Kencur VS Kolesterol

Kencur adalah tumbuhan herba perennial dengan kumpulan daun berbentuk rosset dekat permukaan tanah, batang semu dan pangkalnya berbentuk rimpang (Sudarsono et al.,1996). Kandungan akar tinggalnya adalah minyak atsiri (Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan, 1981; Dharma, 1987). Tata nama tumbuhan menempatkan kencur dalam klasifikasi berikut ini
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Kaempferia
Species : Kaempferia galanga L
Komponen utama dari kencur adalah etilester p-methoxycinnamic acid sebanyak 3% (Chairul et al., 1994) yang salah satu fungsinya adalah sebagai antioksidan (Windono et al., 1994).Rimpang kencur mengandung minyak atsiri yang tersusun dari monoterpenoid, sesquiterpenoid, borneol, camphene, p-methoxy sterene(Sudarsono et al., 1996). Menurut Harris (1990) minyak atsiri adalah aneka minyak tumbuhan yang sangat mengandung aroma dan mudah menguap. Dijelaskan lebih lanjut, unsur tersebut bersatu dengan glukosa di chloroplast menciptakan glukosida yang disalurkan keseluruh tubuh tumbuhan. Di tempat itu, khususnya bunga, tumbuhan menghasilkan zat penawar (enzim) yang menyerbu glukosida itu sehingga tercipta minyak atsiri.
Rimpang kencur bersifat analgeticum yakni bisa meredakan rasa sakit pada gigi, sakit kepala maupun rematik, merangsang keluarnya angin perut (carminativum), penghangat badan serta stimulansia (Sudarsono et al.,1996). Penelitian yang dilakukan oleh Kusmaningati (1994) melaporkan bahwa kandungan rimpang kencur yang telah diketahui adalah kaempferol (suatu flavanoid), kaempferid (kaempferol-4-metil eter) yang berfungsi sebagai antibakteri dan antioksidan, eukaliptol, borneol yang berfungsi sebagai antibakteri dan pembawa aroma, etilester p methoxycinnamid acid, sinamil aldehid dan n pentadekana.
Menurut Pratt dan Hudson (1990), yang disitasi oleh Trilaksani (2003) senyawa antioksidan alami tumbuhan umumnya adalah senyawa fenolik atau polifenolik yang dapat berupa golongan flavonoid, turunan asam sinamat, kumarin, tokoferol, dan asam-asam organic polifungsional. Pemberian ekstrak alkohol rimpang kencur dengan dosis 2, 4, 8 g/kg BB dapat menurunkan kadar kolesterol darah, besarnya penurunan kadar kolesterol sesuai dengan peningkatan dosis pemberian (Muhtadi, et al.,1994).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: