Emas putih dari ternak…

Air susu sangat bermanfaat baik bagi anak maupun manusia. Bagi manusia air susu ini merupakan salah satu bahan makanan yang sangat tinggi mutunya karena terdapat zat gizi dalam perbandingan yang optimal, karena nilai asam amino essensialnya tinggi, mudah dicerna dan kaya kalsium. Susu adalah susu dari hasil pemerahan sapi-sapi atau hewan menyusui lainnya yang susunya dapat digunakan sebagai bahan makanan (Soeparno,1992).

 Sifat-sifat Air Susu.Air susu merupakan hasil utama ternak sapi perah atau hewan menyusui lainnya yang dapat digunakan sebagai bahan makanan yang aman dan sehat, serta tidak dikurangi komponen-komponennya atau ditambah dengan bahan-bahan yang lain. Menghindari pemalsuan atau sebab lain yang menyebabkan kemurnian susu berkurang diperlukan suatu pemeriksaan atas beberapa sifat-sifat yang fisik dari air susu tersebut, baik sifat fisik, kimiawi dan mikrobiologis. Gabungan dari berbagai sifat tersebut akan mencerminkan kualitas air susu yang dapat diketahui melalui beberapa pengujian atau pemeriksaan.

Warna susu.Warna air susu yang sehat adalah putih kekuning-kuningan. Air susu yang terlalu encer seperti seperti air adalah air susu yang tidak normal. Air susu yang berwarna kebiru-biruan menunjukkan air susu tersebut telah dicampur air terlalu banyak. Air susu yang berlendir, bergumpal menandakan air susu tersebut sudah rusak atau masam (Soeparno,1992)

 Cita rasa susu.Air susu yang masih segar dan murni memiliki bau yang khas. Bau yang asam menunjukkan bahwa air susu sudah basi dan terlalu lama disimpan. Air susu yang masih segar dan murni memiliki rasa yang enak, sedikit manis dan agak berlemak. Air susu yang rasanya hambar menunjukkan bahwa air susu tersebut banyak dicampuri air (Soeparno,1992).

 Berat jenis susu.Air susu mempunyai berat jenis lebih besar daripada air. Berat jenis air susu rata-rata berkisar antara 1,027-1,035 (Nasution dan Ressang, 1963). Soeparno (1992) menyatakan bahwa rata-rata berat jenis susu adalah 1,028. Berat jenis harus ditetapkan sekurang-kurangnya tiga jam setelah air susu diperah, sebab berat jenis lebih mudah ditemukan bila pemeriksaan dilakukan dalam tiga jam. Hal ini disebabkan oleh perubahan dalam keadaan lemak dan gas-gas yang keluar dari air susu (Nasution dan Ressang, 1963).

 pH susu.Susu segar yang baru diperah menunjukkan reaksi amfoter yaitu berubah menjadi merah dengan lakmus biru dan biru dengan lakmus merah. Susu segar normal mempunyai suatu konsentrasi ion hidrogen sekitar pH 6,5-6,6 yang menunjukkan bahwa susu agak masam (Soeparno, 1992). Susu segar normal yang dititrasi dengan larutan alkali menggunakan indikator “fenolptalein”, susu menunjukkan asam antara 0,10-0,26% asam jika keasaman disebabkan oleh asam laktat (Nasution dan Ressang, 1963).

Titik jendal atau curding susu kira-kira adalah pada pH 4,8. Titik akhir indikator fenolptalein kira-kira adalah pH 8,3. Nilai pH susu yang lebih dari 6,7 biasanya menunjukkan kondisi mastitis dan di bawah 6,5 menunjukkan hadirnya kolostrum atau deteriorasi bakterial (Soeparno, 1992).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: