformulasikan, dipotong kecil kecil, selanjutnya dikeringkan. Setelah kering kemudian digiling dengan hammermill agar lebih halus. Dilakukan pencampuran dengan tetes 5%. Campuran bahan dicetak dalam cetakan silinder diameter 7 cm tebal 5 cm. Pemadatan selama 10 menit pada suhu 90 C dengan satu kali pembalikan, kemudian didinginkan.

profeed depan

Itulah beberapa bentuk olahan pabrikan pakan ternak yang diproduksi untuk ternak ruminansia. Pakan bentuk konsentrat dengan merek PRO FEED produksi PT. Bersama Ben Berkah disediakan untuk sabahat peternak sapi, kambing dan domba. Pilihan ini dibuat agar menghadirkan pakan yang berkualitas dalam produksi ternak namun tetap ekonomis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: