Bahan Pakan dan Formulasi

Bahan pakan adalah segala sesuatu yang diberikan pada ternak berupa bahan organik maupun anorganik yang sebagian atau seluruhnya dapat dicerna tanpa mengganggu kesehatan ternak. Berkaitan dengan bahan pakan, maka kita dihadapkan pada masalah-masalah kualitatif, kuantitatif, kontinuitas dan keseimbangan zat pakan yang terkandung didalamnya. Bahan pakan mengandung berbagai macam zat-zat gizi yang berguna untuk hidup pokok dan produksi. Zat pakan adalah bagian dari bahan pakan yang dapat dicerna, diserap dan bermanfaat bagi tubuh yang terdiri dari enam macam zat pakan yaitu air, mineral, protein, vitamin, karbohidrat dan lemak.

Kualitas bahan pakan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu umur tanaman, defoliasi, pasca panen dan penyimpanan. Prosesing pada bahan pakan sangat penting karena dapat memberikan keuntungan juga kerugian misalnya terjadinya kerusakan fisik, biologi atau kimiawi yang tidak kita harapkan. Kualitas yang berubah setelah perlakuan tertentu inilah yang mendorong dilakukan pengujian bahan pakan. Pengujian bahan pakan dapat dilakukan melalui tiga cara yaitu fisik, kimiawi dan biologi. Salah satu contoh pengujian kimiawi adalah analisis proksimat.

Analisis proksimat digunakan untuk mengetahui kandungan zat gizi yang terdapat dalam bahan pakan yang nantinya berguna untuk penyusunan formulasi ransum. Prinsip analisis proksimat adalah menganalisis kadar air, abu, bahan organik, protein, lemak dan serat kasar secara kimiawi dan menghitung bahan kering, bahan organik tanpa N, karbohidrat dan BETN dengan cara pengurangan/selisih. Keuntungan analisis proksimat adalah dapat mengetahui kandungan zat pakan walaupun secara garis besar dan hasilnya dapat digunakan untuk menyusun formulasi ransum sesuai dengan zat gizi yang dibutuhkan oleh ternak. Kerugian analisis ini adalah hasil analisis lemak dan serat kasar kurang tepat karena dalam analisis lemak, vitamin larut lemak dan zat – zat pewarnanya ikut terhitung sebagai lemak, sedangkan dalam analisis serat kasar, mineral volatil tidak menguap sehingga ikut terhitung sebagai serat kasar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: