RAKOR PENGEMBANGAN MUTU PAKAN DIRJEN PETERNAKAN & KESEHATAN HEWAN

rakor

rakor pakan dirjen peternakan dan kesehatan hewan deptan

Acara yang diadakan oleh Direktur Pakan Ternak Kementrian Pertanian berlangsung sehari penuh di Bogor 29 Maret 2011. Rakor dibuka langsung oleh Ir Mursyid Ma’sum, M. Agr dengan agenda meningkatkan koordinasi dalam pengembangan mutu pakan antara petugas quality control ditingkat produsen pakan dan implementasi SNI sebagai standar mutu serta upaya pemecahan masalah yang dihadapi dalam pengujian mutu pakan. Peserta yang hadir ada 21 perwakilan dari produsen pakan ternak nasional baik unggas maupun ruminant.

Pembicara awal ialah Prof. Dr. Ir. Erika Laconi, MS dengan memaparkan materi implementasi SNI Pakan Konsentrat Sapi di Lapangan. Kebijakan mutu harus dilakukan dari hulu hingga hilir sehingga kualitas pakan ternak dapat dipertanggungjawabkan. Potensi bahaya yang dimungkinkan muncul pada pakan 1) Biological examples seperti jamur, pathogen, prohibited protein product ; 2) Chemical examples seperti dioxin, obat, mycotoxin, pestisida; 3) Physical examples seperti gelas, besi, batu. Oleh karenanya diperlukan system keamanan pakan termasuk didalamnya system kebijakan mutu. SNI merupakan bagian dari kebijakan ini yang merupakan langkah dilapangan untuk memberikan jaminan kualitas

PT. CJ. Superfeed dan PT. Charoen Pokphand juga diminta memberikan materi mengenai Penerapan Quality Control dalam penerapan SNI serta permasalahan pabrik pakan tentang hasil uji pakan untuk sertifikasi. Produsen pakan, terutama unggas sudah relative baik dalam aplikasi SNI harapannya ini menjadi teladan pada pakan sapi; dimana dalam penerapannya masih sukarela (pada sapi). Terdapat kesenjangan persepsi antara produsen pakan dan BPMPT (selaku pemberi sertifikasi pakan) dalam parameter uji pakan yang nantinya akan diputuskan dalam rapat Komisi Pakan.

Penyampaian materi diakhiri oleh Dr. Ir. Maradoli Hutasuhut MSc.Mec Selaku Kepala BPMPT (Balai Pengujuan Mutu Pakan Ternak). Beliau menyampaikan permasalahan pengujian dan hasil uji di BPMPT Bekasi serta menjawab semua permasalahan dilapangan yang timbul terkait dengan pengawasan mutu pakan.

Beberapa kesimpulan yang disepakati dalam rakor adalah perlunya edukasi hingga tingkat peternak terkait dengan mutu pakan, adanya proteksi dari pemerintah terhadap bahan pakan, complete feed menjadi perlu untuk dikembangkan, potensi hijauan berkualitas seperti alfalfa selayaknya dibudidayakan secara tepat; dan pelaksanaan labelisasi SNI pada pakan sapi disarankan untuk dilaksanakan.

Pangrango I, Bogor 29 Maret 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: