Diklat Agribisnis

diklatKlaten. Karang Taruna Desa Gombang, Cawas Kab Klaten menggelar diklat agribisnis, 8 maret 2009 lalu. Acara ini menurut Sugeng Rahayu, SPt (Ketua Panitia) bertujuan untuk meningkatkan peran serta pemuda dalam pengembangan masyarakat desa maju & mandiri berbasis agribisnis serta menyongsong program agropolitan pemerintah Kabupaten Klaten. Dalam sambutannya pejabat sementara kepala desa Gatot Suharso menyatakan bahwa pemuda ibarat benih perubahan, sedangkan masyarakat adalah tanah subur dan pemerintah sebagai tempat tumbuh & berkembangnya Sebagai pembicara utama dalam diklat tersebut adalah ruminant specialis dari Pesantren Agribisnis ABA Delanggu, Klaten; Akbar Mahalli SPt dengan materi usaha ternak sapi terpadu. Presentasi dari narasumber pengalaman dengan kompetensi yang tak diragukan lagi, diharapkan meningkatkan motivasi pemuda dan masyarakat guna mencapai kemajuan & kemandirian pada sektor agribisnis. Disampaikan juga desa Gombang secara geografis mempunyai potensi yang besar untuk mengembangkan ternak sapi dengan dukungan sektor pertanian. Gombang merupakan daerah pertanian yang cukup intensif, peternak memelihara sapi dalam kandang permanen (sederhana) dengan menggunakan sistem kereman. Beberapa topik menarik seputar ternak sapi dan strategi memperoleh hasil yang optimal dibahas dalam acara tersebut. Diklat ini antara lain mengangkat masalah tujuan awal beternak sapi (pembibitan atau penggemukan), manajemen pemeliharaan, pengolahan pakan serta pemanfaatan limbah kotoran ternak. Ternak sapi mempunyai peran yang cukup penting bagi petani sebagai penghasil pupuk kandang, tenaga pengolah lahan, pemanfaat limbah pertanian dan sebagai sumber pendapatan. Pembicara menyampaikan untuk memulai perlu diperhatikan beberapa hal (1) tujuan pemeliharaan (pembibitan atau penggemukkan), (2) pengamatan reproduksi pada usaha pembibitan, (3) pemilihan bakalan yang produktif, (2) manajemen pemeliharaan. Integrasi daerah pengembangan pembibitan dengan penggemukan harus memperhatikan ketersediaan pakan. Pembibitan merupakan sumber utama sapi bakalan pada usaha penggemukan sapi potong. Usaha pembibitan relatif tidak memerlukan banyak pakan karena tujuan utamanya untuk menghasilkan pedet berbeda dengan penggemukkan yang relatif banyak pakan karena tujuan pemeliharaan untuk menghasilkan daging. Namun kebutuhan nutrisi pakan kedua usaha tersebut mutlak diperhatikan Usaha ternak sapi memerlukan pakan dengan kualitas & kuantitas baik dan kontinyu. Pemberian konsentrat sebagai penguat masih dilakukan terbatas oleh peternak dengan tingkat ekonomi yang baik. Secara umum peternakan rakyat memiliki tingkat produktivitas yang rendah, sehingga perlu inovasi teknologi untuk mencapai tujuan yang diharapkan. “Breeding, feeding dan management merupakan kunci utama beternak” ungkap nara sumber. Ditambahkan juga selain faktor produksi limbah kotoran ternak harus diperhatikan dengan serius. Pengolahan limbah ternak dilakukan untuk meningkatkan manfaat limbah selain untuk mengurangi dampak lingkungan. Limbah yang dimanfaatkan dengan optimal akan mendatangkan keuntungan. Limbah ternak bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Berupa pupuk cair maupun kompos kotoran ternak. Pupuk ini selain memberi nutrisi tanaman juga memperbaiki struktur tanah. Saat ini pemanfaatan limbah ternak sebagai sumber energi belum banyak diusahakan. Kotoran ternak mampu menghasilkan energi biogas. Biogas potensial dikembangkan terlebih ditunjang dengan produksi ternak. Selain itu regulasi energi seperti kenaikkan energi seperti naiknya tarif listrik, LPG dan kelangkaan minyak tanah mendorong pengembangan sumber energi alternatif yang murah dan terbarukan. Pemerintah telah merangsang petani untuk mengintegrasikan pertaniannya dengan peternakan, memaksimalkan dan memperbaharui strategi-strategi yang telah dibuat dalam menciptakan kelompok-kelompok peternak yang baru, dan mengkampanyekan usaha agribisnis peternakan sapi potong. Pemerintah telah menetapkan Program Swasembada Daging Sapi (PSDS) tahun 2010. Peternakan kedepan merupakan aset penting yang perlu dikembangkan secara lebih terarah dan terpadu, dan diharapkan dapat menunjang kelanjutan pembangunan baik dalam kapasitasnya sebagai sumber pangan dan gizi maupun sebagai sumber pendapatan. Dalam acara tersebut muncul gagasan dari masyarakat untuk mengembangkan usaha ternak terpadu melalui program PNPM mandiri pedesaan tahun 2009. Karang taruna desa Gombang siap menjadi motor penggerak dari wilayah timur guna menyongsong Klaten sebagai kota agropolitan.

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    imam said,

    mohon maaf,sy pemuda peminat ternak sapi, kalo boleh sy minta diktatnya untuk sy pelajari.

    terimakasih atas kebaikannya


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: