Penguatan Posisi Masyarakat Dalam Kehidupan Politik Di Masa Depan

images21Berbicara politik yang kita tahu adalah usaha untuk mencapai sesuatu dengan berbagai cara yang menurut kita legal, mungkin itu definsi yang salah tapi itu yang saya tahu. Banyak rakyat negeri ini yang terkadang merasa masa bodoh dengan perpolitikan di negeri ini, mereka merasa tidak punya kekuatan atas perubahan negeri ini. Perubahan diri mereka saja tak kunjung datang.
Tetapi apabila kita kaji dan pelajari lebih lanjut sebenarnya yang menentukan yang punya kekuatan, suara, keputusan adalah rakyat. Kesadaran itu tak kunjung ada bahkan sudah tak ada setelah sekian tahun lamanya belajar. Pada masa Orde Baru ditandai dengan kekuasaan negara yang dominan (powerful) dan masyarakat yang tak berdaya (powerless). Dimana mereka berada di bawah kendali diktator dengan setiap hak untuk menentukan dengan mudahnya diambil oleh yang merasa berkuasa waktu itu.
Kini hak untuk menentukan telah kita dapat kembali 100% bahkan ada dari beberapa kita yang memperoleh itu lebih dari seratus persen. Lagi-lagi kenyataan seperti ini tetap menjadikan masyarakat tidak punya kekuatan politik, karena asal hari ini bisa makan sudahlah cukup. Para intelektual pada awal Orde Baru modernisasi Indonesia beranggapan bahwa kehidupan politik dan ekonomi adalah suatu hal yang tidak terpisahkan, dan kemajuan ekonomi sangat tergantung dari upaya modernisasi politik.
Sebenarnya ada beberapa yang mendorong ke arah penguatan posisi masyarakat dalam kehidupan politik di masa depan. Pertama, adanya peluang bagi munculnya kontrol sosial melalui pers yang bebas. Kedua, semakin besarnya tuntutan masyarakat mengenai pentingnya amandemen UUD 1945, terutama yang berkaitan dengan pembatasan kekuasaan presiden. Ketiga, kemungkinan berakhirnya “koalisi oportunisme” di antara partai pemenang pemilu, birokrasi (sipil dan militer), dan presiden yang pernah berlangsung selama Orde Baru. Keempat, merosotnya citra TNI yang diikuti semakin kuatnya tuntutan masyarakat terhadap peran militer dalam kehidupan politik. kelima, tidak adanya tokoh tunggal yang bisa diklaim ataupun mengklaim dirinya sebagai “Bapak” bagi semua unsur bangsa lantaran kontribusi dan jasa-jasanya yang dianggap luar biasa terhadap bangsa dan negara.
Reinforcement of Position Of Public In Political Life
Talks politics which we to know is business to reach something variously which according to legal us, possibly that is definsi which is wrong but that which I know. Many this country public?peoples sometimes feels not to mind with perpolitikan in this country, they feel having no strength to change of this country. X’self change they are just still not comes.
But if we are study and studies furthermore actually determining having strength, voice, decision is public?people. The awareness still not is even have been no after that’s all years learning. During New order is marked with power of dominant state ( powerful) and public that is at the end of one’s rope ( powerless). Where they are below dictator control with every the right to determine swimmingly taken by feeling in command at that time.
Now the right to determine we have regained 100% there even exist from some we obtaining that more than one hundred %. Again realities of like this remain to makes public to have no politics strength, because origin today can eat let it over enough. Intelectuals in the early of modernization new order of Indonesia of opinion that political life and economics is a thing that is is not is dissociated, and economic growth hardly depended from modernization effort of politics.
Actually there are some leading to reinforcement of position of public in political life in front. Firstly, existence of opportunity for social control appearance passed free mass media. Second, increasingly level of public demand about the importance of amendment UUD 1945, especially related to demarcation of power of president. Third, possibility ends it ” coalition of opportunism” among general election winner party, bureaucracy ( civil and military), and president which taken place during New order. Fourth, declines it image TNI followed gains strength it public demand to the role of military in politics life. fifth, inexistence of unique figure which able to be claimed and or claims x’self as ” Bapak” for all element of nation of its(the contribution cause and services assumed is extraordinary to nation and state.

4 Tanggapan so far »

  1. 1

    asuna17 said,

    Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, Musikgue & game online untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://politik.infogue.com/penguatan_posisi_masyarakat_dalam_kehidupan_politik_di_masa_depan

  2. 2

    ibarsantoso said,

    Koalisi pragmatis antar parpol sulit dihindari. Mereka pasti mencari aman demi keuntungan partainya.
    Sekarang, apakah SBY berani pisah koalisi dng Golkar ?

  3. 4

    kariswan said,

    konsep awal demokrasi memang dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. jadi melenceng sejauh apapun praktek demokrasi dari maksud awalnya, sederhananya ya kembali ke konsep awal. pasti kembali lurus. hanya saja praktek pelurusannya yang masih terhambat oleh sisa-sisa kekuatan monopoli politik ^_^
    betul tidak pak?


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: