TAhun baru dicuci

Awal tahun 2008 banjir mengenangi muka bumi Indonesia di jawa bahkan diluar jawa yang konon banyak hutannya. Banyak orang yang terhenyak kenapa sekarang air menggenang didepan rumah mereka (perasaan ada sungai atau got disana). Bahkan ada generasi yang dari dulu kala baru kali ini banjir dirumah mereka (sudah 50 tahun usia saya baru kali ini ngungsi; kata mereka)
Kalau kita sadar dan menyadari sebenarnya mereka dan tentunya kita juga (walaupun baru kemaren), sedang memanen apa yang telah ditanam selama ini. Eh… kok memanen ya? perasaan tidak menanam tapi menebang,membabat, merambah dan men”dholim”i hutan.
Tuhan memang adil kita yang tidak menanam saja bisa memanen!
Tetapi yang menjadi masalah disini adalah yang dipanen adalah sebuah musibah atas gundulnya hutan dan rusaknya lingkungan. Kemaren2 dinegara kita ramai sekali “investor” baik dari luar negri maupun local menawarkan pengelolaan hutan. Waduh…interest mereka gede banget. (gimana gak mata hijau, wong dipikirannya sudah bertumpuk2 uang siap dikeruk). Usaha untuk mendapatkanya MANTAP.. selip sana..selip sini…Begitu ijin dikeluarkan boro-boro mengelola hutan, merusak bisa jadi.
Setelah pohon habis ditinggalkan begitu saja (dalam draft awalnya sih ada reklamasi..)
DAN kini nihhh…sekarang ini merupakan salah satu buah dari yang mereka tanam. Sayangnya buahnya tidak manis tetapi getir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: