Kambing Sebagai Ternak Potong Potensial

Alternatif ternak potong yang belum tergarap secara optimal karena masyarakat masih terpesona dengan ternak potong besar seperti sapi. Ternak ruminansia khususnya ternak kambing adalah salah satu jenis ternak penyuplai daging yang akan berperan penting dalam kegiatan agrobisnis.  Oleh karena itulah kambing merupakan salah satu ternak potong yang mempunyai pangsa pasar yang berprospek cerah.

Selain kambing mempunyai peluang pasar yang berprospek cerah, keuntungan lain yang bisa dipetik dari usaha tani kambing adalah sebagai berikut :

  1. Lahan yang sempit dapat untuk memelihara sejumlah kambing.
  2. Kambing memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap berbagai lingkungan sehingga mudah dipelihara dan dikembangkan, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi.  Bahkan di daerah yang kering dengan makanan-makanan kasar pun, kambing masih dapat dikembangkan.
  3. Kambing suka hidup berkelompok sehingga memudahkan penggembalaan.  Kambing yang  digembalakan tidak akan terpisah jauh dari yang lainnya sehingga kemungkinan lepas dari pengawasan sangat kecil.
  4. Perkembangbiakan kambing tergolong cepat karena dalam jangka waktu 1,5 tahun sudah  beranak.  Selang beranak berikutnya adalah 7 – 8 bulan sehingga waktu 2 tahun sejak bibit (cempe) dipelihara sudah dapat beranak dua kali dan sekali beranak dapat mekahirkan dua ekor atau lebih.  Apabila pemeliharaan kambing dimulai dari umur 10 bulan, maka dalam waktu 2 tahun sudah dapat beranak 3 kali.
  5. Kambing, selain diambil dagingnya sebagai produk utama, bulu dan kulitnya dapat dimanfaatkan untuk keperluan industri tekstil, industri sepatu, dan lain-lain.
  6. Limbah kotoran yang dihasilkan dalam usaha ternak kambing dapat digunakan untuk pupuk  pertanian yang sangat baik bagi kesuburan tanah sehingga dapat membantu meningkatkan usaha pertanian.
  7. Daging kambing merupakan sumber protein yang mempunyai nilai gizi tinggi. Sehingga dapat dapat menjadi sumber gizi bagi masyarakat.
  8. Bahan pakan kambing dapat memanfaatkan limbah-limbah pertanian sebagai hijauan pakan, misalnya limbah hasil panen jagung, limbah hasil panen dari golongan kacang-kacangan, dan lain-lain.
  9. Modal yang diperlukan lebih sedikit jika dibandingkan dengan memelihara ternak besar, misalnya sapi, kerbau, dll.  Hasil yang diperoleh juga lebih besar jika dibandingkan dengan ternak besar karena dengan modal yang sama dapat memelihara kambing lebih banyak.

10.  Kambing merupakan sumber uang tunai apabila diperlukan sewaktu-waktu karena penjualannya mudah.

11.  Pada usaha berskala besar, ternak kambing dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyaraakat sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan.

12.  Kambing bisa menjaga rumah karena jika ada orang yang akan berbuat jahat akan mengembik.

13.  Kambing akan memberi laporan dengan mengembik jika tertimpa musibah.

Daging kambing mempunyai kandungan zat-zat gizi yang cukup tinggi.  Menurut Direktorat gizi Departemen Kesehatan Republik Indonesia, kandungan zat gizi dari 100 g bahan atau daging kambing adalah sebagai berikut :

  1. Kalori                                154 kal
  2. Protein                               16,6 g
  3. Lemak                               9,2 g
  4. Kalsium                             11 mg
  5. Fosfor                                124 mg
  6. Besi                                   1,0 mg
  7. Vitamin B1                       0,09mg
  8. Air                                     70,3mg

Bagaimana, menarik bukan komoditas peternakan…..?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: