Audiensi DPD Aspekpin Jawa Tengah dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Jawa Tengah

Foto-0886Konsumsi susu masyarakat Indonesia masih sangat rendah dibanding negara-negara kawasan Asia lainnya, konsumsi susu di Indonesia jika di rata-rata hanya 11 liter per tahun, yang berarti juga setiap harinya masyarakat indonesia hanya mengkonsumsi 5 tetes susu per hari, sebagaimana diungkapkan wakil menteri pertanian RI Rusman Heriawan pada peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) 2012 di Jogjakarta beberapa waktu lalu.

Peningkatan dan pemenuhan konsumsi susu di indonesia hendaknya memang tidak hanya berasal dari susu sapi perah saja, mengingat potensi ternak lainnya seperti kambing yang juga memiliki potensi besar sebagai penghasil susu. Sebagaimana kita ketahui bersama di Indonesia terdapat beberapa ras kambing dengan kemampuan produksi susu yang baik seperti kambing Saanen, Anglo-Nubian dan Nubian  yang berasal dari eropa, kambing Peranakan Ettawa (PE) termasuk didalamnya Kambing Kaligesing, Kambing Senduro dan Jawa Randu.

Asosisasi Peternak Kambing Perah Indonesia (Aspekpin) DPD Jawa Tegah baru-baru ini melakukan audiensi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan propinsi Jawa Tengah bertempat di Lantai 2 gedung Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Jawa Tengah, Tarubudaya Ungaran. Audiensi mengagendakan paparan Aspekpin DPD Jateng mengenai kondisi peternak dan peternakan kambing perah di Indonesia dan di Jawa Tengah khususnya, selain itu di paparkan juga pentingnya Aspekpin sebagai mitra strategis pemerintah dalam usaha mencapai swasembada susu 2020 sebagaimana dicanangkan pemerintah pusat.

Dalam audiensi juga dipaparkan visi dan misi Aspekpin yang sejalan dengan slogan Gubernur Jawa tengah Bibit Waluyo “bali ndesa mbangun desa”, salah satunya adalah memberian advokasi dan pendampingan pada peternak kambing perah dari sisi teknis dan manajerial sehingga pada akhirnya mencapai tujuan beternak yaitu meningkatkan kesejahteran peternak kambing perah. Meskipun DPD Aspekpin Jawa Tengah belum lama terbentuk yaitu pada bulan Januari 2012, program nyata pendampingan peternak hingga ke tingkat peternak kecil telah dilakukan. Diantaranya pendampingan peternak kambing perah di Wonogori pada April 2012, di Salatiga, Solo dan Karanganyar pada Mei 2012, dan terakhir pembinaan dan pendampingan peternak kambing perah di Sragen yang dipusatkan di Nganti, Sragen (6/2/2012).

Seperti di ketahui bersama peternakan kambing di Indonesia, khususnya kambing perah masih banyak yang bersifat tradisional dan sampingan sehingga produk yang dihasilkan tidak optimal dari sisi kualitas maupun kuantitasnya. Maka pendampingan dan pengarahan tentang standar operasional dalam pengelolaan kambing perah yang memenuhi syarat menjadi sangat penting dan mendesak dilakukan. Susu kambing sebagai produk memang sangat rentan terhadap kontaminasi bakteri sehingga memelukan penanganan yang tepat dari sisi sanitasi higienis-nya.

Dalam kesempatan tersebut kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Propinsi Jawa Tengah, Ir. Whitono, MSi mengungkapkan bahwa Jawa tengah merupakan pemilik populasi kambing terbanyak di Indonesia yaitu sejumlah 3,7 juta ekor dengan 300.000 ekor diantaranya adalah Kambing Kaligesing. Jumlah tersebut merupakan potensi yang sangat besar jika dapat dioptimalkan produksinya baik untuk produksi susu dan produksi daging. Dengan perbaikan pola pemeliharaan dan pendampingan secara intensif maka kemampuan produksi susu kambing dapat ditingkatkan. Peningkatan kemampuan beternak ditingkatkan dengan mengadakan pelatihan dan bimbingan teknis dari dinas terkait sebagaimana yang telah dilakukan di BPSMP maupun pelatihan teknis langsung dilokasi kandang peternak yang difasilitasi oleh dinas kabupaten/kota yang membidangi peternakan. Pelatihan yang telah dilakukan diantaranya dalam pengolahan limbah ternak, pengelolaan pasca panen, dan pemeliharaan ternak yang baik.

Dinak Keswan Propinsi Jawa tengah mengajak Aspekpin DPD Jateng untuk bersama-sama terlibat dalam meningkatkan kemampuan peternak kambing perah sehingga mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi susunya. Sebagaimana diungkapkan  Ir. Ardiana selaku kepala bidang produksi bahwa ketersediaan bibit indukan yang bagus untuk kambing perah memang mutlak demi tercapainya produksi optimal. Bahwasanya tidak menutup kemungkinan untuk Jawa Tengah mengadakan bibit indukan dari luar yang tentunya memenuhi perrsyaratan bibit ternak untuk wilayah Jawa Tengah dengan tetap memelihara plasma nutfah ternak kambing asli Jawa Tengah.

Promosi dan edukasi tentang pentingnya minum susu juga menjadi penekanan dalam audiensi tersebut, karena peningkatan konsumsi masyarakat akan susu dan produk olahannya mustahil dicapai ketika masyarakat tidak memperoleh informasi yang benar mengenai susu tersebut. Demikian di ungkapkan Ibu Ir. Lucy Mesrawaty selaku Kabid Usaha Peternakan. Dinak Keswan propinsi Jawa Tengah telah melakukan upaya-upaya edukasi dan pengenalan produk hasil peternakan melalui berbagai kegiaatan seminar, pameran, dan promo produk. Dinak Keswan memberikan kesempatan pada DPD Aspekpin Jateng untuk bekerjasama memberikan edukasi dan pengenalan produk susu kambing pada bulan Juni ini dalam event Pekan Raya Jawa Tengah 2012 di PRPP Semarang dan Soropadan Agro Expo 2012.

Dengan metode kawin silang diharapkan hadirnya kambing perah khas Indonesia yang beriklim tropis, seperti yang sedang di coba oleh sentra pembibitan kambing perah Aspekpin di Cilacap yaitu dengan mengawinkan indukan betina PE produksi susu tinggi dengan pejantan Saanen, dimana anakannya disebut dengan SAPERA (Saanen Peranakan Ettawa). Dukungan pemerintah dalam hal ini Dinak Keswan Jawa Tengah sangat dibutuhkan dalam optimalisasi peningkatan kualitas dan kuantitas produk susu kambing di Jawa tengah, sebagai pemegang kebijakan peternakan Dinak Keswan dapat memberikan arah pada dunia peternakan Jawa Tengah, khususnya pada peternakan kambing perah untuk mencapai swasembada susu pada 2020.

Hadir:

Dari dinak keswan propinsi:

  • kepala dinas propinsi Bpk Ir. Whitono MSi
  • Ardiana R. Kabid Produksi
  • Lusi Mesrawaty sebagai kabid. Usaha peternakan
  • Priyono Prasojo sbg kasie SDM dan kelembagaan
  • Suyatno sbg kepala balai pembibitan dan ruminansia

Aspekpin DPD Jawa Tengah:

  • Parmin SW
  • Abdillah Anis
  • Akhmad Lukman
  • Ali Ngaliman
  • Sugeng Rahayu
  • Sugito

1 Response so far »

  1. 1

    oeg said,

    nostalgia…..hehe


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: