Broiler Feed

Ransum yang berkualitas dengan kandungan nutrisi yang lengkap perlu diberikan pada ayam broiler untuk mengimbangi pertumbuhannya yang cepat. Ransum adalah campuran beberapa bahan pakan yang memenuhi persyaratan dan disusun dengan cara tertentu untuk memenuhi kebutuhan zat gizi unggas (Rasyaf,1987). Ditambahkan pula oleh Anggorodi (1985) ransum dibuat untuk memenuhi kebutuhan ternak selama 24 jam. Bahan pakan yang digunakan untuk menyusun ransum ternak unggas adalah bahan pakan yang mengandung nutrisi yang dapat memenuhi gizi ternak unggas yang mengkonsumsinya (Wahju, 1997).
Kebutuhan nutrisi ayam broiler meliputi sejumlah unsur nutrisi yang meliputi protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air (Rasyaf, 1987). Kebutuhan energi broiler periode starter 2800-3300 kkal dengan protein 21-24 % sedangkan pada periode finisher 2900-3400 dan protein 18,1-21,1% (Anggorodi, 1994).
Energi yang terdapat dalam pakan tidak seluruhnya dimanfaatkan oleh ternak, sebagian energi akan hilang dalam bentuk ekskreta dan panas. (Anggorodi, 1985). Dijelaskan pula bahwa energi metabolis digunakan untuk proses fisiologis seperti bernafas, sirkulasi darah, absorbsi zat-zat pakan, aktivitas reproduksi, produksi, dan mengatur suhu tubuh (Nesheim et al., 1979 dan Anggorodi, 1985).
Protein dalam ransum unggas berfungsi sebagai sumber asam-asam amino yang penting bagi tubuh (Wahju, 1997). Kebutuhan protein ransum disamping tercukupi kuantitasnya juga harus terpenuhi kualitasnya (Wahju, 1987). Kualitas protein ransum tergantung dari keseimbangan asam-asam amino essensial yang dikandungnya (Anggorodi, 1985).
Serat kasar adalah karbohidrat yang terdiri dari selulosa, hemiselulosa dan lignin, yang hampir seluruhnya tidak dapat dicerna oleh unggas dan hanya bersifat pengisi perut atau “bulk” (Wahju, 1978). Tillman et. al (1998) serat kasar dalam ransum diperkenankan hingga taraf 5%.
Kebutuhan kalsium untuk ayam broiler adalah 0,8-0,9%, sedangkan phospor tersedia sebanyak 0,35-0,40% (NRC, 1994). Imbangan Ca dan P penting dalam ransum unggas karena Ca dan P merupakan mineral essensial yang saling berhubungan dalam proses biologi ternak unggas (Siregar et al., 1981). Dijelaskan oleh Tillman et al. (1998) imbangan optimum Ca dan P dalam ransum unggas berkisar 1:1 sampai 2:1
Nutrisi ini digunakan untuk memelihara dan membangun jaringan tubuh ternak agar tetap normal, untuk pertumbuhan dan berproduksi (Scott et al., 1982). Wahju (1997) menambahkan bahwa metabolisme zat pakan akan menghasilkan energi yang digunakan untuk hidup pokok, produksi dan mempertahankan suhu tubuh. Dijelaskan lebih lanjut bahwa kebutuhan pakan pada ayam tergantung strain, umur, besar ayam, aktivitas, temperatur lingkungan, kecepatan tumbuh, kesehatan ternak dan imbangan zat pakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: