Tuntas

Ketidakserasian harga bahan makanan dengan nilai gizinya menjadi masalah bagiternakan.  Tidak selalu harga bahan makanan yang lebih mahal berarti lebih tinggi mutunya.  Harga dapat saja meningkat karena permintaannya naik.  Keadaan ini berlaku dimana-mana.  Termasuk di negara maju.

Permasalahan yang dikemukakan di atas memperlihatkan bahwa tantangan cukup banyak.  Dalam mengatasi tantangan ini peternak tidak sendirian.  Pemerintah dan organisasi peternak berusahan keras untuk menciptakan iklim beternak yang lebih baik.  Marilah kita manfaatkan program pembinaan tersebut.  Namun demikian, perlu pula diingat bahwa pembinaan itu tidak selalu harus berjalan “tuntas”, yaitu dengan “tuntutan dari atas”.  Dituntut pula adanya upaya dari para peternak sendiri untuk menjanjangkan penampilan usahanya ke tingkat yang lebih tinggi.  Pasal berikut mengemukakan usaha minimal yang perlu dilaksanakan oleh para peternak dalam menekan biaya produksi terbesar, yaitu biaya makanan ternak.

Tuntas pakan…tuntas profit  peternak

www.indonetwork.co.id/andinifeed

 

Komentar bertahan »

News

konperessssss

Komentar bertahan »

Itik….Petelur Produktif…survivor

Itik adalah jenis unggas yang dimasukkan dalam aneka ternak penghasil daging dan telur. Peternakan itik sudah sejak lama dikenal masyarakat dan dua puluh tahun terakhir ini telah diusahakan sebagai usaha sampingan maupun usaha peternakan. Peternakan itik mempunyai potensi yang cukup besar sebagai penghasil telur. Beberapa diantaranya dapat bertelur lebih dari 230 butir dalam satu tahun produksi pertamanya (Progressio, 2003). Ternak itik ternyata belum berkembang pesat di tengah-tengah dominasi ayam ras, walaupun tidak sebesar ayam petelur, namun ternak itik menjadi sumber penghidupan masyarakat. Itik telah menjadi alternatif bisnis yang menguntungkan, setidaknya sebagai usaha sambilan sekaligus memberi tambahan pendapatan bagi yang mengusahakannya. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Asosiasi Peternak Kambing Perah Indonesia

Sabtu, 17 September 2011 bertempat di kedai susu kambing Pak Bondan di Condong Catur, Jogjakarta diadakan petermuan peternak kambing perah. Pertemuan dengan agenda kongres pembentukan organisasi peternak kambing perah tersebut dihadir perwakilan pula Sumatera, Jawa dan Bali (6 Propinsi hadir)

Pertemuan  yang akrab dan hangat tersebut dimulai pukul 19.00 hingga 00 WIB akan tetapi team formatur melakukan sidang hingga pukul 04.00 pagi.  Tak sia-sia, akhirnya organisasi peternak kambing perah terbentuk dengan nama Asosiasi Peternak KAmbing Perah Indonesia. Kpengurusan DPP  ketua Bp Bondan (DIY); Sekjen : Sdr Arif  (Jatim) Bendahara: Bp Nizar (Jateng).

Semoga Susu kambing semakin populer…jayalah peternak kambing perah Indonesia

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 494 pengikut lainnya.